Tinggal menunggu beberapa langkah lagi hingga Aris sampai di tempat dimana Mama , Papa dan juga Flora menunggunya . Namun, anehnya Aris terlihat begitu terpesona melihat penampilan Flora saat ini . Bagaimana tidak ? Flora yang tadinya hanya gadis cupu yang tidak mengenal make up, khas dengan rambut kepang duanya itu kali ini terlihat berubah menjadi gadis cantik dengan tubuhnya yang seksi .Blouse berwarna merah marun dengan celana pendek berwarna krem yang saat ini ia kenakan, membuat kulit putih mulusnya tampak bersinar. Di tambah dengan rambut panjang curly yang membuatnya terlihat lebih menawan .
Tanpa mengedipkan matanya, Aris terus menatap Flora .Dari ujung kaki hingga ujung rambut, memperhatikannya dengan sangat detail .Karena selama ini ia tidak pernah melihat Flora secantik ini .
4 tahun tinggal di Paris ternyata membuat Flora belajar banyak hal tentang style dan juga fashion. Tentu saja semua itu ia lakukan karena ia tidak ingin kepergiannya ke Paris hanya untuk melupakan sesuatu yang menurutnya tidak mungkin bisa untuk ia lupakan . Setidaknya saat ini dia merasa bahwa dirinya setara dengan Wilona , ia memiliki kecantikan yang tidak kalah saing dengannya . Selain itu , saat ini ia terlihat lebih percaya diri dari yang ia bayangkan sebelumnya . Terlebih setelah melihat reaksi Aris ketika pertama kali melihatnya .
Flora yakin bahwa kali ini penampilannya bisa membuat Aris tertarik padanya . Tanpa memikirkan bahwa lelaki idaman yang saat ini ada di hadapannya adalah suami dari kakaknya sendiri.
"Apa kabar Mas Aris ?". sahut Flora membuyarkan pandangan Aris padanya .
" Mas baik , Flo. Kamu sendiri apa kabar ?lama di Paris kamu terlihat sangat berbeda ". jawab Aris yang saat ini terlihat lebih manis berbicara padanya.
Berhasil ! Flora merasa dirinya berhasil menyihir Aris dengan penampilan barunya . Kata kata yang baru saja di katakan oleh Aris padanya dianggap sebagai pujian yang selama ini selalu ia harapkan .
Tidak ingin gelagatnya di curigai oleh Mama dan Papa, Aris segera membawa koper yang berjejer di samping kursi itu lalu mengajak Mama dan juga Papa untuk segera berjalan ke arah dimana ia memarkirkan mobilnya.
Selama perjalanan, beberapa kali Aris menoleh ke arah Flora yang saat ini duduk di bagian depan . Sementara Mama dan juga Papa sibuk melihat potret yang mereka ambil selama beberapa hari liburan di Paris.
Meski berpura pura tidak mengetahuinya , Flora sangat menyadari bahwa gelagat Aris sudah mulai tertarik padanya . Apalagi ketika ia memergoki Aris melihatnya dari ujung kaki hingga ke ujung rambutnya .
Flora sama sekali tidak menggubrisnya karena hal itu saat ini benar benar membuatnya bahagia .Selama bertahun tahun ia selalu berharap Aris bisa menoleh ke arahnya walau hanya sebentar saja , tapi selama itu juga Aris selalu mengabaikannya dan menganggap bahwa Wilona adalah wanita paling sempurna di dunia ini.
Suasana di dalam mobil itu tiba tiba di kagetkan dengan suara dering ponsel yang berasal dari salah satu saku celana Aris ,ia segera meraih ponsel itu dan mengangkat telponnya sambil terus memastikan Flora sama sekali tidak menyadari bahwa sejak tadi dirinya memperhatikan penampilan baru yang saat ini mulai mengganggu pikirannya.
"Halo sayang ". jawab Aris pada istrinya melalui telpon.
Seketika raut wajah Flora berubah menjadi sangat kesal. Panggilan sayang yang sejak dulu di lontarkan Aris pada Wilona selalu membuatnya cemburu. Tidak terkecuali hari ini, Flora kembali mendengarnya ,lagi lagi ia harus berusaha menunjukkan bahwa tidak ada yang salah atas hal itu dan ia harus terlihat baik baik saja.
"Mah, Pah..tadi Wilona bilang katanya maaf sekali hari ini dia ngga bisa datang ke rumah Mama Papa karena Wilona harus membawa Sheinna chek up ke Rumah Sakit .Ngga apa apa kan ? ". kata Aris setelah menutup telponnya .
"Tidak apa ,justru harusnya Mama yang minta maaf karena selama Sheinna sakit Mama malah ngga ada untuk Shenna ". jawab Mama dengan perasaan tidak enak.
Aris juga menyampaikan permintaan maaf Wilona pada Flora karena hari ini dia tidak bisa menyambut kepulangannya di rumah Mama dan juga Papa. Akan tetapi, hal itu justru dimanfaatkan Flora untuk menikmati kebersamaan dengan Aris dalam waktu yang lebih lama lagi. Flora memutuskan untuk ikut bersama Aris pergi ke rumahnya dengan alasan menengok Sheinna yang saat ini masih dalam keadaan sakit .Beruntung Aris menyetujuinya, mereka akan pergi ke sana setelah mengantarkan kedua orang tuanya itu dan beristirahat sebentar untuk menghilangkan penat karena perjalanan yang cukup jauh .
"Emangnya kamu ngga capek kalau langsung ke rumah Mba mu ?". tanya Papa.
"Capek sih Pah, tapi aku kan sama sekali belum pernah ketemu sama Sheinna secara langsung, ngga apa apa kan kalau aku ikut Mas Aris untuk menengok Sheinna ? ".
"Ya sudah kalau begitu, tapi kamu minga izin Mba mu dulu ya .Jangan sampai semuanya malah jadi salah paham ".
"Iya Pah ".
Satu satunya orang yang mencurigai gelagat Flora hanyalah Papa. Karena ,secara diam diam Papa melihat Flora dan juga Aris yang sejak tadi saling memperhatikan .





