Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Kepingan Hati
Kepingan Hati

Kepingan Hati

9.5
/ 10
Dalam Kepingan Hati, Rafa bertekad menaklukkan hati Khafa, gurunya sendiri, meski terhalang status. Takdir membawa mereka ke pernikahan tak terduga. Ikuti perjuangan Rafa dalam romance novel ini, sebuah modern young adult fiction romance books tentang komitmen dan pembuktian cinta sejati.

Kepingan Hati Bab 1

Pesta pernikahan antara Khafa Aseanda Zayn dan Fathan Shaquille akan diselenggarakan di kediaman mempelai perempuan. Rumah Khafa telah dihias dengan indah, menciptakan suasana yang benar-benar berbeda. Tidak hanya dekorasinya yang menarik perhatian, tetapi beragam hidangan prasmanan juga mengundang selera.

Meski begitu, di balik gemerlapnya acara, Khafa yang sudah menyelesaikan persiapannya sejak lima belas menit yang lalu tampak gelisah karena Fathan belum menunjukkan tanda-tanda kehadiran. Melza, ibu Khafa, juga merasakan kegelisahan yang sama karena tidak dapat menghubungi pihak keluarga mempelai lelaki.

"Ke mana Fathan, Fa?" tanya Melza dengan ekspresi kesal.

"Khafa juga tidak tahu, Bu," ucap Khafa gelisah.

"Tamu sudah mulai berdatangan, Khafa, tapi sampai detik ini Fathan beserta keluarganya belum memberikan kabar."

Khafa yang mendengar itu semakin cemas. Bahkan, perempuan itu mulai merenungkan hal-hal negatif tentang calon suami dan keluarganya.

"Semoga Bang Fathan dan keluarganya terhindar dari kejadian buruk," batin Khafa dengan penuh harap.

Tak lama, pintu ruangan itu terbuka, memperlihatkan Khafi dan Zayno bersama orang tua Fathan. Dua perempuan itu merasa lega melihat kedatangan mereka.

"Apa akad segera mulai? Tapi, kenapa Bapak malah di sini?"

"Apakah ada sesuatu yang kurang, Pak?" tanya Melza lagi.

Zayno mendapat pertanyaan itu dan hanya memilih untuk tetap diam. Ia bingung menentukan jawaban karena yang hadir hanya Gizka dan Rizky, tanpa kehadiran Fathan.

"Maafkan kami, Melza. Fathan tidak dapat hadir," ucap Gizka, ibu Fathan.

"Maksudmu apa, Gizka? Jika ingin menikah, tentu harus ada mempelai lelaki!"

"Tante bicara dengan jelas!" seru Khafi.

Gizka tidak sanggup bicara lagi karena wanita itu telah menangis, sehingga Rizky mengambil inisiatif untuk berbicara, sambil menatap keluarga tersebut dengan rasa penyesalan.

"Mohon maaf, Fathan tidak dapat menikahi Khafa karena ia telah pergi bersama Vayka, yang saat ini sedang mengandung anak mereka," ujar Rizky dengan berat hati pada akhir kalimat.

Khafa yang mendengar berita itu, menangis sambil menggeleng kuat. Ia tidak dapat mempercayai perkataan Rizky dan yakin bahwa Fathan tetap setia kepadanya.

"Om, jangan bohong!"

"Maafin, Om dan Tante, Khafa. Semua ini terjadi di luar dugaan kami."

"Sialan kalian!" teriak Melza.

"Bagaimana mungkin Fathan kabur saat pernikahan tinggal sebentar lagi? Kalian membuat kami merasa malu!"

Melza berteriak, membuat Gizka mendekatinya sembari mengucapkan permintaan maaf.

"Maaf tidak akan merubah segalanya, Gizka!" geram Melza.

"Kalian sungguh tidak punya hati," ujar Zayno, mata tajamnya menatap mereka.

"Tidak hanya putriku yang merasakan sakit, tetapi kami juga turut merasakannya. Gimana tanggapan orang-orang terhadap batalnya pernikahan ini?" Melza menatap keduanya dengan sinis.

"Kami mohon maaf."

Zayno melangkah maju dan tiba-tiba menghantam Rizky, membuat Gizka terkejut dengan insiden yang tiba-tiba terjadi.

"Zayno, tolong jangan pukul suamiku lagi!" seru Gizka tegas setelah Zayno menghantam pipi Rizky dua kali.

"Sakit itu tidak sebanding dengan rasa sakit yang kami rasakan!" ujar Zayno dengan pandangan tajam.

"Tidak apa, Zayno. Jika kamu ingin memukulku lagi, aku ikhlas. Ini adalah konsekuensi yang harus kuterima," kata Rizky sambil merangkul istrinya.

Zayno tak melanjutkan kekerasan, malah mengusap kasar wajah Rizky sambil menghela nafas panjang.

"Om, Tante, tunjukkan di mana Fathan berada!"

"Kami benar-benar tidak mengetahui keberadaan Fathan, Khafi," jawab Rizky.

"Orang tua seperti apa kalian yang tidak mengetahui keberadaan putranya saat akan menikah, sialan!" seru Zayno dengan kesal.

"Ya, kami mengakui kesalahan kami sebagai orang tua."

"Kalian harus bertanggungjawab menjelaskan ini semua dengan para tamu undangan! Jelaskan ke mereka kalau anak kalian yang salah," ucap Melza.

"Kami akan bertanggung jawab atas tindakan anak kami, Melza," ucap Gizka dengan rasa bersalah.

"Tentu, karena pihak kami yang mengalami kerugian.

Khafa terdiam, tak mampu lagi mengucapkan sepatah kata. Fakta itu seolah mematikan setiap rangsang di syarafnya. Rasa sakit hati dan malu menyelubungi Khafa serentak, merusak tidak hanya harga dirinya, melainkan juga kehormatan keluarganya. Ia seakan tuli terhadap kegaduhan di sekitarnya.

"Bang, kenapa kamu tega sama Khafa?" Khafa menangis tersedu-sedu, menyembunyikan wajah di antara kedua lututnya.

"Sebenarnya, aku berharap hari ini menjadi momen penuh kebahagiaan saat aku resmi menjadi istri dari lelaki yang kucintai."

"Namun, takdir tidak mengijinkan kami bersama, tapi mengapa takdir memisahkan kami dengan cara yang begitu menyakitkan?"

Pikiran Khafa semakin terombang-ambing, dan hatinya terasa begitu terpukul. Rasanya, Khafa ingin menjauh dari dunia ini karena tak mampu lagi bertemu dengan orang-orang di masa depan.

"Sakit ...."

Khafa tak yakin sejak kapan kamarnya hanya dihuni oleh dirinya dan Khafi. Bahkan kedua orangtuanya dan orangtua Fathan sudah tiada. Pandangan terluka dari Khafa membuat Khafi merasakan kepedihan yang mendalam.

"Apakah harus begini, Fi? Dia telah berjanji bikin gue bahagia, tapi kenyataannya dia malah ninggalin luka yang begitu mendalam."

"Gue hancur, Fi. Gue gagal nikah. Apa yang salah sama gue sampai dia pergi dengan wanita lain? Jika dia tidak mencintai gue, seharusnya nggak begini caranya. Ini sungguh menyakitkan, Fi," ujar Khafa.

Dengan berlinang air mata, Khafi memeluk erat tubuh saudari kembarnya.

"Gue salah apa sama dia, Fi? Kenapa dia tega menyakiti sekaligus merendahkan gue dan keluarga kita."

"Khafa, tenang ...."

"Gue nggak bisa tenang, Fi. Gue udah membuat ibu sama bapak merasa malu."

Khafi menangkup kedua wajah Khafa. Tak lupa, ia mengusap air mata Khafa yang tak kunjung berhenti mengalir sejak tadi.

"Lo nggak salah yang salah Fathan, Fa."

"Fi, rasanya sakit banget. Sebelumnya, gue belum pernah ngerasain sakit sehebat ini. Rasanya, dunia gue hancur," ungkap Khafa sambil terisak-isak.

Khafi tidak merespons kata-kata Khafa. Ia hanya mengelus bahu Khafa dengan lembut, ingin memberikan ketenangan.

"Apa yang kurang dari gue, Fi?" Khafa bertanya sembari menatap Khafi.

"Enggak ada yang kurang dari lo, Khafa. Cuma laki-laki brengsek itu yang nggak bersyukur."

"Sakit banget, Khafi," lirihnya.

"Gue tahu apa yang lo rasain sekarang, Fa. Kita hadapi bareng-bareng, ya."

"Jangan tinggalin gue, Fi."

"Gue nggak bakalan ninggalin lo, Fa," ucap Khafi sambil kembali memeluk Khafa.

Khafi berusaha menenangkan Khafa sambil meredam amarah di dalam hatinya yang membara, ingin mencari Fathan dan memberikan pelajaran pada lelaki yang telah menyakiti hati sang kakak. Khafi, yang selalu membahagiakan Khafa, tentu merasa tidak tahan melihat perempuan yang selalu ia sayangi dan jaga mengalami luka begitu mendalam seperti ini.

"Gue bakalan buat lo bahagia, Fa. Jangan nangis lagi, itu menyakiti hati gue," tutur Khafi.

Malam itu, Khafa dan Khafi merangkul satu sama lain di tengah malam yang sunyi. Meskipun luka yang dalam masih terasa, namun setidaknya, Khafi berhasil menenangkan hati Khafa dengan janjinya untuk terus bersama perempuan itu.

Perjalanan menuju kesembuhan tidaklah mudah. Bersama-sama, mereka melalui hari-hari yang sulit dan berbagi beban kesedihan. Namun, seiring waktu, Khafa mulai melihat cahaya di ujung terowongan. Khafi, saudara kembarnya, tetap menjadi pendukung yang teguh, menunjukkan bahwa cinta sejati bukanlah tentang kesempurnaan, melainkan tentang kekuatan untuk saling mendukung dalam keadaan baik maupun buruk.

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
CINTA DI MUSIM SEMI
CINTA DI MUSIM SEMI
Dalam novel CINTA DI MUSIM SEMI, David dan Arina berjuang menyatukan visi hidup mereka di tengah dinamika modern. Romance novel ini mengeksplorasi cara mereka saling memahami demi mempertahankan kebahagiaan. Temukan kisah mereka melalui platform read novels online gratis sekarang.
Dosa Berbalut Cinta
Dosa Berbalut Cinta
Dalam novel Dosa Berbalut Cinta, Saschya terjebak dalam pernikahan penuh kekerasan oleh Adnan. Di tengah siksaan fisik dan trauma, masa lalunya kembali muncul membawa harapan. Ikuti kisah romance modern ini di platform webnovel kami dan baca romance stories terbaik lainnya secara gratis.
Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
Dalam Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu, Rheina terjebak dalam keluarga toxic saat mencoba menyelamatkan sahabatnya. Romance novel ini mengisahkan perjuangannya menghadapi cinta segitiga rumit. Baca kisah selengkapnya di webnovel yang penuh intrik dan pilihan hidup sulit ini.
Istri Rahasianya, Aib Publiknya
Istri Rahasianya, Aib Publiknya
Dalam Istri Rahasianya, Aib Publiknya, hidup seorang perawat hancur saat suaminya yang amnesia ternyata Brama, miliarder kejam tunangan sosialita. Romance novel ini mengisahkan perjuangan bertahan hidup dari ancaman sang taipan. Baca web novel modern ini di platform read novels online.
Istri Untuk Tuan Alex
Istri Untuk Tuan Alex
Dalam Istri Untuk Tuan Alex, Gadis terpaksa menjadi pengantin pengganti demi ibunya. Alex yang membencinya tak menyadari rahasia besar jati diri Gadis. Ikuti konflik penuh misteri dalam romance novel ini di Bakisah, salah satu fiction books yang menyajikan intrik modern mendalam.
Kurang dari tiga
Kurang dari tiga
Dalam novel Kurang dari tiga, Raka berjuang mempertahankan posisinya sebagai kekasih Cherry yang lebih memprioritaskan Nadia. Hubungan modern ini penuh konflik kecemburuan yang membawa mereka pada situasi tak terduga. Baca romance novel ini untuk melihat pilihan sulit dalam kisah lgbt book ini.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.