Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
ENIGMA: When We Are
ENIGMA: When We Are

ENIGMA: When We Are

8.1
/ 10
Dalam novel ENIGMA: When We Are, Elang berjuang mencari makna rumah di tengah luka keluarga. Sebagai anggota OSIS, ia harus menaklukkan hati Sabiru yang terjebak masa lalu. Baca kisah romance modern ini di webnovel untuk melihat perjuangan cinta dan kedewasaan young adult fiction romance books.

Ringkasan ENIGMA: When We Are

Elang Albimanyu adalah pemuda dari keluarga retak yang mendambakan sosok rumah sebagai tempat pulang. Baginya, rumah bukanlah bangunan, melainkan kasih sayang tulus. Takdir membawanya mencintai Sabiru Anantasya, Wakil Ketua OSIS yang masih terjebak bayang-bayang masa lalu. Meski Sabiru sering bersikap judes dan membuat kesal, Elang tetap bertahan sebagai anggota OSIS di bawahnya. Di tengah kerumitan perasaan, mampukah cinta Elang mengubah hidup Sabiru sepenuhnya?
Selengkapnya

ENIGMA: When We Are Bab 1

"Bjir lo! Ngapain lo kasih gue tentangan ga bener.. Nih ya, tantangan yang asik dong!" sunggut gadis kuncir kepang satu yang tengah merungut gara-gara dapet tantangan dari sahabatnya itu.

Tadi, kedua gadis remaja itu gabut dan main truth or dare, dan ia mendapatkan dare. Apa lagi, sahabatnya menantang untuk jadian selama seminggu dengan anggota osisnya sendiri yang ia tak kenali.

SEMINGGU? BAYANGKAN SAJA!

Kenal saja tidak, jarang akrab, ya begitu lah. Tak mungkin juga seorang gadis yang penuh gengsi itu ngajak kenalan, apa lagi dengan cowo. No! Gabisa!

"Lagian kenapa si, Sa? Lagian kan cuma seminggu, nih ya lo mau gue kasih tantangan yang lebih dari itu?"

Sabiru Anantasya. Nama gadis itu yang tengah kena tantangan dari Leora Alena-sahabatnya itu.

Sabiru mendengus kesal. "Ga! Tetap aja ga kenal gila lo yah!? Gue ga kenal dia, Leo! Gue gamau.. Apa kata semesta nanti? Malu-maluin!"

"Biasanya juga malu-maluin kok, tenang aja sama gue, Sa. Dia tuh cuek tau, dia juga rajin. Masa lo ga kenal anggota lo sendiri si? Lagian itu SEMINGGU!" ucapnya Leora ikut kesal. Ia menghampirinya dan duduk disebelahnya disofa kamar Sabiru.

"Seminggu doang gue tau. Tapi mikir lah, gue gamau pacaran. Apa lagi pacaran sama anggotanya sendiri.." jawabnya geli sendiri. Bayangkan saja sudah geli sendiri, bagaimana itu terjadi? Oh no!

Tiba-tiba ada ide yang masuk dalam otaknya, dan Leo tersenyum menatap Sabiru yang tengah marah padanya. Bagi Sabiru, itu bukan senyuman biasa, namun luar biasa.

Sabiru mengangkat satu alis kirinya dan menatapnya, kemudian mengatakan padanya sahabatnya itu, "senyuman lo penuh bau jigong, Le. Makanya lo punya rencana pastinya."

Leora berdecak kesal. Bisa-bisanya Sabiru tau. Ia menggelengkan kepalanya cepat, lalu menjawab, "ngga! Gue itu tersenyum manis, buat lo. Lagian lo ga mau si, gue bilang aja sama anggota lo terutama ketua osis, kalo elo! Sabiru Anantasya takut dengan tantangan. Apa lagi, lo itu... Wakil ketua osis, seharusnya bisa terima tantangan." ancam Leora. Ia bangkit dari tempat duduknya, ia pun melangkah untuk menuju pintu kamar Sabiru

Mata Sabiru melotot. Ia tau, sahabatnya tak pernah main-main dengan ancamannya, apa lagi ia tak mau jika jabatannya merusak nama baik osis mau pun sekolah karena acaman dari Leora. Leora mungkin tidak menyebar sesuai fakta, namun lebih dari itu, bisa menjelekkan nama dirinya.

"JANGAN! GILA LO!? GUE GAMAU NAMA GUE ITU KOTOR!" sentak Sabiru cepat. Leora yang tepat di depan pintu ia menatap pintu sejenak, ia tersenyum smirk.

Leora mendapatkan jawaban seperti itu pun, menoleh, sambil memutarkan tubuhnya. "So? Gimana?"

Sabiru menelan salivanya dengan berat hatinya, kepalanya memunduk. "Gue... Gue..." ujarnya berbata-bata.

Leora mendengar itu pun memutarkan bola matanya malas. "Yaudah lah kalo ga mau, gampang gue tinggal cus aja, Sa." Ia melangkah lagi untuk membuka pintunya.

"STOP! Oke. Gue mau, lo tinggal kirim aja kontaknya."

"Yuhu! Asikkk!" seru Leora membuat Sabiru menatap heran pada sahabatnya itu.

Leora anjing! Babi, bangsat! Intinya gue ga akan suka kok, tenang aja. Gue gamau kalah!

***

"Leora!!!" pekiknya sembari menghampiri gadis itu dibangkunya. Gadis yang bernama Leora tengah memperhatikan ponselnya itu.

Sampainya Sabiru disamping Leora, dan memperhatikan Leora, ia memutarkan bola matanya malas. Ia pun dengan kesalnya, mengebrak mejanya membuat Leora kaget, kemudian menoleh padanya.

Kedua alis Leora terangkat. "Lo kenapa? Dateng-dateng marah-marah ga jelas lo. Ada apa?" tanya Leora tidak santai.

"Gimana si lo, Leo. Dia ngatain gue gila tau ga!? Bener-bener ngajak ribut banget, gue eneg bangett!" geramnya. Kedua tangannya mengepal di depan mukanya.

Leora tersenyum kekeh, "emang lo gimana chatnya? Dia sensian, jadi ya lo harus lemah lembut, gausah judes begitu."

"Gimana bisa gue lemah lembut, Leora!" Setelah mengatakan hal itu, Ia duduk disampingnya, tasnya masih berada dipundaknya. Kemudian ia mengacak-acak ramputnya fruastasi.

Leora mengubah posisinya, menjadi ia duduk menghadapnya. "Emang lo kemarin chatnya gimana?"

"Gue ngajak kenalan, dia gamau! Gila banget, dia. Orang banyak kok yang mau kenalan sama gue, lah apa? Dia? DIA NGATAIN GUE GILA!" seruannya.

Leora menggelengkan kepalanya tak heran pada sahabatnya itu. Sejatinya, wajahnya saja yang judes, galak, namun lain dengan hati. "Hadeh, wakil ketua osis lembek amat, kaya roti aja lo."

Mendengar hal itu, Sabiru yang tadinya merengek, pun jadi matanya molot karena ucapan dari sahabatnya itu. "Gini-gini anggota osis, lo apa?"

"Ck, udah ah. Lo masih gamonin dia, Sa?" tanya Leora mengalihkan topik membicaraannya.

Asal kalian tau, ya. Sabiru itu gamon sama mayat, dia tinggal pas sayang-sayangnya, nyesek sekali. Namun nasib seperti itu. Sudah hampir tiga tahun gamon, pada akhirnya ditinggal mati olehnya.

Sabiru mengangguk pelan. "Iya, masih. Siapa si yang ga gamon sama cowo modelan kaya dia? Udah baik, ga main tangan, ga toxic sama cewe, pokoknya ibaratkan kalo sama cewe itu ngetreat banget gila."

"Makanya, gue mau lo jadian sama anggota lo sendiri, Sa." ungkap Leora membuat Sabiru diam sejenak.

"Dia ada akan digantikan oleh siapapun."

                                       ...

"KAMU ITU ANAK SIALAN! MAU SEKOLAH? MAU JADI APA KAMU, HM!?" bentak seorang wanita paruh baya yang tengah menatap seorang pemuda.

Pemuda itu memakai seragam sekolah khasnya, pakaiannya begitu tidak rapih. Ia tak peduli jika dipandang buruk oleh orang lain. Ia menatap datar pada wanita itu.

Sudah biasa, mentalnya tidak seperti permen karet kok, santai saja.

"Bisa jadi apa aja, yang gue mau." jawabnya singkat tanpa ekspresi.

"ITU OMONG KOSONG!" sentaknya tak percaya pada omongan anaknya itu. Wanita itu keras, pada putranya saja, lain lagi pada anak kesayangannya.

Pemuda itu tersenyum smirk, "omong kosong lo yang ngomong, emang lo ga pernah sekolah?"

Elang Albimanyu, nama lengkap pemuda itu. Elang membenci rumah, seperti nereka hawanya, tidak seperti keluarga yang lain. Pemuda itu benci pada wanita itu.

Wanita tersebut geram akan ucapan dari putranya itu. Tangannya sangat gatal ingin memukulnya, namun tak jadi dan menatap Elang sejenak, lalu pergi dengan kesalnya.

"Gue benci disini." gumam lirihnya. Tak sadar, air matanya menetesi pipinya, ia menghapus air matanya kasar.

"Gue benci rumah ini." ucapnya. Setelah itu pemuda itu keluar untuk pergi sekolah.

Tanpa disadari, seorang gadis remaja mendengar semuanya. Matanya berkaca-kaca, gadis itu adalah adeknya, adek kesayangannya yang selalu dibangga-banggakan oleh Elang.

Gadis itu menatap kepergian Elang menggunakan motor dengan lanju. "Aku sayang koko.."

"Ko, maafin Nara.."

                                      ...

"Make baju yang bener." tegas Bian selaku osis yang tengah menjaga digerbang masuk sekolah, bersama wakil ketuanya.

Elang memutarkan bola matanya malas, "gue males, nanti aja." ujar entengnya.

"HEH! INI TUH SEKOLAH LO MAU JADI PREMAN KALO LO SEKOLAH MAKE BAJU BEGITU HAH!?" pekik Sabiru pada Elang.

"Brisik lo bocah." ketusnya menatap datar pada Sabiru.

Sabiru berdecak kesal. "Lo niat sekolah apa ngepank? Kaya preman sekolah aja lo." komentarnya.

"Lang, gue minta lo kekamar mandi sekarang, buat masukin baju lo, beberapa menit lagi mau upacara, seharusnya lo lebih displin." tegur Bian pada pemuda itu.

Udah biasa hari senin hari yang membuat Sabiru sedikit kesal gara-gara tingkah Elang, padahal udah tau aturan tapi entah kenapa seperti pura-pura tidak tau.

"Cowo sinting emang," umpat Sabiru menatap kearah lain meskipun didengar oleh Elang dan Bian.

Elang memutarkan bola matanya. "Cewe gila. Sok paling tegas, lo cerewet banget, suaranya kaya masih bocah, cocoknya lo masuk tk lagi."

Setelah mengatakan hal itu, ia berjalan melewati Sabiru yang tengah menahan emosinya. Sabiru tak tahan lagi, ia tak bisa disepelekan oleh siapapun, termasuk dia!

"COWO SINTING LO! MAU JADI PAHLAWAN LO MAKE BAJU BEGITU HAH?!" teriak Sabiru pada Elang. Awalnya Sabiru ingin mengejarnya, namun dicegah oleh Bian.

Elang mendengar hal itu bibirnya melengkung keatas membentuk senyuman, apa lagi alangkahnya terhenti. "Cewe gila, tapi menarik," monolognya.

"Ck! Bian, ngapain lo malahan cegah gue? Dia tuh ga disiplin! Seenaknya begitu, ya kali yang punya sekolahannya, apa?" Sabiru kesal.

Bian tersenyum, "kita udah biasa Sabi. Jadi, kita harus sabar, meskipun terus-terusan begitu, dia tetap tau tepat waktu kok." belanya.

"LO BELAIN DIA SI?"

Pemuda itu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. "Gue ga belain dia kok, dia itu anggota osis, Bi. Jadi, lo juga harus hargai dia."

"HAH?" pekik Sabiru tak percaya padanya. Kenapa ia tak pernah melihatnya sebelumnya? Kenapa mendadak jadi osis? Tidak! Tidak mungkin seorganisasi dengan cowo sinting tidak!

Sabiru menggelengkan kepalanya. "Ga! Lo bohong kan? Masa dia osis juga, lagian gue ga pernah liat dia kalo lagi rapat, apa ada acara apapun."

"Dia memang begitu, tapi dia tau segalanya tentang acara atau rapat."

"Lo kira dia peramal? Cenayang lo maksud?"

Bian kekeh mendengar ucapan dari Sabiru. "Dia bukan peramal mau pun cenayang, Bi. Dia selalu cari informasi sendiri tanpa ketahuan sama orang lain."

"Artinya dia cowo sinting." tindas Sabiru.

"Dan lo! Lo ngapain panggil gue Sabi? Kenapa ga sekalian sapi begitu?" dumelnya tak suka sungguh dengan nama itu, rasa-rasanya mirip dengan sapi namanya.

"Karena gue pengen gue panggil lo dengan nama khusus buatan gue, gue ga suka lo dipanggil sama, sama oranglain."

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Aku Tak Punya Siapapun Lagi
Aku Tak Punya Siapapun Lagi
Dalam novel romantis bernuansa misteri Aku Tak Punya Siapapun Lagi, seorang istri yang sekarat akibat gagal hati akut merelakan kuota pengobatannya demi adik angkatnya atas desakan sang suami. Baca novel online ini untuk mengungkap keputusannya menyerahkan segalanya sebelum ajal menjemput.
CINTA DI MUSIM SEMI
CINTA DI MUSIM SEMI
Dalam novel CINTA DI MUSIM SEMI, David dan Arina berjuang menyatukan visi hidup mereka di tengah dinamika modern. Romance novel ini mengeksplorasi cara mereka saling memahami demi mempertahankan kebahagiaan. Temukan kisah mereka melalui platform read novels online gratis sekarang.
Istri yang Dihancurkan Mereka
Istri yang Dihancurkan Mereka
Dalam Istri yang Dihancurkan Mereka, seorang komposer kehilangan segalanya saat suami dan anaknya lebih memilih menyelamatkan wanita lain. Romance novel ini mengisahkan pengkhianatan pahit yang memicu aksi balas dendam. Baca kisah fiksi modern ini untuk melihat bagaimana ia menghancurkan sangkar mereka.
Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
Dalam Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder, pewaris Grup Nelson membalas pengkhianatan mantan kekasihnya. Nikmati billionaire romance novel ini saat ia mengubah martabatnya menjadi kekuatan. Baca webnovel seru tentang balas dendam dan kemewahan yang tak terbatas sekarang.
Penguasa Abadi Sepuluh Ribu Binatang
Penguasa Abadi Sepuluh Ribu Binatang
Dalam fantasy novel Penguasa Abadi Sepuluh Ribu Binatang, murid baru di Puncak Lundao memulai perjalanan kultivasi. Mengikuti jejak Wan Beast Immortal, mereka menghadapi tantangan dunia peri demi mencapai kekuatan puncak. Baca adventure story penuh aksi ini sebagai pilihan fiction fantasy novels pilihan.
Rahasia Keluarga dan Pengkhianatan
Rahasia Keluarga dan Pengkhianatan
Dalam Rahasia Keluarga dan Pengkhianatan, Nadia terjebak intrik keluarga konglomerat demi pengobatan adiknya. Sebagai billionaire romance novels pilihan, kisah ini mengikuti pelarian Nadia membawa rahasia ahli waris Reza. Baca modern novel penuh pengkhianatan ini di platform web novel kami.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.