Ketika Pernikahan Palsu Menjadi Nyata

Suasana di balai desa begitu ramai. Penduduk desa bergerak cepat, mempersiapkan pernikahan yang dipaksakan ini seolah itu adalah perayaan yang sudah lama dinantikan. Lampu-lampu minyak dinyalakan, bunga-bunga liar dipetik dan dirangkai, serta kain-kain sederhana disiapkan untuk menghias ruangan.

Di tengah semua itu, Aveline duduk di sudut ruangan dengan tangan terkepal erat di pangkuannya. Gaun yang diberikan oleh penduduk desa menggantung di depannya, sebuah kain putih sederhana yang seharusnya melambangkan kebahagiaan. Namun baginya, itu adalah simbol paksaan.

Pintu kayu terbuka, dan seorang wanita tua masuk membawa sepiring makanan. "Kau harus makan, Nona," katanya dengan suara lembut.

Aveline menggeleng. "Aku tidak lapar."

Wanita itu menghela napas, menaruh piring itu di meja kecil di dekatnya. "Aku tahu ini sulit bagimu. Tapi ini tradisi kami."

"Tradisi?" Aveline menatap wanita itu tajam. "Apa kalian tidak berpikir tentang bagaimana perasaan kami? Aku punya tunangan!"

Wanita tua itu hanya tersenyum pahit. "Dunia tidak selalu berjalan sesuai keinginan kita."

Aveline merasa frustrasi. Dia ingin berteriak, ingin melawan, tapi semua terasa sia-sia.

Di ruangan lain, Leon berdiri di depan cermin kecil, mengenakan kemeja putih sederhana yang diberikan oleh penduduk desa.

"Aku seharusnya tidak ada di sini," gumamnya pelan.

Seorang pria tua, yang sejak awal menjadi pemimpin dalam situasi ini, masuk ke dalam ruangan. "Kau terlihat gagah," katanya.

Leon menatapnya melalui pantulan cermin. "Aku tidak ingin ini terjadi."

Pemimpin desa itu menghela napas, melipat tangannya di belakang punggung. "Aku tahu kau marah. Tapi ingatlah, jika kau menolak, kau tidak akan bisa menginjakkan kaki di desa ini lagi. Dan wanita itu... dia tidak akan bertahan sendirian di luar sana."

Leon mengepalkan tangan. Dia membenci perasaan dipaksa seperti ini, tetapi bagian dari dirinya tahu bahwa pria itu benar.

Pernikahan berlangsung di bawah langit malam, di tengah alun-alun desa yang sederhana. Penduduk desa berkumpul, menyaksikan pasangan yang sama sekali tidak memiliki cinta di antara mereka berdiri berdampingan.

Aveline merasa seolah tubuhnya tidak berada di sana. Tangannya dingin, pikirannya kosong. Dia tidak percaya dirinya benar-benar akan menikah dengan pria yang bahkan baru dikenalnya beberapa jam lalu.

Leon berdiri tegak di sisinya, ekspresinya datar dan sulit dibaca.

Seorang tetua desa berdiri di hadapan mereka, memegang kitab tua yang berisi sumpah pernikahan adat desa. "Kapten Leon Hartmann, apakah kau bersedia menerima Aveline Laurent sebagai istrimu, menjaganya dan menghormatinya sesuai dengan hukum desa ini?"

Leon menoleh sekilas ke arah Aveline sebelum menjawab, "Ya."

Suara itu tegas, tanpa emosi.

Tetua desa lalu menoleh ke Aveline. "Aveline Laurent, apakah kau bersedia menerima Kapten Leon Hartmann sebagai suamimu?"

Aveline menggigit bibirnya.

"Tidak," itulah jawaban yang ingin ia ucapkan. Namun, semua mata di desa tertuju padanya, menunggunya untuk berbicara. Jika dia menolak, mereka mungkin akan mengusirnya.

Tangan Aveline mengepal erat di sisi tubuhnya sebelum akhirnya, dengan suara yang hampir tak terdengar, ia berkata, "Ya."

Sebuah sorakan kecil terdengar dari penduduk desa.

Cincin sederhana yang dibuat dari anyaman akar dipakaikan ke jarinya. Itu bukan berlian seperti yang akan diberikan Alistair, tetapi benda kecil yang mengikatnya dalam pernikahan yang tidak diinginkan ini.

Leon juga menerima cincin yang sama di jarinya.

"Dengan ini, kalian telah sah menjadi suami dan istri," tetua desa mengumumkan.

Aveline merasakan sesuatu yang berat mengendap di dadanya. Ini bukan yang dia inginkan. Ini bukan yang dia rencanakan.

Malam itu, pesta perayaan kecil diadakan, tapi baik Aveline maupun Leon tidak menikmati satu detik pun dari semua itu.

Mereka sekarang adalah suami dan istri-dengan hati yang masih terikat pada orang lain.

Lanjutkan Membaca
Baca Novel Selengkapnya di Moboreader
UBuka Semua Bab
Buka Situs Resmi
Chapters
Customize

Kamu Mungkin Juga Suka

Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.