Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
ISTRI KECILKU YANG MENGGEMASKAN
ISTRI KECILKU YANG MENGGEMASKAN

ISTRI KECILKU YANG MENGGEMASKAN

9.3
/ 10
Dalam romance novel ISTRI KECILKU YANG MENGGEMASKAN, Mahardika harus menikahi Eka Maheswari demi wasiat keluarga. Meski terpaut usia sembilan tahun, ia harus membimbing istrinya yang kekanak-kanakan. Temukan dinamika pernikahan mereka di webnovel modern ini melalui layanan read books online free.

Ringkasan ISTRI KECILKU YANG MENGGEMASKAN

Mahardika terjebak dalam desakan sang kakek untuk segera meminang Eka Maheswari. Pernikahan ini menjadi jembatan bagi keluarga Wijaya dan Saputra yang telah lama membina hubungan erat. Namun, tantangan besar muncul karena perbedaan usia mereka yang mencapai sembilan tahun. Mahardika kini harus ekstra sabar dalam membimbing serta menghadapi kepribadian Eka yang masih sangat kekanak-kanakan. Bagaimanakah dinamika unik perjalanan rumah tangga mereka berdua ke depannya?
Selengkapnya

ISTRI KECILKU YANG MENGGEMASKAN Bab 1

"Mau pergi kemana kamu?" tanya pria paruh baya, yang seluruh rambutnya sudah memutih itu, pada seorang pemuda tampan tiga puluh tahun yang rapi dengan setelan jas hitam, dasi kupu-kupu dan celana panjang warna senada.

Pemuda bernama Mahardika itu, menghentikan langkahnya sembari menghela napas panjang, "ya, apa lagi kakek, selain ke kantor. Aku harus menghadiri rapat penting dengan beberapa petinggi perusahaan. Rapatnya akan dimulai satu jam lagi."

Mahardika melihat arloji yang melingkar di lengan kirinya. Keningnya sedikit mengerut karena jalanan pasti akan sangat ramai di jam-jam segini.

"Duduklah! Ada hal penting yang ingin kakek bicarakan denganmu," pinta pria tujuh puluh lima tahun itu, mengiba.

Mahardika mengangguk pelan. Padahal ia ingin menolak. Namun, diurungkannya karena yang meminta adalah sang kakek.

"Sebenarnya, apa yang ingin kakek bicarakan denganku?" Kini giliran Mahardika yang bertanya.

"Batalkan, rapat itu!" tegas pria paruh baya itu, tanpa berkedip.

"Dibatalkan, maksud kakek?" Mahardika menaikkan sebelah alisnya setengah terkejut.

"Iya, setiap hari kau selalu saja sibuk dengan pekerjaan. Tidak pernah ada waktu untuk keluarga dan memikirkan masa depanmu. Apa kau tidak ingin berkeluarga?"

Pria paruh bayar bernama lengkap Bambang Wijaya itu, bertanya dengan nada serius. Menyandarkan kepalanya ke belakang sambil melipat kedua tangan di dada.

Mahardika kembali menghela napas panjang, "aku belum siap berkeluarga. Aku masih ingin mengembangkan usaha keluarga kita." Kemudian dia beranjak bangun.

Mahardika sudah bisa menebak arah pembicaraan ini dan tidak ingin melanjutkannya. Dia mengancingi jasnya, hendak pergi.

"Duduk kamu!" titah Bambang, tegas.

"Sudahlah, Kakek. Jangan lanjutkan obrolan ini. Mahardika sedang tidak ingin membahas apa pun mengenai jodoh." Helaan napasnya sangat panjang dan berat.

Seketika senyuman memudar dari wajah tampan nan rupawan itu. Suasan hatinya berubah tidak enak sekarang.

"Tapi, kamu harus menikah, Nak. Usiamu sudah tiga puluh tahun. Sampai kapan kamu akan sendiri, sedangkan ayah dan bundamu sudah ingin menggendong cucu. Kekek pun, ingin melihatmu ada yang mengurus," kata Bambang Wijaya sedikit bergetar suaranya.

Lagi-lagi, Mahardika membuang napas berat. "Bukankah kakek pernah mengatakan, kalau jodoh akan datang dengan sendirinya. Lantas, mengapa Dika harus mencari, jikalau dia bisa datang sendiri?"

Bambang Wijaya menepuk keningnya. Tidak habis pikir dengan pola pikir cucu kesayangannya itu. Mahardika memang pandai di dunia bisnis, terbilang sangat sukses, tapi caranya mengartikan ucapan orang tua, sangatlah payah.

"Terserah padamu saja, tapi kakek ingin hari ini kau membatalkan seluruh agendamu!" tegas Bambang Wijaya tanpa bisa diganggu gugat.

"Alasannya?" Mahardika mempertanyakan keinginan kakeknya.

"Karena kita semua akan pergi melamar."

"Ngelamar? Kakek ingin kita ngelamar di perusahaan mana lagi? Kita sudah memiliki banyak perusahaan di beberapa kota. Perkebunan kelapa sawit dan tambang batubara," jawab Mahardika polos.

Kembali Bambang Wijaya menepuk keningnya sambil geleng-geleng kepala. Dia mengikis jarak. Kini posisinya dengan Mahardika kurang dari atau meter. Saking gemasnya dengan kepolosan sang cucu, Bambang Wijaya pun menyentil kening Mahardika.

"Aduh kakek, sakit," keluh Mahardika spontan sambil mengusap keningnya.

"Melamar, bukan ngelamar. Maksudnya melamar seorang gadis." Pria paruh baya itu merapatkan gigi-giginya karena gemas plus kesal dalam satu waktu.

Mahardika diam sejenak. Kalimat terakhir Kakeknya perlu ditelaah lebih lama.

"Kamu tuh, sudah dewasa, Dika. Sudah seharusnya kamu berumah tangga. Dulu, ayah kamu menikah di usia 25 tahun, sedangkan kamu tiga puluh tahun, belum memiliki pendamping. Ayah dan Bunda sudah sama-sama sepakat untuk menikahkan kamu dengan Eka ..."

"Eka, anaknya Om Teguh Saputra?" sahut Mahardika cepat, mengarahkan pandangannya pada sosok wanita cantik, yang datang dari arah dapur.

"Bunda mau, kamu bertemu Eka hari ini karena pernikahan kalian sudah ditetapkan," ucap wanita yang akrab disapa bunda tersebut.

Mahardika tidak mengiyakan, tapi tidak juga menolak. Diam seperti patung batu untuk beberapa saat.

***

Balaraja, Tangerang Banten.

Kediaman keluarga Saputra. Keluarga sederhana yang memiliki rumah makan cukup terkenal di kawasan Balaraja.

Rumah dengan lantai dua dan memiliki halaman luas yang ditumbuhi banyak pepohonan dan tanaman hias itu, membuat siapa pun yang melihatnya merasa tenang.

"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh," ucap Bambang Wijaya dan keluarga saat berdiri di depan pintu.

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," balas Teguh Saputra, berdiri tepat di bibir pintu.

"Kalian masuk saja duluan. Aku harus terima telpon dulu. Tidak lama. Lima menit saja," kata Mahardika, di sela-sela sambutan hangat.

Dia tidak bisa mengabaikan sambungan telepon satu ini karena menyangkut proyek besar yang sedang dikerjakannya.

Bambang Wijaya geleng-geleng kepala. Selalu saja seperti itu. Sambungan telpon datang diwaktu yang tidak tepat.

Setelah itu, Sang tuan rumah segera membersihkan tamu spesial itu untuk masuk.

"Ayo, silahkan duduk. Mohon maaf keadaannya seperti ini," ucap Teguh, merendah.

Bambang Wijaya, Frans dan Annata duduk di sofa yang ada di sana. Tak henti-henti senyuman terukir di wajah masing-masing. Kedatangan mereka, semata-mata untuk melamar anak bungsu dari keluarga Saputra.

Sementara itu, Mahardika yang belum masuk ruangan lantaran harus menerima sambungan telpon terlebih dahulu, tampak menyudahi pembicaraannya dengan seseorang yang jauh di sana.

Saat berbalik badan, Mahardika melihat ada sosok gadis mungil, memakai kaos lengan panjang dan celana jins itu, sedang berjalan mengendap-endap di antara pohon mangga dan pohon jambu. Gerak geriknya yang mencurigakan sungguh memantik rasa penasaran Mahardika.

Kening Mahardika mengerut, lantaran dia mengenal gadis tersebut. Wajahnya tidak asing, meskipun sudah lama tidak bertemu.

"Mau pergi kemana dia? Mengapa gayanya seperti musang yang hendak menerkam ayam warga?" gumam Mahardika terheran-heran.

Demi menjawab rasa penasarannya, Mahardika berlari guna mengikuti gadis tersebut.

Tepat saat di depan gerbang, gadis itu menghentikan langkahnya. "Di mana kuncinya." Dia merogoh-rogoh tas selempang warna biru itu.

"Apa yang sedang kamu lakukan di sini?" ucap Mahardika mengejutkan.

Gadis mungil itu, terperanjat. Bahunya sampai bergerak sedikit. Dia berbalik badan. Aksinya ternyata sudah diketahui seseorang. Padahal dia sudah memastikan, keadaan sepi. Hari ini memang cukup sial baginya.

"Apa yang Om Dika lakuin di sini?" tanya gadis itu, polos.

"Ah, Om? Siapa yang kamu panggil Om?" Mahardika mengerutkan keningnya.

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Aku Tak Punya Siapapun Lagi
Aku Tak Punya Siapapun Lagi
Dalam novel romantis bernuansa misteri Aku Tak Punya Siapapun Lagi, seorang istri yang sekarat akibat gagal hati akut merelakan kuota pengobatannya demi adik angkatnya atas desakan sang suami. Baca novel online ini untuk mengungkap keputusannya menyerahkan segalanya sebelum ajal menjemput.
Gadis 100 juta (fatamorgana)
Gadis 100 juta (fatamorgana)
Dalam romance novel Gadis 100 juta (fatamorgana), Daiva terpaksa menjual kehormatannya pada Keyko demi menyelamatkan adiknya. Namun, kemunculan Damian menciptakan persaingan cinta yang rumit. Baca kisah modern novel ini untuk melihat pilihan hidup Daiva di platform web novel kami.
Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
Dalam Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu, Angela nekat mengandung anak Jeremy meski hanya diperalat. Demi bayi mereka, ia melarikan diri dari miliarder kejam itu. Temukan kisah seru ini di billionaire romance novels kami, pilihan tepat bagi pembaca romance stories yang mencari drama.
I Fall Endlessly
I Fall Endlessly
Dalam novel I Fall Endlessly, Neva Zetrix berjuang mempertahankan bayinya di hadapan Brian Anderson. Kisah romance novel ini mengikuti pengorbanan Neva menghadapi sang konglomerat dalam balutan billionaire romance books yang penuh tekanan hidup dan pilihan sulit di dunia modern.
Jangan bermain-main dengan saya
Jangan bermain-main dengan saya
Dalam novel Jangan bermain-main dengan saya, seorang gadis dijual oleh ayahnya dan terpaksa menghadapi takdir sebagai istri pengedar narkoba. Ikuti kisah mafia penuh risiko ini melalui web novel yang menyajikan pilihan sulit antara kesetiaan dan pelarian dalam dunia romance stories.
Menaklukkan Duda Dingin
Menaklukkan Duda Dingin
Dalam Menaklukkan Duda Dingin, Amber Lim terjebak di hutan beku demi mencari desainer misterius. Ia harus bertahan hidup bersama pria antisosial yang membenci wanita. Akankah ia selamat? Baca romance novel dan mystery story ini di webnovel, platform pilihan untuk read books online free.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.