Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Ikatan Hati
Ikatan Hati

Ikatan Hati

8.9
/ 10
Dalam novel modern Ikatan Hati, kediaman Bimantara gempar akibat penemuan bayi bernama Abian. Adrian harus menghadapi misteri identitas sang anak dan mencari tahu siapa orang tuanya. Ikuti kisah penuh teka-teki ini dalam romance novel terbaru yang tersedia di platform web novel.

Ringkasan Ikatan Hati

Kehebohan melanda kediaman Bimantara saat sesosok bayi laki-laki bernama Abian ditemukan tergeletak di depan pintu. Sebuah pesan singkat yang menyertainya mengklaim bahwa bayi tersebut adalah darah daging Adrian Bimantara. Kejadian ini sontak memicu kegemparan besar bagi seluruh anggota keluarga. Di tengah situasi yang kacau, Adrian harus menghadapi tuduhan tersebut. Siapakah sebenarnya Abian? Siapa sosok ibu yang meninggalkannya? Misteri asal-usul ini mulai menguji ikatan keluarga mereka.
Selengkapnya

Ikatan Hati Bab 1

Abian Bimantara. Anak kamu, Adrian Bimantara.

Oke. Ini mengejutkan.

“Hah?!” Seluruh anggota keluarga Bimantara serentak melongo setelah membaca sebaris kalimat yang tertulis di kertas yang mereka temukan dalam box dimana baru saja mereka menemukan sesosok bayi laki-laki gembul berkulit putih yang menjadi ciri khas keluarga Bimantara–rata-rata memang mempunyai kulit yang putih bersih. Entah laki-laki atau perempuan.

Tuan serta nyonya dan si sulung di kediaman Bimantara langsung mengalihkan pandangan pada si putra bungsu yang juga berada di tempat kejadian perkara dengan tatapan heran sekaligus menyelidik.

Adrian Bimantara dikenal sebagai anak pendiam. Meski begitu, dari kecil hingga dewasa dia tak pernah melakukan hal-hal yang dapat menggunjing keluarga. Anak yang patuh, berbakti, selalu mengedepankan pendidikan hingga dia berhasil menduduki kursi menejer di perusahaan milik keluarga Bimantara. Dia tak punya waktu–atau tak terlalu suka–terlibat dengan seseorang untuk urusan perasaan.

Bisa dikatakan si bungsu fokus pada karir daripada menjalin hubungan dengan seseorang. Walau banyak wanita yang menaruh hati dan berusaha merebut perhatiannya, Adrian tetap tak acuh. Dan lelaki yang sempat dikira aseksual–oleh keluarganya–tiba-tiba memiliki anak?

Hah? Kapan buatnya?!

“Nggak!” pungkas si bungsu merengut. Tidak terima. “Mungkin aja itu bayinya kakak!”

“Enak aja!” Adnan pun tak terima, “Jelas-jelas nama kamu yang ada di sini. Sekarang jelasin sama kami. Kamu hamilin siapa?”

Arah tatapan pasangan Bimantara senior masih terarah pada si bungsu. Ditambah pertanyaan menohok Adnan tadi. Ketiganya berpikir bila Adrian tidak mau bertanggung jawab maka bayi gelap ini dikirim kemari. Untuk membuktikan bila si bungsu Bimantara bersalah.

Hmph.

Tidak ada penjelasan lebih masuk akal dari itu. Mereka bertiga menghela bersamaan. Astaga!

“Aku nggak pernah berhubungan nggak jelas kayak gitu sama siapa pun! Nggak mungkin bayi itu anak aku!” Adrian lagi-lagi membantah. Ya, dia merasa tidak terlibat hubungan asmara atau melakukan pergaulan bebas. Tidak terima dituduh begini. Siapa pula yang membuang si bayi ke kediaman Bimantara dan menumbalkan namanya?

Ketiga anggota Bimantara yang lebih tua dari si bungsu menatap ke arah box berisi bayi gembul yang sedang bermain-main dengan mainan karet yang ada di genggamannya. Nggak jelas, tapi menghasilkan bayi, batin ketiganya sedikit prihatin dengan keadaan si gembul yang tak diakui oleh ayahnya.

“Coba Tes DNA! Hasilnya pasti nggak cocok!” Adrian membangun benteng pertahanan.

Agam Bimantara–sang Kepala keluarga–kembali menghela, “Tenanglah. Kita semua terkejut. Apalagi nama kamu tertulis di kertas itu. Kalau tes DNA bisa ngasih jawaban, kita bakal lakuin.”

“Kalau hasilnya cocok, gimana?” tanya Adnan menghiraukan raut kekesalan di wajah adiknya. Dia hanya ingin mereka menetapkan tindakan jika hasil tes keluar.

Adrian mendengus, “Hasilnya nggak bakal cocok!”

“Udah, udah. Kalau hasilnya cocok tentu kita rawat. Dia adalah keturunan Bimantara. Baru cari ibu kandungnya,” Agam langsung mengacungkan telunjuk ketika si bungsu ingin menyela, “Kalau hasilnya nggak cocok, kita tetap rawat sampai nemuin siapa yang bawa kemari dan balikin bayi itu.”

Adil dan bijak. Semua setuju. Meski Adrian tetap merengut. Untuk sementara sebelum dilakukan tes DNA, bayi bernama Abian itu tetap akan mereka jaga. Rosa langsung mengambil si bayi dari dalam box dan menggendongnya. Menatap dari dekat wajah lucu Abian yang banyak terlihat menuruni gen Bimantara–atau lebih tepatnya Adrian. Ahem.

Yang berbeda dari Bimantara adalah binar cantik di mata si gembul yang tidak dimiliki oleh keturunan Bimantara lain. Irisnya berwarna coklat terang, seperti kerlipan lampu yang bersinar di gelap malam serta senyumnya yang lebar. Bayi Abian tidak suram–bermuka datar seperti keturunan Bimantara biasanya–dia malah gampang tertawa; apalagi ketika Rosa mencubit hidung mancungnya.

Abian bergidik geli dan tertawa tanpa suara.

Ah, seandainya benar cucu, Rosa dengan senang hati menerima. Umumnya kejadian seperti ini akan ditanggapi serius, namun dia tak ingin hawa dingin keluarga ini yang begitu terkenal berdampak pada si kecil Abian yang seperti oasis di dalam rumah. Abian adalah kebalikan dari orang-orang Bimantara. Semoga benar bila si bayi adalah cucunya. Dia berdoa dalam hati.

**

Hanya tiga hari. Hasil tes DNA telah keluar. Mereka sengaja mengirim bahas tes tanpa datang ke Rumah Sakit karena tidak ingin membuat skandal. Untungnya Dokter senior di Rumah Sakit yang mereka kirimi bahan tes adalah teman Agam, jadi rahasia mengenai si bayi tetap aman.

Semuanya berkumpul di ruang tengah; ruang keluarga. Agam, Rosa, Adnan dan Adrian. Tak lupa si gembul bernama Abian dalam gendongan sang Nyonya Bimantara yang sibuk mengigiti mainan karet. Padahal giginya belum tumbuh.

Amplop berlabel Rumah Sakit berada di genggaman sang Kepala keluarga. Mereka memandang amplop berwarna putih itu dengan tegang. Menunggu Agam membuka dan membaca isi surat di dalamnya. Sewaktu ujung amplop di robek, Adnan dan Adrian bersamaan menelan saliva dengan susah payah. Menegangkan sekali, ah!

Surat keterangan hasil tes sudah dilembari. Agam tengah membaca apa yang tertulis di sana. Raut wajahnya perlahan berubah. Mengerutkan kening lalu menyipitkan mata di bagian akhir dari isi surat.

“Astaga ...!”

“Kenapa? Kenapa?” sang Nyonya Bimantara mendekati suaminya. Ikut membaca isi surat hasil tes DNA yang dipegang oleh Agam. Langsung membaca ke bagian kesimpulan. Alis Rosa bertaut seraya menggumam, “Beneran?”

Melihat reaksi kedua orang tuanya yang bisa dikatakan aneh, Adnan dan Adrian mendekati Agam serta Rosa. Si sulung merebut kertas surat hasil tes DNA tersebut dari tangan ayahnya–mohon jangan ditiru tindakan tak sopan ini–kemudian membacanya bersama Adrian.

Berdasarkan bahan yang pihak Rumah Sakit terima dan uji coba kecocokan antara Adrian Bimantara dengan bayi bernama Abian hasilnya hampir seratus persen–yang artinya DNA mereka cocok–memaksudkan ialah si bungsu adalah ayah dari si bayi.

Adrian mengambil kertas surat hasil tes DNA dan membaca ulang setiap kata yang tertera di sana. Berharap dia salah melihat tadi. Namun, kesimpulan yang menyatakan bahwa DNAnya dan Abian cocok–mereka adalah ayah dan anak–tidak berubah. Terpampang kelas di sana dengan nama Dokter yang menguji coba, tanda tangan dan stempel.

“Nggak mungkin!” seru si bungsu, “Ini pasti salah!” lanjutnya tidak terima.

“Adrian.” Sang Kakak menepuk pundak si adik, mencoba menenangkan, “Sekali pun kamu membantah, hasil ini nggak akan berubah.” Katanya.

“Tapi ..., tapi ..., aku nggak pernah berhubungan dengan siapa pun! Gimana mungkin bayi itu anaku?!” sungguh, bagaimana caranya bayi yang tengah digendong oleh mamanya adalah bayinya–anaknya? Dia tidak pernah tidur dengan siapa pun!

“Adrian, bukannya kamu yang mau tes DNA?” Agam bersuara. Menohok si bungsu.

Pemuda berusia dua puluh lima tahun itu terdiam dengan wajah pucat. Bagaimana ... bagaimana bisa terjadi? Kenapa begini? Niatnya agar terbukti bahwa dia tak terikat darah atau apapun dengan si bayi. Tapi, kenapa malah terbukti mereka berkaitan? Dia adalah ayahnya? Ti-tidak mungkin!

“Udah, udah. Apapun hasilnya kita udah sepakat untuk rawat Abian,” Rosa mencairkan suasana yang cukup tegang antara suami dan kedua putranya. “Sekarang kita mesti cari siapa ibunya Abian.”

Agam dan Adnan kompak menghela, sedang Adrian terpaku pada hasil tes DNA di tangannya. Masih memikirkan bagaimana bisa Abian adalah anaknya. Mengingat-ingat setiap orang yang dia temui, yang dia kenal, yang berkemungkinan adalah ibu dari si bayi. Atau dia tak sadar pernah berbuat asusila? Argh!

***

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
Dalam Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali, seorang wanita dikhianati tunangannya setelah berkorban nyawa. Romance novel penuh intrik modern dan action ini mengikuti misinya meninggalkan masa lalu yang hancur demi martabat baru. Baca kisah seru ini di platform web novel kami.
Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
Dalam Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu, Rheina terjebak dalam keluarga toxic saat mencoba menyelamatkan sahabatnya. Romance novel ini mengisahkan perjuangannya menghadapi cinta segitiga rumit. Baca kisah selengkapnya di webnovel yang penuh intrik dan pilihan hidup sulit ini.
KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
Dalam romance modern KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU, Randika harus memilih antara cintanya pada Andini atau ambisi Lily Wijaya yang ingin memanfaatkannya demi pengakuan keluarga. Kehadiran Junot menguji loyalitas mereka dalam web novel penuh intrik keluarga dan pengkhianatan ini.
Misteri matinya teman-temanku
Misteri matinya teman-temanku
Dalam Misteri matinya teman-temanku, satu per satu nyawa hilang secara tragis tanpa jejak. Sang pembunuh cerdik mengincar siapa pun yang menyakiti tokoh utama. Ungkap teka-teki mematikan dalam mystery story dan horror novel mencekam ini melalui platform read novels online terbaik.
MY LOVELY LITTLE WIFE
MY LOVELY LITTLE WIFE
Dalam MY LOVELY LITTLE WIFE, Yuki menghadapi penolakan dari pria yang dijodohkan dengannya. Kesal disebut orang asing, ia menyusun rencana tak terduga untuk membalas pria tersebut. Simak kisah romance modern ini dalam daftar fiction books yang penuh kejutan dan intrik hubungan.
Penantian Yang Tak Kunjung Kembali
Penantian Yang Tak Kunjung Kembali
Novel romantis miliarder Penantian Yang Tak Kunjung Kembali mengisahkan seorang istri yang memilih bercerai dan pergi membawa putranya setelah sang suami terus mengabaikan mereka. Saat sang direktur panik mencari keberadaan mereka, keputusan untuk pergi selamanya telah bulat.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.