Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Istriku Berasal Dari Kerajaan Medang
Istriku Berasal Dari Kerajaan Medang

Istriku Berasal Dari Kerajaan Medang

9.1
/ 10
Dalam novel Istriku Berasal Dari Kerajaan Medang, Kirana terlempar 1024 tahun ke masa depan. Bersama Yodha, ia harus bertahan hidup di dunia modern yang asing. Ikuti kisah fantasy romance ini dalam web novel seru yang memadukan elemen adventure dan sci fi novels bagi pembaca setia.

Ringkasan Istriku Berasal Dari Kerajaan Medang

Kirana Ayu Wening, seorang gadis dari Kerajaan Medang, terlempar melintasi waktu sejauh 1024 tahun ke masa depan yang asing baginya. Di tengah kebingungan melihat peradaban modern yang tak ia kenali, takdir mempertemukannya dengan Yodha. Pria yang baru saja patah hati ini memutuskan untuk menolong Kirana dan membantunya beradaptasi di dunia baru. Meski penuh rintangan, keduanya kini harus menghadapi suka, duka, serta rasa haru dalam perjalanan hidup yang tak terduga.
Selengkapnya

Istriku Berasal Dari Kerajaan Medang Bab 1

"Ibu, aku akan mencari kayu bakar di hutan untuk nanti malam," ucap seorang gadis berambut panjang hitam yang diikat rapi dengan tali pita biru. Wajahnya ceria, dan ia mengangkat sebuah keranjang rotan yang sudah sedikit usang namun masih kokoh untuk menyimpan kayu bakar.

"Sudah waktunya, ya? Baiklah, sekalian tolong bawakan bekal untuk ayahmu di sawah juga, Kirana," jawab ibunya sambil tersenyum lembut, tangannya lincah mengemas nasi dan lauk pauk sederhana ke dalam bungkusan daun pisang.

"Baik, Bu!" jawab gadis yang bernama Kirana itu. Ia mengambil bekal makanan yang telah disiapkan oleh ibunya, lalu memasukkannya ke dalam keranjang. Setelah berpamitan dengan ibunya, Kirana melangkah keluar dari rumah, melewati pintu kayu yang berderit halus.

Perjalanan menuju sawah milik mereka sedikit agak jauh dari rumah, tetapi Kirana menikmati setiap langkahnya. Jalan setapak yang ia lalui diapit oleh pepohonan hijau dan semak-semak yang penuh dengan bunga liar berwarna-warni. Suara burung-burung berkicau riang di atas dahan, sementara angin lembut berhembus menerpa wajahnya, mengibarkan beberapa helai rambut yang lolos dari ikatan. Ia merasa senang dan bebas, dan sesekali ia menendang batu-batu kecil di jalan sambil bersenandung pelan.

"Inilah yang namanya kehidupan damai!" gumamnya, matanya berbinar melihat pemandangan alam yang asri dan tenang. Hatinya dipenuhi rasa syukur atas kebahagiaan sederhana yang ia miliki.

Setelah beberapa lama berjalan, Kirana tiba di sawah milik keluarganya. Sawah itu tidak terlalu besar, tapi cukup untuk mencukupi kebutuhan keluarganya sehari-hari. Padi yang mulai menguning bergoyang lembut diterpa angin, menciptakan gelombang kecil di atas lautan hijau dan emas.

Ia berjalan menuju tempat ayahnya berada. Dari kejauhan, ia bisa melihat seorang lelaki yang sedang duduk di saung kecil di tengah sawah itu, sosok yang sangat ia kenal. Ayahnya tampak sedang beristirahat, topi capingnya dilepas dan diletakkan di sampingnya. Wajahnya yang berpeluh menunjukkan kelelahan setelah bekerja seharian.

"Ayah!" panggil Kirana sambil melambaikan tangan. Ayahnya menoleh dan tersenyum lebar saat melihat putrinya mendekat.

Laki-laki itu menoleh ke arah asal suara tersebut. “Ini, aku membawakan bekal untuk Ayah.”

Laki-laki itu tersenyum. “Akhirnya... ini yang sudah Ayah tunggu-tunggu, perut Ayah sudah mulai keroncongan,” jawabnya sambil memegang perutnya.

“Maaf, hari ini sedikit terlambat karena aku harus membantu Ibu terlebih dahulu memotong kayu bakar untuk memasak.”

“Tak apa, Ayah sudah tahu itu dan tak perlu meminta maaf, Kirana.”

“Baiklah Ayah, aku harus pergi untuk mengumpulkan kayu bakar untuk malam nanti. Silakan nikmati makananmu dan ingat untuk pulang tepat waktu.”

Setelah berkata demikian, ia pun mulai berjalan menjauh dari sawah menuju hutan yang tidak jauh dari sawah milik keluarganya.

Saat di dalam hutan, Kirana sengaja tidak memasukinya terlalu dalam karena ia tahu di dalam hutan tersebut hidup beberapa harimau yang kadang keluar untuk memangsa ternak milik warga desa. Sembari bersenandung kecil, ia mulai memungut batang maupun ranting pohon yang sudah jatuh dan kering di tanah.

“Ini... belum cukup sama sekali untuk kami pakai nanti malam,” ucapnya, melihat keranjang kayu bakarnya baru terisi sangat sedikit.

“Aku tahu kalau masuk lebih dalam lagi akan berbahaya bagiku, tapi kayu bakar ini masih belum cukup.”

Ia merasa bimbang dan merasa tak enak kepada orang tuanya jika membawa sedikit kayu bakar, pasalnya saat ini sudah masuk musim hujan dan malam hari akan terasa sangat dingin jika hujan turun. Belum lagi jika kayu bakar yang ia bawa dalam keadaan basah akibat seringnya hujan, akan sangat sulit untuk menggunakannya.

“Baiklah, untuk hari ini saja aku akan masuk sedikit lebih dalam ke hutan ini!” katanya dengan tekad yang bulat.

Dengan tekad yang sudah bulat, ia berjalan menuju hutan untuk memasukinya lebih dalam lagi. Memang jaraknya agak jauh, tapi sepertinya keputusan yang ia buat itu membuahkan hasil. Di pedalaman hutan itu, ia menemukan banyak sekali ranting dan batang pohon yang bisa ia jadikan kayu bakar.

Layaknya menemukan harta karun, matanya berbinar-binar sembari mulai memunguti satu persatu kayu-kayu itu dengan bersenandung senang. Wajahnya sumringah kegirangan karena dalam waktu yang tidak terlalu lama, keranjang yang ia bawa sudah sangat penuh berisikan kayu bakar.

“Sudah kuduga! Keputusanku untuk masuk lebih dalam itu memang benar!” Ia mengepalkan tangannya sembari tersenyum gembira.

Setelah itu, ia memutuskan untuk mencari tempat guna istirahat sejenak di tempat itu karena merasa sedikit kelelahan. Tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang, ia menemukan sebuah pohon besar yang rindang lalu ia memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon rindang itu.

Di tempat itu, ia duduk dengan mensejajarkan posisi kakinya dengan lurus sembari memijat-mijatnya karena merasa sedikit keletihan. Tanpa terasa waktu berlalu dan ia tertidur di bawah pohon itu.

***

Tiba-tiba saja, Kirana terbangun dari tidur singkatnya itu. “Gawat! Sudah berapa lama aku tertidur?!”

Dengan tergesa-gesa, ia segera merapikan kayu bakarnya dan segera pergi dari tempat itu. Namun tiba-tiba saja langkahnya terhenti saat pandangannya menangkap sesuatu yang sangat tak asing baginya.

Kini di hadapannya, seekor harimau yang sangat besar tengah melihatinya.

“Apakah ini akhir dari hidupku?” gumamnya dengan rasa ketakutan yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Gemetar, takut, dan rasa tidak berdaya seketika menyelimuti gadis itu.

Selama beberapa detik, ia hanya berdiri diam saja sembari menunggu harimau besar itu pergi. Namun dari pandangan harimau itu, terlihat jelas bahwa ia telah menemukan mangsa di hadapannya.

Harimau itu pun tidak beranjak dari tempatnya dan terus menatap Kirana yang ada di hadapannya. Dengan sisa-sisa keberanian, Kirana melemparkan kayu bakar yang ia kumpulkan dengan keras ke arah harimau besar itu dan lari sekencang mungkin ke arah luar dari hutan.

Seakan tidak terpengaruh oleh lemparan kayu bakar, harimau besar tersebut dengan cepat berlari mengejarnya. Tak ingin kehilangan mangsanya, harimau besar itu berusaha mengejar dan menerkamnya. Entah keberuntungan apa yang dimiliki Kirana, ia berkali-kali lolos dari terkaman harimau besar tersebut.

Tubuhnya terluka dan pakaiannya terlihat agak compang-camping karena Kirana selalu menerjang ranting dan dedaunan pohon-pohon besar di dalam hutan itu. Saat tenaganya hampir habis dan ia sudah tak kuat lagi berlari, ia dihadapkan dengan sebuah tebing yang curam.

Ia tertawa kecil sambil melihat harimau besar itu yang sekarang sudah berada tak jauh dari hadapannya. “Ini adalah benar-benar akhir dari hidupku... Ayah, Ibu, mohon maafkan putri kalian ini!”

Kirana pun memutuskan untuk melompat dari atas tebing yang tinggi itu. Tubuhnya terguling-guling dari atas tebing menuju ke arah sungai yang ada di bawahnya. Sesekali tangannya mencoba meraih batang pohon kecil atau tanaman rambat yang ada di sekitarnya demi mencoba selamat dari kejatuhan itu.

Namun, malang, cengkeramannya tidak ada yang berhasil mengenai benda apapun hingga akhirnya ia terguling sampai tercebur ke dalam sungai itu. Anehnya, ia masih selamat dari kejadian itu dan sempat mencoba berenang menuju pinggir sungai.

“Rupanya Tuhan masih memberikanku kesempatan untu—”

Kirana pun tak sadarkan diri saat sudah menepi di pinggir sungai.

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Akulah Cintamu
Akulah Cintamu
Dalam novel modern Akulah Cintamu, Kayra berjuang menghidupi anaknya setelah suaminya hilang misterius. Takdir mempertemukannya dengan Damar, pria yang membencinya akibat rahasia masa lalu. Ikuti kisah romance novel ini tentang penebusan dan perjuangan mencari kebahagiaan sejati.
Dari Saingan Menjadi Ipar
Dari Saingan Menjadi Ipar
Dalam novel romance Dari Saingan Menjadi Ipar, Josie Watson bertekad menceraikan Laurence Andrews yang terus menghinanya demi Rosalie Harris. Di tengah konflik modern novel ini, Josie tidak menyadari bahwa kakak Rosalie diam-diam mendesaknya pergi. Temukan kisah lengkapnya di web novel ini.
DOSEN ITU SUAMIKU
DOSEN ITU SUAMIKU
Dalam novel modern DOSEN ITU SUAMIKU, Bunga harus menghadapi realita saat Ezza, suaminya, tiba-tiba mengajar di kampusnya. Temukan rahasia di balik kehadirannya dalam romance novel ini. Baca kisah lengkapnya di platform web novel kami sekarang.
Jangan bermain-main dengan saya
Jangan bermain-main dengan saya
Dalam novel Jangan bermain-main dengan saya, seorang gadis dijual oleh ayahnya dan terpaksa menghadapi takdir sebagai istri pengedar narkoba. Ikuti kisah mafia penuh risiko ini melalui web novel yang menyajikan pilihan sulit antara kesetiaan dan pelarian dalam dunia romance stories.
Menaklukkan Duda Dingin
Menaklukkan Duda Dingin
Dalam Menaklukkan Duda Dingin, Amber Lim terjebak di hutan beku demi mencari desainer misterius. Ia harus bertahan hidup bersama pria antisosial yang membenci wanita. Akankah ia selamat? Baca romance novel dan mystery story ini di webnovel, platform pilihan untuk read books online free.
P. S. I LOVE YOU
P. S. I LOVE YOU
Dalam novel P. S. I LOVE YOU, Cyra terjebak kesalahpahaman dengan Felix, CEO kejam yang menghancurkan harga dirinya. Di tengah ambisi dan pengabdian, ia harus memilih antara bertahan atau bebas. Baca billionaire romance novels ini sebagai pilihan utama bagi pencinta romance stories.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.