Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Gairah Tersembunyi Kakakku
Gairah Tersembunyi Kakakku

Gairah Tersembunyi Kakakku

8.3
/ 10
Dalam romance novel Gairah Tersembunyi Kakakku, Emily yang lugu menghadapi kenyataan pahit saat terbangun tanpa busana di samping Evan. Hubungan saudara mereka terancam oleh rahasia gelap. Baca kisah modern novel ini untuk mengungkap konsekuensi dari pilihan yang tak terduga.

Ringkasan Gairah Tersembunyi Kakakku

Emily dikenal sebagai gadis polos yang memiliki kepribadian ceria dan menggemaskan. Ia tumbuh bersama Evan, sosok pria dewasa yang memancarkan karisma maskulin yang sangat kuat. Meski status mereka adalah saudara kandung, sebuah kejadian tak terduga seketika menjungkirbalikkan dunia mereka. Emily terbangun dalam kondisi sangat mengejutkan, di mana ia mendapati dirinya berada di samping Evan tanpa mengenakan pakaian sehelai pun. Rahasia apa yang sebenarnya mereka simpan?
Selengkapnya

Gairah Tersembunyi Kakakku Bab 1

***

Pintu kamar dibuka perlahan. Cahaya dari koridor membuat bayangan sosok pria tampak di lantai kamar yang gelap. Perawakannya tegap, dia berdiri diambang pintu sebelum kemudian kakinya melangkah masuk. Langkah kakinya berhenti di dekat single bed. Lalu dia duduk di tepi ranjang. Tatapannya terpaku pada wajah tidur seorang gadis di sana.

Pria itu hanya diam memperhatikannya lamat-lamat. Dia memperhatikan kelopak mata gadis itu yang nampak tertutup dengan damai. Bulu matanya yang lentik, menyembunyikan permata indah di dalamnya. Lalu bagian bibir gadis itu terlihat sedikit terbuka, membuat wajah tidurnya agak lucu sekaligus menggoda. Menggoda pria ini. Sampai-sampai sebelah tangannya sudah berada di bibir sang gadis.

Ibu jari pria itu mengelus permukaan lembut bibir sang gadis. Bibirnya kecil namun sedikit tebal, memberikan kesan sexy di wajah bak malaikat itu. Bibir kecil ini juga yang seringkali mendesak sisi lain dari seorang pria untuk merasakannya. Namun naluri lain berteriak-teriak, berusaha menahan dirinya agar tetap waras. Karena fakta bahwa gadis ini adalah saudarinya, membuat dia terus berkelahi di dalam dirinya sendiri.

Ketika gadis muda itu mengerutkan dahi, pergerakan kecilnya membuat sang pria tersentak sadar dan seketika menarik tangannya dari bibir ranum itu. Pria itu menarik napas, lalu sontak berdiri. Karena canggung, dia berjalan ke arah tirai untuk membukanya. Cahaya matahari pun menyeruak ke dalam kamar berukuran empat kali empat.

Tampaklah isi kamar gadis itu dengan jelas. Jelas sekali terlihat berantakan. Kondisi kamar yang berbanding terbalik dengan kamar milik dirinya. Kamar gadis ini dipenuhi dengan tumpukan kaset game di lantai, buku-buku dan komik-komik yang tidak disusun dengan rapi ke dalam raknya. Bahkan sampah camilan masih tergeletak di atas meja komputer.

Pria itu menghela napas. Entah tidur jam berapa gadis ini semalam. Tidak mungkin tidur dibawah jam sepuluh. Pasti semalam sempat bermain game online dulu di komputer, kemudian langsung tidur. Begitulah yang dia pikirkan tentang kebiasaan adik perempuannya.

"Emily, bangun. Kau bisa terlambat hari ini!" panggil pria itu dengan tegas membangunkan puteri tidur.

Sang gadis bernama Emily hanya melenguh, lalu berbalik badan sambil menarik selimutnya sampai menutupi kepala untuk menghindari silau terang mentari.

Pria itu mengecek jam tangannya. Mereka bisa terlambat. Akhirnya dia berpindah ke ujung ranjang untuk menggelitik telapak kaki Emily. Sontak saja gadis itu menggeliat terbangun. Sensasi gelinya membuat kaki mulus Emily menendang-nendang udara. "Okey, okey, kak! Aku bangun!" teriak Emily menyerah. Maka, upaya kecil pria itu pun berhasil untuk membuatnya bangun.

"Sekarang, mandi dengan cepat!" perintah Evan, disambut bibir cemberut Emily. "Aku masih mengantuk, kak~" rengeknya dengan manja.

Lalu Evan kembali ke sisi ranjang dan menarik lengan Emily, sampai gadis itu terduduk. "Semalam kau tidur jam berapa, huh?" tanyanya duduk di tepi kasur. Emily jadi bungkam. "Aku tidak ingat," jawab gadis itu kemudian cengengesan.

Seketika raut muka pria itu menjadi datar. "Kakak tahu kau semalam baru tidur dini hari. Apa perlu kakak laporkan pada ibu?" ancamnya.

"Jangan dong kak. Nanti uang jajanku dikurangi," ucap Emily.

"Ya sudah, sekarang cepat mandi. Kakak tunggu di meja makan," kata pria itu beranjak.

Sedangkan Emily yang masih terduduk di dalam bathtub, tampak cemberut dengan wajah basah menatap pintu kamar mandi dengan tajam. "Dasar kakak menyebalkan! Padahal aku baru tidur jam tiga pagi...." keluhnya. "Pasti mataku jadi seperti panda!"

Tiga puluh menit kemudian Emily sudah menuruni anak tangga sambil membawa tas punggung di pundak. Dia menghampiri kakaknya yang terlihat duduk menunggu di kursi makan. Sarapan tersaji mewah di meja porselen.

Emily duduk di hadapan Evan dengan meletakan tasnya di kursi samping. Mereka makan tanpa obrolan. Sesekali manik Evan mengerling ke depan hanya untuk memperhatikan adik perempuan.

"Emily," panggil Evan.

Emily mendongak dari makanannya.

"Rambutmu tidak cocok kalau diikat begitu. Lepas ikat rambutmu," titah Evan sambil menunjuk-nunjuk rambut Emily. Rambut gadis itu diikat ekor kuda. Bagi Emily itu hal yang biasa. Tapi jarang dia lakukan selain hanya dibiarkan tergerai.

"Kenapa?" protes Emily.

"Wajahmu jadi jelek," ejek Evan.

Emily memelotot kaget. "Tidak mau. Sekarang musim panas, aku mudah gerah," elak Emily membantah perintahnya.

Lalu, Evan mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Pria itu menyodorkan beberapa lembar dollar pada sang adik.

Uang itu berjumlah lima ratus dolar. Diberikan oleh tangan Evan dari hadapan. Karenanya, Emily menatap Evan dengan ekspresi bersemringah.

"Uang itu untuk jatah jajanmu dalam sehari kecuali hari libur," ucap Evan. Jumlah uang jajan Emily bertambah dua lembar dari normalnya.

"Sungguh, kak? Asik!" Emily langsung mengambil uang itu. Dia menghitungnya lagi dengan senyum lebar. Lima ratus dolar, lumayan cukup untuk membeli kebutuhan hobinya nanti. Itulah yang Emily rencanakan ketika menerima uang jajan lebih dari kakak.

"Terima kasih, kakak!" riang Emily begitu senang.

Tapi tunggu, kenapa tiba-tiba kakaknya menambahkan jatah uang jajan? Emily mendadak curiga pada Evan. Apakah ada maksud terselubung?

"Ngomong-ngomong, nih. Kakak sedang tumben apa?" kata Emily bertanya.

"Itu tambahan dari uang pribadi kakak. Jadi, gunakan dengan bijak. Ingat, aku maupun ayah dan ibu tidak mengajarimu untuk menghamburkan uang dengan sia-sia," ucap Evan mengingatkan nasihat orang tua mereka.

"Baik, kakak!"

Senyum tulus terukir di bibir datar Evan.

Mereka berangkat bersama menggunakan mobil Bugatti hitam. Ketika lajunya berhenti di depan gerbang sekolah yang ramai akan murid-murid, sebelum melangkah turun ke luar, Emily mencium pipi Evan dengan sangat cepat. Sampai-sampai Evan terdiam beku hingga mobil melanjutkan lajunya lagi. Diam-diam dia memegang pipi sebelah kiri yang barusan disinggahi bibir lembut Emily.

Sedangkan Emily segera bertemu teman akrabnya bernama Sherin, dan mereka berjalan bersama menuju gedung sekolah. "Apa tadi diantar kakakmu lagi?" tanya Sherin, setelah melihat sekilas sosok kakak Emily di dalam mobil tadi.

Emily mengangguk mantap. "Ya. Kenapa?" balasnya bertanya.

"Bisa tidak sih ketampanan kakakmu dibagi rata? Bisa-bisanya kau punya kakak setampan aktor begitu. Tahu tidak, bisa bahaya kalau anak sesekolahan tahu." Sherin namanya. Dia adalah sahabat dekat Emily sejak tahun pertama high school. Rambutnya yang pendek, dan jaket yang tak ketinggalan di pinggangnya menjadi ciri khas Sherin sebagai gadis tomboy.

Emily mengeryitkan dahi. "Bukankah ada banyak pria tampan yang pasti sering mereka lihat di internet sebagai aktor ataupun idol, bukan? Harusnya melihat pria taman adalah hal biasa bagi mereka."

Gelengan kepala Sherin menjawab pendapat Emily. "Mereka menyukai pria tampan. Terlebih kakakmu benar-benar terlihat seperti figur animasi yang sempurna yang mustahil hidup di dunia ini." Sherin sudah pernah melihat rupa kakak Emily sewaktu pertama kali ke rumahnya untuk mengerjakan tugas sekolah bersama. Sudah dapat ditebak bagaimana reaksi Sherin saat itu. Emily hanya mendengus menyadarkan lamunannya.

Emily merotasikan mata dengan jengah. Pujian terhadap kakaknya membuat dia merasa kian sebal. "Jangan tertipu pada ketampanan kakakku. Sebenarnya dia sangat menyebalkan," cibir Emily.

"Meskipun menyebalkan, kau sangat membutuhkannya, bukan?" goda Sherin dengan senyum menyeringai. Emily melirik dengan kaget seolah perkataannya itu terdengar menggelikan.

"Yaa! Aku membutuhkannya untuk kumanfaatkan dengan baik~" rengek Emily menyerah. Tidak salah juga, akan tetapi sebagai adik, Emily sering dibuat kesal oleh Evan selaku kakak yang terkadang bersikap semaunya sendiri seperti halnya memerintah dia untuk hal-hal yang tidak penting sama sekali.

***

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Aku Tak Punya Siapapun Lagi
Aku Tak Punya Siapapun Lagi
Dalam novel romantis bernuansa misteri Aku Tak Punya Siapapun Lagi, seorang istri yang sekarat akibat gagal hati akut merelakan kuota pengobatannya demi adik angkatnya atas desakan sang suami. Baca novel online ini untuk mengungkap keputusannya menyerahkan segalanya sebelum ajal menjemput.
Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
Ketika ayah jarang pulang, aku hanya tinggal berdua dengan ibu tiri yang menganggapku anak sendiri—tapi kebiasaannya berpakaian seksi mengganggu pikiranku. Di tengah kisah cintaku pada Rania, teman SMA-ku, hubungan rumit ini mempertemukan aku pada godaan terlarang. Sebuah dark romance novel yang menegangkan tentang hasrat, keluarga, dan cinta yang tak semestinya. Baca gratis di PinesDramas.
Derita Menantu Jelita
Derita Menantu Jelita
Dalam novel romantis misteri Derita Menantu Jelita, hidup seorang istri berubah setelah suaminya lumpuh akibat kecelakaan. Demi garis keturunan, sang suami nekat mencekoki istri dan ayahnya sendiri dengan obat. Baca novel online gratis ini untuk mengungkap rahasia keluarga yang kelam.
Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
Di hari ulang tahun pernikahan kedelapan, Jessica mendapati suaminya, Rio Aditya, berselingkuh dengan Nadia. Di saat yang sama, Jessica didiagnosis kanker ovarium stadium akhir. Menyadari suaminya berniat menceraikannya, Jessica memilih pergi dengan damai. Baca novel romantis modern ini di novel web.
Istri Rahasianya, Aib Publiknya
Istri Rahasianya, Aib Publiknya
Dalam Istri Rahasianya, Aib Publiknya, hidup seorang perawat hancur saat suaminya yang amnesia ternyata Brama, miliarder kejam tunangan sosialita. Romance novel ini mengisahkan perjuangan bertahan hidup dari ancaman sang taipan. Baca web novel modern ini di platform read novels online.
Istri yang Dihancurkan Mereka
Istri yang Dihancurkan Mereka
Dalam Istri yang Dihancurkan Mereka, seorang komposer kehilangan segalanya saat suami dan anaknya lebih memilih menyelamatkan wanita lain. Romance novel ini mengisahkan pengkhianatan pahit yang memicu aksi balas dendam. Baca kisah fiksi modern ini untuk melihat bagaimana ia menghancurkan sangkar mereka.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.