Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Kakak Iparku Ratu Iblis
Kakak Iparku Ratu Iblis

Kakak Iparku Ratu Iblis

8.9
/ 10
Dalam novel modern Kakak Iparku Ratu Iblis, seorang adik yang hamil enam bulan pulang demi mendonorkan sel untuk keponakannya yang sakit. Namun, kesalahpahaman fatal membuat kakak iparnya menyiksanya karena dikira selingkuhan. Baca novel online romantis yang penuh konflik keluarga ini.

Ringkasan Kakak Iparku Ratu Iblis

Demi menolong keponakannya yang menderita leukimia akut, seorang wanita hamil enam bulan pulang untuk tes kecocokan transplantasi. Namun, kakak iparnya justru salah paham dan menuduhnya sebagai selingkuhan suaminya. Memanfaatkan situasi sepi, sang kakak ipar mengunci dan menyiksanya secara kejam demi mempertahankan rumah tangga. Kebenaran tragis akhirnya terungkap saat sang kakak tiba membawa hasil tes yang ternyata cocok, menyisakan penyesalan mendalam bagi sang istri.
Selengkapnya

Kakak Iparku Ratu Iblis Bab 1

Putra tunggal kakakku menderita leukimia akut dan bayi dalam kandunganku menjadi satu-satunya harapan.

Setelah mendengar berita itu, aku langsung kembali ke negara asal dengan kandunganku yang berusia enam bulan untuk menjalani tes kecocokan transplantasi organ.

Kakak mengantarku ke rumah sakit untuk mengambil hasil tes kecocokan transplantasi organ. Akan tetapi, kakak iparku malah mengira diriku sebagai simpanan kakakku.

Dia memanfaatkan ketidakhadiran kakakku untuk mengunciku di kamar mandi, merobek pakaianku, dan menginjak perutku dengan kakinya sambil mencaci-maki diriku.

"Kamu merayu suamiku! Berani-beraninya kamu mengandung anaknya?"

"Putraku sedang sakit. Kamu buru-buru datang ke sini untuk pamer, 'kan?"

"Nggak ada seorang pun yang boleh merebut suamiku! Hari ini, aku akan menunjukkan kepadamu apa yang akan terjadi pada anak seorang simpanan!"

Sampai akhirnya kakak datang sambil membawa laporan hasil tes kecocokan transplantasi organ yang ternyata cocok, kakak iparku pun akhirnya menjadi hancur ….

Setelah mengetahui jika Dodo, putra kakakku yang berusia lima tahun menderita leukimia, aku pun buru-buru kembali ke negara asal dengan kandunganku yang sudah berusia enam bulan untuk menjalani tes kecocokan transplantasi organ.

Pagi ini, kakak menjemputku dengan mobil untuk mengantarku ke rumah sakit guna mengambil hasil tes kecocokan transplantasi organ. Jika tes kecocokan transplantasi organ ini hasilnya cocok, aku akan langsung dirawat di rumah sakit sampai bayiku lahir dan mendonorkan darah tali pusarnya untuk Dodo.

"Rossa, sejak Dodo sakit, aku dan kakak iparmu nggak bisa tidur nyenyak. Dodo itu segalanya bagi kakak iparmu. Kalau kakak iparmu kehilangan Dodo, dia nggak akan sanggup lagi untuk bertahan hidup."

"Kami benar-benar nggak punya pilihan lagi. Bayi dalam perutmu itu sekarang menjadi satu-satunya harapan untuk Dodo."

Melihat wajah lelah kakakku, aku merasakan kepedihan yang mendalam dan buru-buru memeluknya untuk menghiburnya.

"Jangan khawatir. Aku ini bibi kandung Dodo. Tes kecocokan transplantasi organ ini pasti hasilnya cocok."

Kakak menatapku dengan penuh rasa terima kasih. Setelah menemukan tempat yang nyaman untukku, kakak seorang diri pergi mengambil hasil tes kecocokan transplantasi organ itu. Aku duduk di lobi untuk beristirahat. Kemudian, suamiku meneleponku untuk menanyakan kabarku. Kami pun mengobrol santai.

"Hmm, aku dan bayinya baik-baik saja."

"Sayang, aku merindukanmu."

"Kamu harus menemaniku saat bayinya lahir …."

Sebelum aku bisa menyelesaikan kata-kataku, seorang wanita dengan diikuti dua sampai tiga orang wanita langsung mendatangiku dan menjambak rambutku. Rasa sakit seperti tercabik langsung terasa di kulit kepalaku. Agar bayiku tidak terluka, aku hanya bisa mengikuti arah tarikan wanita itu dan melindungi perutku dengan panik.

Wanita itu melemparku ke dalam bilik kamar mandi. Punggungku langsung terbentur dinding. Udara yang dingin dan lembab membuat sekujur tubuhku mati rasa dan perasaan takut mulai menyelimuti hatiku.

Wanita itu terlihat garang. Matanya seperti menyemburkan api saat menatapku.

"Dasar wanita murahan, putraku masih terbaring di ranjang rumah sakit. Kamu pikir kamu itu siapa? Berani-beraninya meminta suamiku menemanimu melahirkan?"

"Dasar wanita jalang, berani-beraninya merayu suamiku. Aku akan memberimu pelajaran."

Merayu apaan? Pria yang mana?

Berhubung sedang hamil, aku tidak menyesuaikan diri setelah kembali ke negara asalku ini. Aku terus berada di hotel dan tidak pernah keluar, kecuali saat melakukan tes kecocokan transplantasi organ ini. Selain itu, aku juga tidak pernah berhubungan dengan pria mana pun.

"Kamu pasti salah orang. Aku nggak mengenalmu."

"Salah orang? Aku melihat suamiku mengantarmu ke rumah sakit dengan mata kepalaku sendiri. Kalian bahkan berani berpelukan di depanku. Kamu sengaja datang ke rumah sakit ini cuma buat pamer, 'kan?" Wanita itu mencibir. "Aku kasih tahu, ya. Aku ini Hera Lingga, istrinya Yogi."

"Nggak ada yang bisa menghancurkan keluargaku!"

Aku terkejut. Yogi itu kakakku. Jika seperti itu, berarti wanita yang bernama Hera di depanku ini adalah kakak iparku.

Tadi, waktu kakakku mengantarku ke sini, kami memang benar-benar terlihat sedikit lebih akrab. Hera pasti tidak sengaja melihatnya. Jadi, ketika kemudian aku menelepon dan didengar oleh Hera, Hera mengira jika aku ini adalah simpanan kakakku dan yang kuajak bicara di telepon itu adalah kakakku. Dengan begitu, terjadilah kesalahpahaman.

Orang-orang di belakang Hera mulai membuat keributan. "Kak Hera, jangan lepaskan wanita murahan ini. Semua simpanan itu pantas mati!"

"Aku bukan simpanan. Aku Rossa Zubir. Aku ini … uhh." Aku mencoba membela diri.

Akan tetapi, sebelum aku bisa menyelesaikan kata-kataku, bagian belakang lututku sudah ditendang dengan keras. Kedua lututku menghantam lantai dengan begitu kerasnya. Kemudian, seseorang menjambak rambutku dan mendorong masuk kepalaku ke dalam toilet.

Aku tersedak sampai mataku memerah. Otakku berdengung. Perasaan takut tercekik datang menghampiriku. Namun, aku tidak berani berontak kuat-kuat.

Semua itu karena aku takut membahayakan bayiku. Darah tali pusar bayi dalam perutku ini adalah satu-satunya harapan Dodo keponakanku.

Akhirnya, mereka menjambak rambutku dan mengangkatku keluar dari air. Air toilet yang dingin dan bercampur dengan bau busuk membuatku merasa darah di tubuhku hampir membeku.

Aku menarik napas panjang-panjang dengan mulutku.

Namun, sebelum akal sehatku pulih, sebuah tamparan mendarat dengan keras di wajahku. Aku ditampar dengan begitu kerasnya hingga telingaku berdengung dan bibirku pecah, hingga aku merasakan darah di mulutku.

Sejak hamil, aku menjadi begitu berhati-hati. Aku takut akan membahayakan bayi yang kudapatkan dengan susah payah ini. Aku gemetar dan memeluk perutku. Namun, detik berikutnya, Hera menarik tanganku, menaruhnya di toilet dan memukulinya dengan kejam, dengan menggunakan tongkat.

"Ah!" Rasa sakit yang luar biasa membuatku tidak bisa menahan diri untuk tidak menjerit kesakitan.

Hera menatapku dengan garang. "Sakit, ya? Memang sakit. Itu supaya kamu ingat apa akibatnya menjadi wanita simpanan!"

Entah dari mana, Hera mengeluarkan pisau cutter dan mencengkeram daguku. "Sebentar lagi, akan ada yang lebih menyakitkan."

Aku menatap lekat-lekat pisau tajam itu dengan kedua mataku dan menggelengkan kepalaku dengan putus asa.

Ketika aku menyebutkan namaku tadi, Hera sama sekali tidak bereaksi. Jelas, dia benar-benar tidak mengenal nama Rossa. Apa yang harus kulakukan?

Hera perlahan mendekat dengan pisau cutter itu. "Simpanan dan anak simpanan, semuanya harus mati!"

Pada saat itu, terdengar ketukan di pintu dan aku mendengar suara kakakku.

"Rossa, apa kamu di dalam?"

"Kak!" Aku mencoba berteriak.

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Aku Tak Punya Siapapun Lagi
Aku Tak Punya Siapapun Lagi
Dalam novel romantis bernuansa misteri Aku Tak Punya Siapapun Lagi, seorang istri yang sekarat akibat gagal hati akut merelakan kuota pengobatannya demi adik angkatnya atas desakan sang suami. Baca novel online ini untuk mengungkap keputusannya menyerahkan segalanya sebelum ajal menjemput.
Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
Ketika ayah jarang pulang, aku hanya tinggal berdua dengan ibu tiri yang menganggapku anak sendiri—tapi kebiasaannya berpakaian seksi mengganggu pikiranku. Di tengah kisah cintaku pada Rania, teman SMA-ku, hubungan rumit ini mempertemukan aku pada godaan terlarang. Sebuah dark romance novel yang menegangkan tentang hasrat, keluarga, dan cinta yang tak semestinya. Baca gratis di PinesDramas.
Godaan Liar Sang Ustazah
Godaan Liar Sang Ustazah
Dalam romance modern berjudul Godaan Liar Sang Ustazah, seorang wanita menghadapi dilema moral dan rindu yang rumit. Kisah ini mengeksplorasi sisi gelap kehidupan dan pencarian jati diri. Temukan realita tersembunyi dalam web novel ini sebagai pilihan fiction books dewasa yang reflektif.
Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
Dalam novel romantis misteri Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku, seorang wanita dipaksa menyerahkan tunangannya di hari pernikahan demi kakaknya yang sekarat. Saat disekap orang tuanya agar tidak mengacau, ia justru dibunuh dengan kejam. Baca novel online gratis ini untuk mengungkap misteri tragisnya.
Istri yang Dihancurkan Mereka
Istri yang Dihancurkan Mereka
Dalam Istri yang Dihancurkan Mereka, seorang komposer kehilangan segalanya saat suami dan anaknya lebih memilih menyelamatkan wanita lain. Romance novel ini mengisahkan pengkhianatan pahit yang memicu aksi balas dendam. Baca kisah fiksi modern ini untuk melihat bagaimana ia menghancurkan sangkar mereka.
Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
Dalam novel romantis Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan, Cherish dikhianati saat Diego pergi di hari pernikahan mereka demi wanita lain. Baca Novel Online ini untuk melihat perjuangan Cherish mengakhiri hubungan di tengah penyesalan Diego yang memohonnya kembali.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.