Maafkan aku Mas... Maafkan Istrimu ini yang sudah mengkhianati janji suci kita, tapi penis anakku arman rasanya... Aahkk... jaug lebih nikmat ketimbang saat kamu melakukannya.
Kupandangi ekspresi wajah arman anakku yang tampak begitu puas karena telah berhasil menyetubuhiku.
Ekpresi itu sangat wajar, siapapun yang berhasil menyetubuhi wanita sepertiku, pasti akan merasa sangat bangga dan merasa sangat beruntung bisa merasakan jepitan dinding vaginaku.
Lihatlah diriku, seorang wanita yang selama ini selalu menjaga penampilannya dan selalu menjunjung tinggi harga dirinya sebagai seorang wanita yang telah bersuami. Sedang berbaring hanya mengenakan kaos kaki dan kerudung lebar yang sudah acak-acakan dan parahnya lagi, seseorang pemuda yang tidak lain anakku sendiri sedang menyetubuhi diriku.
"Gimana rasanya Bu? Enakkan?" Dia tersenyum mengejekku.
Tapi apa yang ia katakan memang benar, dosa ini terlalu nikmat untuk kuabaikan begitu saja, karena rasa ini tak perna kurasakan sepanjang pernikahanku bersama Suamiku.
"Sayang... ibu pipis lagi!" Rintihku dengan teriakan penuh gairah.
Aku tidak tau apa yang arman anakku inginkan, tapi tiba-tiba pipi pantatku di buka, dengan bersamaan kurasakan ada benda besar yang ingin masuk kedalam anusku. Segera aku menoleh kebelakang dan... "Astafirullah." Benda besar milik arman anakku sudah menempel di anusku.
Tubuhku langsung meronta, tapi pegangan kedua tangan arman di pantatku yang erat membuatku tak bisa bergerak. "Jangaaan nak..! Yang itu saya belum pernah!" Aku memohon kepada arman anakku agar tidak memasuki anusku.
Selain karena takut anusku robek, aku juga merasa aneh kalau sampai lobangku di masukin penis arman anakku, apa lagi kalau anusku yang di masuki, rasanya sangat memalukan dan menjijikan.Membayangkannya saja aku sudah ingin muntah, apa lagi sampai melakukannya.
"Tahan ya Bu."
"Tu... tunggu naak...." Aku memekik pelan saat anusku di masuki kepala penis arman anakku.
Arman tak perduli dengan ucapanku, dia tetap memaksakan penisnya masuk semakin dalam keanusku, hingga aku merasa anusku dipaksa membuka selebar mungkin.
Mataku terbelalak dan mulutku terbuka lebar saking sakitnya.
Kucoba untuk membiasakan diriku dengan kondisiku saat ini, dan ternyata aku mulai menikmatinya.Aku mendesah nikmat. "Tidak perna... Aahkk... Soalnya ini tidak boleh, ini biang penyakit! Aahkk... Sudah... aku tidak mau lagi..ia kembali menggoyangkan pinggulnya.
Lima menit kemudian, arman anakku mengerang bersamaan denganku, kami mencapai puncaknya bersama-sama, spermanya arman anakku menyirami anusku ,dan arman pun abruk di sampingku.
Lalu arman kembali memakai baju tanpa di cuci terlebih dahulu kemaluannya.
Setelah semuanya siap lalu kami pergi kerumahnya ummi niken dengan menggunakan mobil suzuki ertiga putih, aku dan ummi niken di kasih fasilitas kendaraan oleh mas burhan , jadi kami masing masing punya kendaraan.
Dalam sepanjang perjalanan menuju rumah ummi kami pun saling diam tidak bicara.
Beberapa saat kemudian kami sampai di rumahnya ummi niken , dan kami di sambut oleh ummi beserta alya putrinya ummi , lalu kami berkumpul sambil berbincang dengan hangat.
Besok paginya kami bertiga berangkat kejakarta , setelah beberapa jam di perjalanan akhirnya kami sampai di jakarta di rumahnya tante indri.
****
Hari ini ummi dan ibu pergi kejakarta mengantarkan arman kerumahnya tante indri untuk kuliah di jakarta, jadi hari ini aku tinggal di rumah sendirian , ku manfaatkan waktu seharian ini untuk beres-beres rumah.
Setelah selesai beres-beres ,dari mulai nyapu sampai ngepel dan cuci piring, lalu aku pun duduk di sofa ruang tengah hanya sekedar untuk istirahat dan bersantai.
Aku adalah alya al-rasyid putri semata wayang dari keluarga burhan al-rayid dan niken nur azizah, aku kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri favorit di kotaku yaitu kota kembang, kota bandung, ibu kota jawa barat.
Dimata kedua orang tuaku ,ummi dan abi aku adalah anak yang penurut dan patuh , serta taat terhadap agama, kerena selama ini ummi selalu menanamkan nilai-nilai agama terhadapku, terbukti penampilanku di tutupi dengan jilbab dan baju gamis panjang.
Akan tetapi di balik jilbab yang ku kenakan, aku seorang perumpuan yang binal , semuanya itu di karenakan aku tidak bisa mengendalikan SYAHWATKU yang begitu besar, sehingga aku terjerumus kedalam perzinahan bersama pacarku.
Pacarku bernama andre, anak kompleks sebelah rumahku,iya kuliah di kota bandung juga , akan tetapi andre kuliah di salah satu perguruan tinggi ternama swasta.
Begitu juga dengan andre dimana keluargaku ia dikenal seorang pemuda yang baik dan sopan, tapi di balik semuanya itu ia adalah seorang pemuda haus sex yang telah memperkosaku dan membuatku menjadi binal.
Setelah pemerkosaan itu terjadi terhadapku justru aku tidak membenci andre, malah sebaliknya aku teringat terus sama andre, karena pemerkosaan itu terkesan sangat manis di benakku, dan awal dari pemerkosaan itulah yang meyebabkankan andre menjadi pacarku.
Entah kenapa itu bisa terjadi ada apa di dalam diriku?, orang yang telah merusak masa depanku dengan cara memperkosaku justru menjadi pacarku.
Akan tetapi aku menikmati semuanya itu , kebutuhan SYAHWATKU sekarang jadi terpenuhi setelah andre menjadi pacarku.
Setahun sudah aku jalan bareng sama andre, dan keluargaku sangat mendukung hubunganku ini, di karenakan andre di mata ummi dan abi adalah anak yang baik dan berpendidikan, dan juga kedua orang tuaku berharap hubunganku dengan andre sampai ke jenjang pernikahan.
Karena kedua orang tuaku sudah nampak akrab sekali dengan andre terlebih dengan ummiku, ummiku sering menyuruh andre untuk datang kerumah hanya untuk sekedar minta tolong kalau ada sesuatu, seperti listrik di rumah bermasalah , atau masalah rumah lainnya yang berhubungan dengan pekerjaan laki-laki.
Dan dari situlah andre nampak akrab sekali dengan ummi , di karenakan abi sibuk dengan pekerjaannya atau abi sedang berada di rumah ibu reni istri keduanya, jadi itulah yang mengakibatkan andre sering di minta tolong untuk memperbaiki sesuatu di rumah.
Awal Pemerkosaan Setahun Lalu
Awal dari pemerkosaan setahun yang lalu, seperti biasa aku kekampus lebih senang menggunakan kendaraan umum seperti angkot atau ojek ketimbang bawa kendaraan sendiri, padahal ummi telah menyuruhku untuk memakai mobilnya kalau aku pergi kekampus, lagian mobil ummi di rumah juga jarang di pakai.
Waktu itu aku pulang agak larut malam sekitar jam 9 malam, di karenakan setelah pulang dari kampus aku menengok temanku yang masuk rumah sakit.
Malam itu aku turun dari angkot depan komplek rumahku . Rintik hujan mengiringi dikegelapan malam waktu, kulihat tidak ada ojek yang mangkal satu pun malam itu.
Akhirnya aku pun memutuskan untuk jalan kaki , dan aku pun menembus kegelapan malam di iringi rintik hujan yang turun , malam itu terlihat sangat sepi sakali, mungkin karena hujan jadi orang-orang pada males keluar rumah di komplekku.
Aku terus melangkahkan kakiku di kegelapan malam waktu itu, dan tiba-tiba ada sebuah motor yang mengklakson lalu berhenti di sampingku.
Aku pun bersyukur allamdulilah rupanya ada ojek pikirku, ternyata motor yang berhenti di sampingku itu rupanya andre tetang komplek sebelah.
''haii....alya malam-malam kenapa jalan kaki hujan-hujanan''sapa andre.
''ehh..kamu dre..., iya nih...aku baru pulang dari kampus''jawabku.
''yaaa sudah ayo naik , aku anterin kerumahmu'' ajak andre.
''engak apa-apa dre..makasih ntar ngerepotin''
''engak kok alya apa yang repot , ayo cepat naik''
Aku pun terdiam sejenak, dikarenakan andre memaksaku dan hujan yang turun pun semakin besar akhirnya aku memutuskan untuk nebeng di motornya.
Setelah aku duduk di jok motornya, andre kembali memacu sepeda motornya lagi, setelah beberapa meter berjalan di depan pas perempatan, yang seharusnya menuju rumahku lurus andre malah membelokan matornya.
Aku pun bertanya kepada andre kenapa jalannya tidak lurus malah belok di perempatan tadi, andre bilang ia mampir dulu kerumahnya karena ia habis beli obat untuk orang tuanya, dan obat tersebut harus cepat-cepat di berikan kepada orang tuanya.
Mendengar jawaban andre aku pun terdiam, dan tidak curiga apa-apa terhadapnya, beberapa saat kemudian aku dan andre sampai di rumahnya.
Lalu andre memintaku untuk masuk dulu sebentar di karenakan kalau nunggu di luar nanti kehujanan, aku pun menurutinya, setelah motor di parkir lalu aku dan andre melangkah menuju kerumah.
Tapi tiba-tiba andre memeluk pinggangku dan kemudian menarikku masuk kedalam, belum sadar akan bahaya yang menimpaku, tiba-tiba andre menutup pintu rumah dan menguncinya.
"Mau apa kamu dree?" Aku membentaknya marah.
Bersambung





