Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Kuakhiri Dendam Ini
Kuakhiri Dendam Ini

Kuakhiri Dendam Ini

9.0
/ 10
Dalam novel horror Kuakhiri Dendam Ini, Anisa menemukan mayat wanita di koper suaminya yang baru pulang. Mystery story ini mengungkap rahasia gelap di balik kepulangan Barry, memaksa Anisa menghadapi teror tak terduga. Baca web novel ini untuk mengungkap kebenaran yang mematikan.

Ringkasan Kuakhiri Dendam Ini

Kediaman Anisa yang semula damai mendadak dilanda kekacauan hebat. Suasana tenang itu hancur saat Barry, suaminya, baru saja menginjakkan kaki di rumah setelah menyelesaikan perjalanan dari luar negeri. Kejutan mengerikan muncul dari dalam koper miliknya, di mana sesosok jenazah wanita berparas cantik ditemukan terbujur kaku. Penemuan mayat misterius ini seketika mengubah kepulangan sang suami menjadi teror mencekam yang menuntut jawaban atas teka-teki gelap di baliknya.
Selengkapnya

Kuakhiri Dendam Ini Bab 1

[Nisa, mas pulang besok. Mau jemput di Bandara?]

[Boleh, Mas. Jam berapa?] balasku.

Jari-jariku gemetaran saat membalas text demi text. Sakit luar biasa, mengingat Mas Barry baru saja menghabiskan seminggu bersama selingkuhannya di Bangkok. Dan hari ini, ponselnya baru diaktifkan.

Lelah, aku sangat lelah dan sakit hati.

Taktiknya dengan memintaku berhenti kerja agar fokus urus anak-anak, berhasil. Kini aku tergantung padanya. Termasuk untuk pengobatan ibuku yang menderita penyakit stroke dan ayah yang menderita sakit ginjal sejak beberapa tahun terakhir.

Barry menguasai hidupku dan keluargaku.

"Biar mas aja yang kerja, Nisa urus anak-anak."

"Tapi, Mas. Nisa harus membantu pengobatan ayah ibu."

"Ah, biar mas aja. Mereka 'kan orangtuaku juga. Penghasilan mas sudah lebih dari cukup untuk membiayai kita semua."

Sesaat kupikir Mas Barry suami sempurna, aku dengan sukarela mengikuti keinginannya agar mengundurkan diri dari jabatan strategis di sebuah perbankan.

"Biaya kuliah Andre besar, Mas. Kalau Nisa tidak bekerja, bisa-bisa gagal kuliahnya."

"Sudah, jangan dipikirin, Nisa. Mas bisa membiayai semua kebutuhan kita dan keluarga kamu. Kita atur saja sebaik mungkin supaya cukup. Percaya saja."

Tak pernah kami kekurangan uang, pengobatan ayah ibu, semua ditanggung Barry, tanpa pernah aku mendesaknya. Begitupun biaya kuliah Andre—adikku—yang baru menginjak semester tiga.

Aku bahagia, sangat bahagia.

Tapi, seperti kata pepatah, tidak ada kebahagiaan yang abadi. Begitu pula hidupku.

Kebahagiaan itu, hanya bertahan enam bulan sejak aku resign.

"Lo mesti pintar, Bro. Gue suruh Nisa berhenti kerja, supaya dia tergantung sama gue. Nggak apa-apa gue keluar uang buat biaya pengobatan orangtuanya, buat kuliah adeknya, yang penting gue leluasa jalan sama si Amanda." Tawa itu menggema, berbanding terbalik denganku. Tubuhku luruh ke lantai, jantungku berdegup kencang.

Mas Barry?!

Percakapan tanpa sengaja kudengar, saat dirinya berbicara di sambungan telepon dengan seseorang yang kuduga adalah temannya, mengingat Barry selalu memanggil teman dengan kata 'Bro'.

"Nisa sekarang terpaksa di rumah saja, urus anak-anak, urus keluarganya. Gue bisa sering nginap di luar dengan alasan kerja, ke luar kota bahkan ke luar negeri. Bebas." Lagi-lagi ia terbahak, semakin lama dan nyaring. Kepuasan terdengar jelas dari tawanya yang panjang.

Rupanya, itu sebabnya Mas Barry ngotot aku resign. Supaya bisa menguasai secara keuangan dan mengikatku diam di rumah. Mas Barry, kenapa engkau bisa berubah sejahat itu? Tak kuasa kutahan air mata yang menganak sungai. Sakitnya luar biasa!

Aku diam tepekur di balik pintu kamar. Bila tak mengingat keadaan sudah terlanjur, akan kulabrak Mas Barry saat itu juga. Tapi, kesehatan ayah ibu tergantung dirinya. Andre mungkin bisa cuti kuliah, tapi mempertaruhkan nyawa orangtua untuk sebuah rasa sakit hati? Aku harus mempertimbangkan matang-matang.

Dengan diamku, Mas Barry semakin menjadi-jadi. Herannya, uang gaji selalu utuh diserahkannya padaku. Apakah ia punya sampingan pekerjaan?

Entah.

Setiap sebulan sekali pasti Mas Barry ijin menginap ke luar kota, bahkan ke luar negeri. Rata-rata tiga hari, kadang seminggu. Aku menahan diri, dengan berpura-pura tidak mengetahui perselingkuhannya. Seperti kali ini, ia ijin berangkat ke Bangkok, dengan alasan pekerjaan.

"Kantor mengirimku ke sana, Nisa. Seminggu. Sebentar lagi mas naik jabatan, kamu doakan saja semua lancar. Jaga anak-anak ya, nanti mas pulang kita liburan ke Bali."

Begitulah Barry, setiap kali selesai bepergian bersama selingkuhannya, ia akan memanjakan aku dan anak-anak. Aku mulai muak! Mengetahui kebohongannya tapi terpaksa diam dulu.

Aku tau ia pergi bersama selingkuhannya karena salah satu rekan kantornya, Adam, ternyata teman SMA-ku. Aku mengetahuinya tak sengaja, saat reuni SMA. Kepadanya aku berpesan agar tidak usah memperkenalkan diri sebagai temanku kepada Mas Barry. Tanpa bertanya kenapa, Adam menurutinya.

Adam menjadi pengintai gerak-gerik Mas Barry.

"Nggak, Nis. Kantor nggak kirim Barry. Sudah ku-cek. Dia ijin mengurus ayahmu operasi."

Si*l*n Barry! Jadwal ayah operasi masih dua bulan ke depan. Rupanya menurut Adam, Barry selalu menggunakan kondisi kesehatan orangtuaku sebagai alasan ijin tidak masuk kerja.

***

"Mba, titip anak-anak bentar ya, saya mau jemput bapak ke Bandara."

Saat tiba kepulangan Mas Barry, kutinggalkan ketiga buah hatiku ke tangan Mbak Mirna, Assisten rumah tangga yang sudah bekerja dua tahun di rumah. Sejauh ini, dirinya sangat baik terhadap anak-anak.

Tepat satu jam sebelum kedatangan Mas Barry, aku sudah memarkirkan mobil di parkiran bandara. Kupergunakan waktu menghubungi beberapa teman lama, untuk menanyakan barangkali ada lowongan pekerjaan yang sesuai untukku.

Semoga saja, pikirku. Aku harus bekerja kembali secepat mungkin, sebelum Mas Barry semakin menjadi-jadi.

Entah sudah berapa lama Mas Barry bermain-main, apakah dari semenjak aku masih bekerja, atau sejak aku resign? Entah. Sudah tidak penting lagi. Sekarang yang terpenting aku harus bisa mencari uang sendiri agar lepas dari cengkeraman Mas Barry.

[Mas udah turun, lagi tunggu bagasi.]

[Iya, Mas. Nisa sudah di parkiran.]

Sejurus kemudian, aku melihat Mas Barry tengah mendorong koper besarnya, hendak menyeberang menuju ke arahku yang parkir tidak jauh dari pintu ke luar.

Terlihat dirinya sangat kesusahan dengan koper berwarna hitam itu. Lagipula, kenapa juga membawa koper sebesar itu, untuk bepergian hanya seminggu, pikirku? Masih ada dua koper yang lebih kecil di rumah, tapi Mas Barry ngotot membawa koper itu. Dan memang Mas Barry membawa banyak sekali pakaian, karena aku ikut menyiapkannya saat itu. Ahh, sudahlah! Aku tidak mau memikirkannya.

Sebuah kecupan di kening, diberikannya padaku saat kami berhadapan. Kupasang wajah manis walau hatiku muak. Sabar Anisa, belum waktunya kau tunjukkan kemarahanmu.

Tanpa banyak bicara, aku membantunya mengangkat koper ke bagasi mobil.

"Berat sekali, Mas. Bawa apa aja?"

"Sama seperti waktu berangkat, Nis. Tambahan sedikit oleh-oleh buat kamu dan anak-anak. Heran juga. Tadi waktu ambil bagasi, nggak seberat ini."

"Ohya? Aneh," ujarku mengernyitkan kening. Kali ini aku benar-benar merasa aneh.

"Tadi sempat berdiri sebentar di dekat pintu ke luar, sambil teleponan sama teman, trus pas dorong koper ke sini, kopernya jadi berat. Ahh sudahlah, mungkin karena mas lelah, jadi rasanya berat. Ayoo jalan."

Mas Barry mengambil alih kemudi sementara aku duduk diam di sampingnya. Bisa kucium aroma wanita lain pada kemeja yang dikenakannya. Teriris rasa hatiku membayangkan apa yang baru saja dilakukan lelaki ini.

Lagi-lagi, kuingatkan hati ini agar sabar. Bila ingin memenangkan pertempuran, kesabaran adalah kunci utama.

"Hufh." Kuembuskan napas berat.

"Kenapa, Sayang?"

"Gak, lelah aja." Mas Barry diam, matanya lurus menatap jalanan namun di bibirnya terselip senyum kepuasan. Aku semakin muak membayangkan apa saja yang baru dilakukan dengan bibir itu.

Sesampai di rumah, Mas Barry menurunkan tas dan koper, lalu bergegas mendorongnya ke kamar.

Penasaran dengan beratnya yang luar biasa, kami segera membuka koper itu.

"Aaaa …!" Mataku membulat sempurna.

Kulepaskan pegangan pada sisi koper, setelah melihat apa yang ada di dalamnya. Potongan tubuh terbalut plastik wrapping, terpampang di depan mata. Bisa kulihat jelas, kepala seorang wanita cantik berambut panjang, melotot.Tidak ada bau busuk, hanya darah tergenang di dasar plastik.

Segera kututup pintu kamar, agar anak-anak dan Mba Mirna tak melihat apa yang terjadi.

Berdiri mondar mandir, aku mengusap wajah dan menarik rambutku gusar. Tanganku masih gemetaran.

"Kau mengenalnya, Mas?" selidikku. Kutatap heran wajahnya yang terperangah. Kedua telapak tangan Mas Barry tertangkup dan menutup mulutnya. Dia bersimpuh di pinggir koper, dan tak melepaskan pandangannya dari kepala wanita berambut panjang itu.

"Ti-tidak, Nisa. Aku … aku tidak mengenalnya," ujarnya tercekat. Binar ketakutan dan kesedihan muncul bersamaan di wajahnya, ia berusaha menutupinya namun kabut di kedua netranya terlihat jelas di mataku.

*

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Akulah Cintamu
Akulah Cintamu
Dalam novel modern Akulah Cintamu, Kayra berjuang menghidupi anaknya setelah suaminya hilang misterius. Takdir mempertemukannya dengan Damar, pria yang membencinya akibat rahasia masa lalu. Ikuti kisah romance novel ini tentang penebusan dan perjuangan mencari kebahagiaan sejati.
Dari Abu: Kesempatan Kedua
Dari Abu: Kesempatan Kedua
Dalam novel modern Dari Abu: Kesempatan Kedua, seorang wanita terlahir kembali usai dikhianati tunangan billionaire miliknya. Ia kini bertekad membatalkan pertunangan demi bertahan hidup. Baca kisah romance novel ini selengkapnya untuk mengungkap misteri pengkhianatan di read novels online.
Direndahkan Oleh Keluarga Suami
Direndahkan Oleh Keluarga Suami
Dalam novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami, Jasmine berjuang di tengah hinaan keluarga elit dan pengkhianatan Ardan. Saat cinta pertama suaminya kembali, Jasmine memilih pergi demi kebahagiaan. Baca kisah romance novel ini di antara deretan billionaire romance books yang penuh konflik.
Gairah Liar Uncle Sam
Gairah Liar Uncle Sam
Dalam novel Gairah Liar Uncle Sam, Shila terjebak dalam hubungan terlarang dengan pamannya sendiri di bawah atap yang sama. Membawa genre romance modern, kisah ini menguji batas kesetiaan keluarga dan risiko dari rahasia gelap. Baca romance stories ini selengkapnya di web novel kami.
Istri Pengganti
Istri Pengganti
Dalam novel Istri Pengganti, Zahra dipaksa menikah oleh Rayhan untuk menggantikan calon pengantinnya yang kabur. Terjebak dalam kesepakatan demi sebuah butik, Zahra harus menghadapi sifat dingin Rayhan. Baca romance novel ini di antara koleksi fiction books menarik lainnya.
Pengorbanannya, Kebencian Butanya
Pengorbanannya, Kebencian Butanya
Dalam novel romance modern Pengorbanannya, Kebencian Butanya, Cora dipaksa mendonorkan sumsum tulang oleh Baskara, bos billionaire yang membencinya. Setelah kehilangan orang tuanya akibat kekejaman Baskara, Cora memilih mengakhiri hidup. Baca web novel penuh intrik dan pengkhianatan ini.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.