Hubungan Sebatas Ranjang

Jo otomatis menghentikan langkahnya, mendengar apa yang baru saja keluar dari mulut Mamanya itu.

Nita yang sadar akan ucapannya sudah menyinggung anak semata wayangnya itu,kemudian menutup mulutnya dengan tangan.

"Maafkan Mama, Jo. Mama tidak bermaksud untuk mengatakan hal itu padamu, Tetapi--"

" Cukup,Ma! Apa yang baru saja Mama katakan,sudah cukup jelas untuk aku mengerti dan aku pahami. Aku mungkin tidak akan marah jika hal itu di ucapkan oleh orang lain kepadaku,karena akupun tidak peduli tentang anggapan orang lain terhadapku!, Tetapi,aku merasa sangat sedih karena sekarang orang yang seharusnya mendukung dan mensupport aku,malah mempertanyakan hal yang selayaknya tidak dia pertanyakan padaku. Sekarang coba Mama lihat aku,ma! Apa ada yang membuat Mama meragukan jatidiri ku sebagai laki-laki?" Tanya Jo.

"Jo, Mama tidak pernah meragukan mu,sayang. Mama hanya khawatir kepadamu,kamu ingatkan Jo,usia Mama dan Papa sudah bertambah tua, sedangkan kamu masih menunda untuk memperkenalkan pendamping hidupmu kepada kami, memangnya salah kalau Mama menginginkan kamu untuk segera menikah? Mama sudah ingin menimang cucu Jo,tolong mengertilah," ucap Nita memelas.

" Ya ampun,Ma. Mau sampai kapan drama ini akan berlanjut? Jo benar-benar harus ke kantor sekarang,sambil melihat ke arah jam tangan yang ada di tangannya. Kalau memang Mama masih mau melanjutkan masalah ini,tunggu Jo pulang nanti sore lagi ya ma,Jo berangkat dulu."

Sambil mencium pipi kanan dan kiri Mamanya,dan mencium takzim tangan Mama Nita, akhirnya Jo bisa bernapas lega karena terlepas dari segala pertanyaan yang benar-benar membuat dadanya merasa sesak.

Ada rasa sedih di hati Jo, karena apa yang di ucapkan oleh Mamanya tadi, ingatan Jo beralih kepada beberapa saat sebelum dia berangkat,dimana Mamanya mempertanyakan tentang jatidirinya itu.

" Apakah semua orang saat ini, meragukan aku seperti Mama yang tadi menanyakan hal itu kepadaku? Apakah kesendirian ku saat ini adalah sebuah aib bagi mereka?sedangkan aku yang menjalani semua ini,merasa kalau hidupku tidak seribet pemikiran mereka. Aku terlalu sibuk mengurusi pekerjaan yang sama sekali tidak pernah ada habisnya dan sangat menyita waktuku, lalu bagaimana mungkin aku bisa mendapatkan wanita? Cara mendekati wanita saja aku samasekali tidak memiliki pengalaman,kenapa bisa serumit ini,tuhan?" teriak Jo di dalam mobilnya.

Jo merasa frustasi dengan segala kenyataan yang ada di depan matanya,Mama dan Papa yang selalu membuat pikirannya selalu di ganti dengan momok yang amat menakutkan. Hal yang selalu di hindari oleh Jo jika bertemu dengan kedua orang tuanya.

" Kenapa sih,harus ada kata menikah di dalam kehidupan ini? Padahal aku yang menjalani ini saja terasa begitu santai! Ini justru kedua orangtuaku yang membuat ini menjadi rumit, sebenarnya yang mau menikah itu aku atau mereka? Padahal aku yang akan menjalaninya,dan aku tidak siap untuk mengenal perempuan manapun, jangankan untuk menikah,bermimpi untuk duduk berdua dengan satu perempuan pun aku tidak pernah sama sekali, apa jangan-jangan yang di katakan Mama itu benar ya? Apa aku laki-laki yang tidak normal? Aku benar-benar sudah seperti orang gila saat ini," ucap Jo dalam hatinya.

Jo mencoba untuk fokus,dan kembali kepada kenyataan saat ini. Karena Jo saat ini sudah berada di kantornya, walaupun dengan sejuta masalah yang sudah hadir dari rumah tadi, Sekarang Jo mencoba kembali menghadapkan dirinya dengan kesibukan yang tidak pernah akan berkurang kalau tidak dia kerjakan.

Menjadi seorang CEO memang bukanlah hal yang mudah bagi Jo,berawal dari membantu Papa yang sangat kesusahan mengatur jadwal di beberapa perusahaan dan pembukaan cabang baru yang berada di dalam dan luar negeri,di saat itulah Papa mulai menuntut Jo agar turun tangan untuk membantunya.

Papa memberikan tanggung jawab kepada Jo,agar Jo bisa mengembangkan perusahaan yang saat ini di pegang oleh Jo,dan hal itu terbukti dengan keberhasilan Jo membawa perusahaan ini di puncak kejayaannya dan sudah memiliki cabang perusahaan di dalam dan luar negeri,yang awalnya dia memegang perusahaan itu sebagai anak cabang dari perusahaan Papanya, Tetapi,sekarang sudah memiliki nama tersendiri dan tetap bekerjasama dengan perusahaan Papanya.

Nama Jo di dunia bisnis memang tidak bisa di ragukan lagi,setiap orang pasti ingin menjadi partner bisnis dengan perusahaan Jo,Jo memang terkenal sebagai pebisnis handal dan sangat ramah kepada semua rekan bisnisnya. Tetapi,Jo terkenal sangat tegas dan bertanggung jawab dengan semua pekerjaan yang di hadapinya.

Daftar Bab
Sesuaikan
Bab Berikutnya

Kamu Mungkin Juga Suka

Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.