Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Jangan Mencintaiku, Paman!
Jangan Mencintaiku, Paman!

Jangan Mencintaiku, Paman!

9.7
/ 10
Dalam romance modern Jangan Mencintaiku, Paman!, Ayu terjebak skandal dengan Hideki saat kabur dari mertua kejam. Sebagai web novel penuh konflik, ia harus memilih antara memperbaiki rumah tangga atau menghadapi rahasia kelam pamannya. Baca kisah fiksi ini di platform online novel.

Jangan Mencintaiku, Paman! Bab 1

“Kau tak lebih dari wanita mandul dan sakit-sakitan!” 

“Kau hanya memanfaatkan kekayaan kami dan uang Kaito untuk memperkaya diri!” 

“Tapi kau sendiri tidak berguna!” 

“Dasar wanita sial!"

Ayu menutup telinganya, sambil memejamkan mata. Berharap bisa memblokir ucapan keji yang diserukan ibu mertuanya. Tapi perbuatan itu percuma. Ucapan itu bukan sedang terjadi saat ini. Seruan jahat itu hanya ada dalam kepala Ayu. Meneror meski dirinya sedang tidak berada di rumah.

Saat sedang diam, memori Ayu dengan otomatis mengulang raut wajah murka dan juga kata-kata keji itu. Seperti rekaman drama buruk yang dengan terpaksa harus terus dilihat.

“Apa Anda baik-baik saja?” Supir taksi yang melihat Ayu menekuk tubuhnya dan menutup telinganya tentu khawatir. Takut jika tiba-tiba Ayu pingsan.

“Ya. Saya baik-baik saja.” Ayu menjawab dengan sopan, lalu memaksakan diri untuk tersenyum dan menegakkan tubuh, agar terlihat lebih normal.

“Tolong turunkan saya di rumah yang itu.” Ayu menunjuk rumah berpagar abu-abu dengan gerbang kayu dengan ornamen shinto yang antik.

Sekian lama melamun, ternyata taksi yang ditumpangi Ayu sudah sampai di rumah yang menjadi tujuannya.

“Di sini?” tanya supir taksi itu. Setelah berhenti tepat di depan gerbang.

“Benar. Arigatou gozaimasu” (Terima kasih)

Setelah menyerahkan ongkos taksi, Ayu turun dan merapatkan mantel. Angin larut malam saat musim gugur di Tokyo cukup menggigit. 

Ayu menatap gerbang rumah yang sudah hampir dua tahun ini tidak pernah dilihatnya, dengan penuh nostalgia. Itu adalah rumah tempatnya tumbuh. Ayu menekan bel yang terletak di samping plat nama bertuliskan Tanaka.  Nama itu juga menjadi nama belakang Ayu. Tapi sekarang tidak lagi, karena Ayu telah menikah. 

“Ya!” Terdengar sahutan, dan pintu gebang itu terbuka.

“Ayu!” Sambutan ceria membahana.

Seorang wanita yang berusia enam tahun lebih tua dari Ayu, memeluknya dengan hangat. Wajah wanita itu mengingatkan Ayu pada wajah ibunya. Karena memang wanita itu adalah adik bungsu dari ibunya, bibi Karin. 

Jarak umur Karin dan ibu Ayu memang cukup jauh. Jadi usia Karin lebih mendekati Ayu.

“Masuklah… Aku sudah menunggumu sejak tadi. Aku sudah khawatir kau tidak jadi datang.”

Karin mendahului, lalu menggeser pintu depan yang terbuat dari shoji ke samping. Rumah itu memang memiliki gaya tradisional Jepang, jadi hampir seluruh dinding rumahnya terbuat dari shoji, rangka kayu berlapis kertas transparan.

Ayu mengikutinya sambil tersenyum samar. Mendengar Karin berbicara memakai bahasa Indonesia membuat Ayu merasa hangat oleh rindu. Sudah sangat lama Ayu tidak mengobrol memakai bahasa ibunya itu.

Karin membawanya ke ruang tamu, memintanya duduk pada salah satu bantal yang tersedia. Ruang tamu itu juga bergaya tradisional, jadi Ayu duduk bersimpuh di samping meja kayu rendah yang mulus terpoles.

“Kau seharusnya meninggalkan rumah itu sejak lama, Ayu. Kau terlalu baik. Aku geram setiap kali mendengar kisahmu,” kata Karin, sambil mengelus bahu Ayu. Mengawali obrolan tanpa basa-basi.

Sudah beberapa lama ini Karin membujuk Ayu untuk meninggalkan Kaito—suaminya, tentu dengan alasan ibu mertuanya yang kejam itu. Tapi Ayu tidak sanggup mengambil keputusan seberani itu. Kini rasa sakit hati yang sejak tadi sebenarnya sudah tertahan, kembali muncul karena sentuhan simpati itu. Penghiburan dan kasihan itu, memancing air mata Ayu.

“Aku masih mencintainya,” bisik Ayu di antara isakan.

“Ck, aku tidak yakin pria itu masih mencintaimu.” Karin terdengar kesal, tapi Ayu tidak memiliki pembelaan kali ini, karena bisa jadi hal itu benar.

Ayu selalu menimbang dan menunda karena tidak ingin pernikahannya berakhir begitu saja, tidak ingin cintanya kandas.

Tapi hari ini Ayu tidak tahan lagi. Ibu mertuanya kembali menghina dan terus mencaci ketika mengetahui Ayu tidak juga hamil untuk kesekian kali.

Ayu masih mencoba bertahan dan mendengar dalam diam seperti biasanya. Namun, keinginan Ayu untuk bertahan goyah, saat melihat bagaimana Kaito—yang saat itu ada di rumah—hanya bisa memandang saja saat ibunya dengan keji terus memuntahkan cacian.

Ayu sudah tidak pernah berharap ibu mertuanya akan berhenti untuk menghina, tapi Ayu masih berharap Kaito akan membela. Harapan semu yang berakhir mengenaskan. Kaito sama sekali tidak membelanya.

Sikap diam Kaito lebih menyakitkan daripada hinaan yang diterimanya. Ayu selama ini merasa sudah lebih banyak diam, dan tidak pernah menyakiti hati Kaito. 

Luka itu yang membuat Ayu menerima penawaran Karin, yang menyuruhnya untuk sementara kembali ke rumah ini. Untuk sementara menenangkan diri dan berpikir langkah apa yang harus diambil. Selain karena permintaan Karin, Ayu memang merasa aman di rumah ini. Ini adalah rumah tempatnya tumbuh—rumah milik pamannya, Hideki.

Karin adalah adik dari ibu kandungnya, yang berasal dari Indonesia, sedang Paman yang membesarkan Ayu adalah adik dari ayahnya, yang berasal dari negara ini---Jepang. Ayu menikah dua tahun lalu, lalu Karin menikah dengan pamannya setahun lalu dan pindah ke sini.

Karena itu, meski jarang berkunjung, Ayu masih menganggap tempat ini rumah yang menampung dua orang keluarganya yang tersisa.

“Ini. Minumlah,” kata Karin, sambil meletakkan segelas susu hangat di hadapan.

Air mata Ayu sudah berhenti, dan Karin kembali mengelus lengannya. “Kita lebih baik bicara lagi besok. Kau minum susu ini, dan istirahatlah. Aku sudah menyiapkan kamar.”

Ayu mengangguk, dan meminum susu yang disediakan oleh Karin. Susu itu hangat, Ayu merasa nyaman. Dan setelahnya Ayu merasa lelah dan mengantuk. Ayu tidak menyadari jika tubuhnya sangat lelah. Keputusan besar untuk meninggalkan Kaito—meski hanya untuk sementara, rupanya menguras tenaga.

“Terima kasih, karena sudah menerimaku,” kata Ayu, saat membantu Karin menyiapkan tempat tidur untuknya.

Karin menggelar futon (kasur lipat) di salah satu kamar di rumah itu, dan Ayu sudah tidak peduli. Mata Ayu sudah mulai berat, tubuhnya terasa limbung.

“Tidak perlu sampai seperti itu. Kau adalah keponakanku yang manis.” Karin tersenyum, sambil menyerahkan gaun tidur untuk Ayu.

Karena tidak ingin mengundang kecurigaan mertuanya, saat keluar rumah tadi Ayu memang hanya membawa tas kecil. Tidak membawa baju apa pun. Karin meyakinkan Ayu agar tidak memikirkan itu, dan berjanji akan menyediakan semua keperluannya, asalkan datang ke sini.

Ayu melepaskan bajunya, tapi nyaris sudah tidak mampu. Tubuhnya benar-benar lemas oleh kantuk, dan anehnya Ayu merasa gerah, padahal suhu malam ini dingin. Ayu tidak ingat bagaimana, yang jelas dia akhirnya berbaring dan tertidur atas futon itu.

***

Hide membuka pintu kamarnya dan mengerutkan kening, karena hidungnya mencium aroma wangi yang tidak biasa. Menyengat dan kepalanya menjadi lebih ringan dengan tiba-tiba. Tapi Hide tidak bisa melihat dari mana asal aroma itu karena kamarnya gelap.

Hide tidak berpikir panjang, hanya menganggap jika aroma itu adalah pewangi ruangan yang dibeli oleh Karin. Dia membuka jas dan juga kemeja seperti biasa sambil melirik tubuh yang tertidur di atas futon. Setelah membersihkan diri, Hide menggelar futon yang lain dan berbaring di samping tubuh yang tertutup selimut itu.

Ini rutinitas biasa. Yang tidak biasa adalah aroma wangi itu, Hide merasa kepala dan tubuhnya semakin mengambang. Hide mencoba memejamkan mata, tapi tiba-tiba ada tubuh bergerak merapat.

“Kau mau apa?” Hide bertanya dengan suara serak karena mengantuk dan pusing. Tidak ada jawaban tapi terdengar suara desahan dan tubuh yang ada di sampingnya kini mengulurkan tangan dari balik selimut dan memeluk tubuhnya.

“Lepaskan!” Hide membentak, sambil menurunkan tangan yang ada di perutnya. Tapi satu detik kemudian, tangan itu kembali dan memeluknya semakin erat. Hide biasanya akan menolak dengan lebih tegas, tapi kepalanya yang seolah berkabut, membuat Hide melakukan hal yang tidak biasa.

Dia membalik wanita yang memeluknya, dan bergerak naik ke atas tubuhnya. Hide mengelus wajah wanita yang ada di bawahnya,

"Karin, ada apa denganmu?" gumam Hide. Berpikir jika wanita itu adalah Karin.

Desahan terdengar saat Hide mengelus leher dan juga merabanya, dan saat itu Hide menyadari jika sosok yang dia sentuh bukanlah Karin. Melawan pusing, Hide bangkit menghidupkan lampu. Mata Hide yang berwarna gelap melebar saat melihat tubuh yang kini terbaring pasrah—dengan baju berantakan, yang ternyata bukan istrinya.

“Ayumi?” Hideki mendesiskan nama lengkap Ayu, dengan nada tidak percaya.

“Bagaimana kau bisa ada di sini?” Hide bergumam, dengan mata nanar. Memandang Ayu yang kini menggeliat dan mencoba membuka gaun tidur yang sudah berantakan itu.

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Cinta Dalam Hati
Cinta Dalam Hati
Dalam novel Cinta Dalam Hati, Tania, pengacara berani yang melawan mafia perdagangan manusia, terjebak perjodohan paksa dengan rival masa kecilnya, Yudi. Simak aksi seru dan intrik dalam romance modern ini. Baca kisah selengkapnya di web novel ini sekarang!
CINTA DI MUSIM SEMI
CINTA DI MUSIM SEMI
Dalam novel CINTA DI MUSIM SEMI, David dan Arina berjuang menyatukan visi hidup mereka di tengah dinamika modern. Romance novel ini mengeksplorasi cara mereka saling memahami demi mempertahankan kebahagiaan. Temukan kisah mereka melalui platform read novels online gratis sekarang.
Dewa Itu Adalah Patungku
Dewa Itu Adalah Patungku
Dalam Dewa Itu Adalah Patungku, Melinda merawat patung beruang yang ternyata inkarnasi dewa perkasa. Web novel bergenre fantasy romance ini mengikuti transformasi sang dewa saat Melinda dewasa, memicu ketegangan dan takdir baru. Baca fiction fantasy novels ini untuk mengungkap misteri di baliknya.
Dinodai keluarga suami
Dinodai keluarga suami
Dalam romance novel Dinodai keluarga suami, Anisa Rahma terjebak di rumah Seno Bagaskara. Di tengah kemewahan billionaire romance books ini, ia harus menghadapi ancaman dari ipar dan adik suaminya sendiri. Akankah Anisa mampu bertahan dari pengkhianatan ini? Baca selengkapnya di webnovel ini.
Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
Dalam Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan, Mira Aditya terjebak perjodohan pahit dengan Rafiq Jaya yang memiliki istri rahasia. Menghadapi pengkhianatan di modern novel ini, Mira harus memilih antara bertahan atau mencari kebebasan. Baca kisah selengkapnya di romance novel penuh intrik ini.
PERNIKAHAN JEBAKAN: RAHASIA SUAMIKU
PERNIKAHAN JEBAKAN: RAHASIA SUAMIKU
Dalam PERNIKAHAN JEBAKAN: RAHASIA SUAMIKU, Elena mengungkap motif gelap Samuel, sang CEO hotel. Ternyata, peran suami sempurna hanyalah strategi licik untuk memanfaatkannya. Simak kisah billionaire romance novels ini di webnovel untuk melihat konsekuensi dari pengkhianatan besar tersebut.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.