Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Gendutnya Istriku
Gendutnya Istriku

Gendutnya Istriku

9.2
/ 10
Dalam romance modern Gendutnya Istriku, Izzah berjuang diet demi harga diri, namun Arman menghalangi demi menjaga kehamilan pertama yang membuktikan kesuburannya. Baca web novel ini untuk melihat konflik antara ambisi kurus dan misi memiliki anak dalam kisah romance stories yang unik.

Ringkasan Gendutnya Istriku

Pasca menikah dengan Arman, Izzah merasa sangat malu dan geram akibat komentar miring soal berat badannya. Sebagai mantan tenaga kesehatan yang sudah memiliki dua anak, ia bertekad menjalani diet ketat. Namun, rencana itu terhalang oleh kehamilannya serta upaya gigih Arman yang melarangnya diet. Bagi Arman, duda yang sering dituduh mandul, janin ini adalah bukti kejantanannya. Kini terjadi pergolakan antara Izzah yang ingin kurus dan Arman yang ingin mempertahankan calon bayinya.
Selengkapnya

Gendutnya Istriku Bab 1

Aku baru saja terlelap tidur ketika tiba-tiba terdengar suara teriakan histeris dari istriku.

“Tidak…!”

Suaranya yang melengking dari ruang tengah itu langsung membuatku terlonjak. Aku segera melompat dari ranjang mencari keberadaan Izzah. Dia berdiri di atas timbangan dengan muka tegang.

“Ada apa, Zah? Kenapa teriak?”

“I-ini Mas… Timbangannya….”

“Kenapa timbangannya?”

“Jarumnya…. Geser ke kanan….”

Seketika aku tepuk jidat. Aku merasa kesal. Dia benar-benar lebay. Tega-teganya dia berteriak lantang hingga aku terbangun dengan nyeri kepala. Padahal aku bisa tidur siang seperti ini hanya di akhir pekan.

Kulihat dia menunduk dalam. Kakinya perlahan turun dari timbangan. Dia sepertinya merasa bersalah.

“Kamu berteriak tadi cuma karena ini?” tanyaku penuh emosi.

“Apa kamu bilang, Mas?” Tiba-tiba dia mendongakkan kepala. “Cuma karena ini?”

Aku mengernyitkan dahi.

“Ini perkara penting, Mas. Kamu jangan meremehkan, ya. Kalau berat badanku terus bertambah, Body Mass Index bisa bergeser dari normal-ideal menjadi gemuk bahkan obesitas. Kalau sudah obesitas, maka risiko terkena penyakit degenerative akan semakin meningkat, Mas. Apakah kamu mau jika aku terkena penyakit jantung, diabetes mellitus type 2, hipertensi, sesak napas, gangguan reproduksi, kanker, bahkan stroke?”

“Astagfirullah. Aku tak maulah, Zah.” Aku mengelus dada.

“Makanya, jangan bilang ‘cuma’ gitu dong Mas!” Matanya berkaca-kaca.

Dia berlalu dari hadapanku dan berlari ke belakang rumah. Aku bingung sejenak. Perasaan tadi Izzah yang bersalah duluan, mengapa sekarang malah aku yang tersudutkan?

Aku pun menyusulnya. Ternyata, dia sedang menangis di pojokan. Pelan-pelan aku mendekatinya. Suara isak tangisnya terdengar semakin jelas.

“Zah,” panggilku pelan. “Maafkan aku, ya.”

Kata-kata itu meluncur lancar. Aku sudah terbiasa melakukannya. Meskipun tidak bersalah, aku seringkali meminta maaf lebih dulu. Bagiku, meminta maaf tidak akan menjadikan harga diri rendah. Justru orang yang mau meminta maaf lebih dulu itu berjiwa besar. Kusentuh bahunya penuh kelembutan dan berharap dia baik-baik saja.

“Maaf, ya, Zah. Aku tidak tahu kalau masalah berat badan itu penting sekali buatmu.”

Izzah masih tetap menangis sesenggukan. Aku pun meraihnya ke dalam pelukan. Aku berdoa semoga saja tangisnya bisa reda.

“Maafkan aku, Zah.” Aku mengucapkan maaf dengan tulus ikhlas. Aku paham bahwa setiap rumah tangga itu penuh drama. Namun, aku tak mau drama itu menggagalkan pernikahanku yang kedua kalinya. Pernikahanku yang pertama kandas karena aku tak punya anak. Sharma, istriku yang pertama, memiliki rasa cemburu yang sangat besar meski kami sudah mengangkat anak. Dia bahkan memfitnahku beberapa kali. Akhirnya, rumah tangga kami berakhir.

“Aku minta maaf, ya, Zah. Aku tidak tahu kalau masalah berat badan itu sangat penting buatmu.” Aku meminta maaf sekali lagi. Dia mengangguk-angguk sambil tetap menangis. Kedua tangannya melingkari tubuhku saat ini.

“Besok aku mau diet, ya, Mas,” katanya di sela-sela isak tangis.

“Iya, iya.”

“Memangnya aku gendut banget, ya, Mas?”

“Tidak. Kamu tidak gendut.”

“Halah. Bohong.”

“I swear.”

“Suar-suer. Bohong itu dosa lho, Mas. Nabi Muhammad saja tidak pernah bohong. Beliau punya sifat shidiq yang artinya jujur dan ibumu memberi nama Arman Muhammad itu pasti supaya kamu meniru sifat Nabi Muhammad yang salah satunya jujur. Ayahmu memberi nama tambahan Geraldson itu pasti supaya kamu menjadi anak kebanggaannya. Tidak ada orang tua yang bangga punya anak pembohong, Mas. Mereka pasti merana di alam barzah sana.”

Aku tersentak ketika dia membawa-bawa nama kedua orang tuaku yang sudah meninggal. Aku tersadar, rupanya kata-kataku tadi salah. “Baiklah, aku jujur. Kamu gendut.”

Dia tiba-tiba melepaskan pelukannya. “Apa katamu, Mas?”

“Kamu gendut, Zah.”

“Kamu bilang apa, Mas?”

“Emm… Kurang jujur, ya?”

“Coba bilang yang benar!”

“Kamu gendut, Zah. Galak lagi.”

“Huwwa…!”

Tangisnya langsung pecah. Dia berlari ke dalam rumah. Aku bingung juga, kali ini salahku di mana?

Tanpa pikir panjang, aku segera mengejarnya. Dia masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya. Cepat-cepat aku mengetuknya.

“Zah, Izzah!”

“Apa?” Suara Izzah terdengar serak.

“Buka pintunya!”

“Tidak mau, sebelum kamu menyadari kesalahanmu!”

“Kesalahanku apa? Katanya berbohong itu dosa. Begitu jujur, kamu tetap marah juga.”

“Kamu tidak tahu kesalahanmu, Mas?”

“Tidak.”

“Dasar lelaki tidak peka!”

“Bukannya tidak peka, tapi ….”

“Ada tiga kebohongan yang dibolehkan berdasarkan hadist riwayat Imam Muslim. Pertama, kebohongan dalam kondisi perang untuk menyelamatkan nyawa. Kedua, kebohongan untuk mendamaikan pihak-pihak yang berseteru. Ketiga, kebohongan suami-istri untuk saling menyenangkan hati.”

“Jadi, aku tadi….”

“Ya, kamu bersalah, Mas. Seharusnya tadi kamu tetap berbohong saja.”

Aku kembali menepuk jidat. Aku bingung dan merasa serba salah. Ingin rasanya aku marah. Namun, aku sadar, marah itu tidak bisa menyelesaikan masalah. Salah-salah malah masalahnya semakin bertambah.

Aku memilih menghela napas dalam-dalam. Aku pernah membaca bahwa menarik napas seperti ini dapat meredakan emosi. Kemarahan pun dapat terkendali.

Kurasa, aku tak bisa membiarkan istriku ini merajuk terlalu lama. Aku hanya ingin kedamaian dalam rumah tangga. Meminta maaf pun tak apa-apa.

“Ya, sudah. Aku salah lagi. Aku minta maaf lagi. Jangan marah lagi, ya. Aku janji tidak akan mengulanginya. Kamu mau memaafkanku ‘kan, Zah?”

Hening.

Tidak ada jawaban dari Izzah.

“Zah, jangan beginilah. Kamu satu-satunya keluarga yang kupunya. Kedua orang tuaku sudah meninggal. Saudara-saudaraku jauh semua. Anak angkatku dibawa Sharma. Apa kamu tega membiarkanku sendirian?”

Tiba-tiba pintu terbuka. Izzah menubruk badanku dan memeluk erat. Betapa manja istriku sekarang. Padahal, dulu sebelum menikah denganku, Izzah ini sosok perempuan yang mandiri, tangguh, kokoh dan berdaya.

“Aku juga minta maaf, ya, Mas. Aku tidak bermaksud begini, tapi entah mengapa aku menjadi sangat sensitif. Apa lagi jika menyangkut pembicaraan tubuhku yang gendut. Aku jadi insecure.”

Aku tersenyum, merasa sangat lega di rongga dada. “Tak apa-apa, Zah. Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan. Kamu tak perlu merasa insecure seperti itu.”

Kedua tanganku pun melingkari tubuhnya.

“Tapi, Mas ….”

“Sssttt! Jangan bicara lagi jika hanya membuatmu makin sedih sendiri. Kamu tahu? Aku ikut berduka kalau kamu tidak bahagia.”

Izzah mengangguk-angukkan kepala. Kami kemudian saling diam cukup lama. Kata-kata memang tidak selalu dibutuhkan untuk mengungkapkan cinta. Salah-salah malah bisa memicu perang dunia ketiga dalam rumah tangga.

“Ehm!” Terdengar suara dari jendela ruang tengah.

Spontan kami melepaskan pelukan dan menoleh ke sumber suara. Di sana terlihat seonggok kepala dengan rambut acak-acakan dan terlihat menyeramkan.

“Huwwa…!” Izzah yang penakut itu langsung melompat ke dalam kamar dan meringkuk di pojokan.

Aku geleng-geleng kepala melihat tingkahnya. Sejurus kemudian aku kembali memusatkan perhatian pada jendela. Aku mengamati dengan saksama. Pelan-pelan aku mendekatinya. Ternyata, seonggok kepala yang membuat Izzah ketakutan adalah ….

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Cinta & Pengorbanan Alya
Cinta & Pengorbanan Alya
Dalam Cinta & Pengorbanan Alya, Alya menjadi ibu pengganti demi biaya medis ibunya. Namun, kesepakatan dengan Niko sang pengusaha ini memicu dilema emosional. Baca billionaire romance novels ini di webnovel untuk mengungkap rahasia keluarga dalam kisah romance fiction books yang penuh intrik.
Dari Abu: Kesempatan Kedua
Dari Abu: Kesempatan Kedua
Dalam novel modern Dari Abu: Kesempatan Kedua, seorang wanita terlahir kembali usai dikhianati tunangan billionaire miliknya. Ia kini bertekad membatalkan pertunangan demi bertahan hidup. Baca kisah romance novel ini selengkapnya untuk mengungkap misteri pengkhianatan di read novels online.
Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
Dalam Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu, Rheina terjebak dalam keluarga toxic saat mencoba menyelamatkan sahabatnya. Romance novel ini mengisahkan perjuangannya menghadapi cinta segitiga rumit. Baca kisah selengkapnya di webnovel yang penuh intrik dan pilihan hidup sulit ini.
I Fall Endlessly
I Fall Endlessly
Dalam novel I Fall Endlessly, Neva Zetrix berjuang mempertahankan bayinya di hadapan Brian Anderson. Kisah romance novel ini mengikuti pengorbanan Neva menghadapi sang konglomerat dalam balutan billionaire romance books yang penuh tekanan hidup dan pilihan sulit di dunia modern.
Istri yang Dihancurkan Mereka
Istri yang Dihancurkan Mereka
Dalam Istri yang Dihancurkan Mereka, seorang komposer kehilangan segalanya saat suami dan anaknya lebih memilih menyelamatkan wanita lain. Romance novel ini mengisahkan pengkhianatan pahit yang memicu aksi balas dendam. Baca kisah fiksi modern ini untuk melihat bagaimana ia menghancurkan sangkar mereka.
Light Of Love
Light Of Love
Dalam Light Of Love, Kayla Pratama terjebak sebagai istri kedua miliarder Raga Dirgantara demi membalas budi. Menjadi alat keturunan di tengah konflik modern novel ini, ia harus menghadapi risiko besar. Baca kisah billionaire romance books ini selengkapnya di platform web novel kami.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.