Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Dua Istri CEO
Dua Istri CEO

Dua Istri CEO

9.0
/ 10
Dalam novel Dua Istri CEO, Brian menghadapi permintaan mengejutkan dari Azzura untuk menikah lagi. Sebagai billionaire yang setia, Brian harus memilih antara menuruti keinginan istrinya atau mempertahankan komitmen tunggalnya. Temukan kisah romance novel ini di antara pilihan sulit dan kesetiaan.

Dua Istri CEO Bab 1

Hidup Brian Pradipta sangatlah sempurna. Bisa dipastikan jika banyak pria yang iri dengan kehidupannya. Di usia 35 tahun dia sudah menjadi seorang CEO yang sangat sukses.

Memiliki keluarga yang bahagia bersama dengan wanita yang sangat dia cintai, Azzura Wijaya. Azzura Wijaya adalah anak dari Antony Wijaya, investor terbesar di perusahaannya. Tapi, bukan dengan alasan itu mereka menikah, tetapi karena mereka saling mencintai.

Dari pernikahan itu mereka dikaruniai seorang putri cantik yang mereka beri nama Kyra Wijaya Pradipta. Menyandang nama besar dua keluarga membuat kehidupan Kyra menjadi mimpi banyak anak gadis seusianya. Bahkan saat perayaan ulang tahunnya yang ke-sebelas, Brian menghadiahi putrinya itu dengan sebuah helikopter untuk anaknya. Kyra menjelma sebagai seorang sosialita di usia yang masih belia.

Brian sangat bersyukur dengan kehidupannya yang sudah sempurna, hingga sebuah permintaan dari Azzura menggoyahkan harga dirinya.

"Mas ... menikahlah lagi." Bagai di sambar petir, apa yang dikatakan Azzura malam itu terdengar seperti sebuah lelucon untuknya. Setelah percintaan panas keduanya, bahkan rasa lelah dan peluh yang bercampur belum hilang sepenuhnya. Azzura mengucapkan kalimat yang tak pernah Brian duga sebelumnya. Atau mungkin Brian sama sekali tidak pernah memikirkannya.

"Apa maksud kamu, Zura?" Brian lelaki normal yang mungkin akan menjadi serakah akan cinta, tetapi tidak sekali pun dia memiliki pikiran seperti itu.

Sebanyak apa pun hartanya, setampan apa pun dirinya, dia tak berniat melihat ke arah wanita lain. Untuk apa mendua, jika apa yang dia mau telah dia dapatkan dari Azzura.

"Aku ingin Mas menikah lagi." Melihat wajah Azzura kali ini, dia sedang tidak bercanda. Brian sangat tahu jika saat ini istrinya itu tengah serius. Bahkan mungkin tak pernah seserius ini.

"Iya. Tapi, untuk alasan apa, Zura?" Brian merasa geram. Bahkan lelaki itu sampai mengepalkan tangannya. Apalagi melihat Zura yang nampak begitu santai saat mengucapkannya.

"Tidak ada alasan apa pun. Aku hanya ingin Mas menikah lagi."

"Apa kamu sudah bosan padaku dan tak mencintaiku lagi, Zura?" Baru kali ini dia merasa tidak percaya diri di hadapan istrinya. Brian meringsut sedikit menjauhkan tubuhnya dari Azzura.

Merasa suaminya sedikit menghindar, Zura mengeratkan pelukannya. Dia membenamkan wajahnya di dada Brian. "Mana mungkin aku bisa bosan padamu, Mas. Dan jangan kamu ragukan rasa cintaku padamu. Aku begitu mencintaimu, hingga rasanya aku tak mampu jauh darimu."

Brian hanya tersenyum miring. Percayakah ia dengan ucapan Zura? Bagaimana bisa seorang istri yang mencintai suaminya, meminta suaminya untuk menikah lagi?

Brian menggeleng, "Tidak, Zura! Aku tak mau memiliki istri lain selain kamu!" tegas Brian. Dia mungkin bukan suami yang sempurna, tetapi dia bukan pria bajingan yang akan menyakiti hati pasangannya.

Brian memalingkan wajahnya dari Azzura, dia merasa marah akan permintaan tak masuk akal itu. Apa alasan yang mendasari Zura meminta hal itu?

"Mas," panggil Zura.

Brian tetap bergeming, dia tak mau mendengar hal itu lagi. Baginya, tak akan ada cinta lain selain Azzura.

"Mas ... dengerin aku dulu," panggilnya mesra.

'Argh ... si al.' Sebenarnya Brian tak akan bisa bertahan jika istrinya ini sudah berucap manja seperti ini. Tapi, kali ini, dia mati-matian akan bertahan dari godaan sang istri.

Merasa tak mendapat tanggapan, Zura segera meraih dagu suaminya itu agar wajahnya dapat dia tatap. Dia sungguh tak bisa jika marahan dengan Brian. Bagaimanapun Brian adalah belahan jiwanya dan juga separuh hidupnya.

Kini manik mata mereka saling menatap. Ada gelora dan cinta di dalamnya, yang tak akan pernah padam meski dinyalakan seumur hidup. Tapi, kenapa? Pertanyaan itulah yang kini bersarang di hati Brian.

"Oke! Mas akan dengerin kamu." Akhirnya lelaki itu luluh juga. Satu hal yang paling tidak bisa dia lakukan adalah mendiamkan istrinya itu.

"Mas cinta nggak sama aku?" Tatapan Azzura begitu tajam menusuk hingga rongga hati yang terdalam, membuat Brian sama sekali tidak bisa berkutik.

"Cinta dong, Sayang." Suara Brian mulai melunak, meski sebelumnya hatinya terus bergemuruh. Brian tersenyum, mengelus lebut rambut istrinya.

"Menikahlah lagi, Mas. Sebagai bukti cinta Mas sama aku."

"GILA!" Baru pertama ini Brian mengumpat pada istrinya, setelah selama dua belas tahun berumah tangga. "Sebenarnya, apa yang ada di pikiran kamu Azzura Wijaya ...?" Brian benar-benar menekankan suaranya ketika menyebut nama istrinya. Kemarahan yang baru saja menguap, kini kembali menjadi rintikan yang semakin deras.

"Aku hanya ingin Mas membuktikan rasa cinta Mas sama aku."

"Tapi tidak dengan permintaan konyol kamu itu. Lebih baik kamu memintaku untuk membelikanmu sebuah jet pribadi ketimbang memintaku menikah lagi!"

"Tidak, Mas! Aku tak akan meminta hal lain."

-

-

Pembicaraan Brian dengan istrinya malam itu sungguh membuat Brian tak konsen dalam kerjanya. Selama beberapa hari ini dia uring-uringan nggak jelas. Semua anak buahnya menjadi sasaran kemarahan dari CEO Pradipta Corporation itu. Termasuk Risa, sekertarisnya.

BRAK!

Terdengar suara bantingan. Rupanya Brian telah membanting map yang baru saja diberikan oleh Risa. Tak ada yang benar beberapa hari ini. Semua kacau.

"Kamu udah kerja sama aku berapa lama?! Kenapa bikin laporan kayak gini aja nggak bisa?!" Suara teriakan Brian menggema memenuhi kantornya. Risa begitu takut kali ini. Bosnya yang biasanya santai dan juga tenang, menjadi sangat temperamen. Sudah tiga hari ini, Risa menghitung saat Bosnya mulai berubah.

'Ada masalah apa, si Bos, kok jadi kayak singa ngamuk gini?' batin Risa. Sungguh tiga hari ini telah menjadi hari terburuk untuknya selama lima tahun bekerja bersama Brian. Bahkan untuk sekejap, Risa sangat ingin keluar dari pekerjaannya.

"Jawab! Jangan diam saja!" bentak Brian.

"Li-lima tahun, Pak." Meski lidahnya terasa kelu untuk menjawab, mau tak mau Risa harus menjawabnya. Jika tak ingin mendapat kemarahan lebih lagi.

Brian berkacak pinggang, tangan kanannya menyugar rambutnya ke belakang. Meski usianya sudah tak muda lagi, namun tak ada yang bisa menolak pesona seorang Brian Pradipta. Sayangnya tak pernah ada yang bisa mendekatinya karena dia tipe suami yang sangat setia.

"Dalam lima tahun ini kamu ngapain aja?"

Risa hanya bisa meneguk saliva-nya. 'Apa pak Brian nggak bisa lihat jika aku beneran kerja selama lima tahun ini?'

"Kerja, Pak," jawab Risa. Dia tak mau mendapat kemarahan karena tak segera menjawab pertanyaan dari Brian.

Brian melotot ke arah Risa, "Berani kamu ya, menjawab saya?"

Serba salah. Itulah yang Risa rasakan kali ini. Jika bisa, dia akan mengumpat Brian saat ini juga. Namun, pekerjaannya akan hilang jika dia melakukannya.

"Sudah! Kamu keluar saja!" Mendapat angin segar, tanpa pertimbangan lagi, Risa segera keluar dari ruangan itu.

Brian kembali duduk di kursinya, melihat layar laptopnya meski pikirannya sama sekali tidak berada di sana. Bayangan Azzura ketika memintanya menikah lagi, selalu melintas di pikirannya. Wajah Azzura saat itu benar-benar tenang, tidak seperti seorang wanita yang tengah terluka atau semacamnya.

Suasana rumah juga tak lagi hangat. Entah siapa yang memulai, tapi kini keduanya tak saling bicara. Sebenarnya Brian sangat tak tahan jika seperti ini, tetapi dia hanya ingin mengatakan jika dia sangat menentang permintaan Azzura.

Ini sudah seminggu lebih dan hubungan mereka tak ada perkembangan. Azzura benar-benar tak berbicara padanya. Dia hanya sekedar mengurus keperluan Brian sehari-hari. Brian sebenarnya bingung, kenapa Azzura sampai marah seperti itu?

"Zura?!' Tak tahan rasanya perang dingin seperti ini. Apalagi tak bisa menyentuh tubuhnya. Percayalah, meski usia keduanya tak lagi muda, namun rasa yang Brian rasakan untuk Azzura masih sama.

Azzura menoleh ke arah suaminya itu. Sumpah demi apa pun, dia sangat merindukan sentuhan dari Brian.

Brian menarik pinggang Zura dan merapatkan tubuh mereka. Brian bisa mendengar detak jantung Zura yang bertalu seperti gendang yang saling bersahutan. Begitu pun sebaliknya, degup jantung Brian tak bisa berbohong jika dirinya kini benar-benar menginginkan Azzura.

"Zura ... aku merindukanmu ...." Suara Brian terdengar begitu seksi di telinga Zura, hingga membuat darahnya berdesir. Terlebih saat Brian menggigit kecil cuping Zura, sungguh menjadikan sensasi tersendiri. Tak berhenti di situ, kecupan Brian semakin turun hingga membuat Zura menginginkan lebih.

Rasa marah dan juga kesal yang mereka rasakan sebelumnya, melebur bersama penyatuan keduanya. Jika Brian bisa mendapatkan segala bentuk kepuasan bersama Zura, kenapa dia mesti menikah lagi?

Brian mengurai pelukannya, dia melihat kabut gairah di mata istrinya. Dia sangat tahu jika Zura sedang menginginkan hal itu. Wanitanya itu tak pernah bisa menolak sentuhannya.

Zura menatap Brian seolah mendamba. Tak ada yang lebih dia inginkan selain sentuhan dari suaminya.

"Mas ... please," pinta Zura yang berharap lebih. Hanya dengan perlakuan seperti itu, benar-benar bisa membangkitkan sesuatu yang liar di dirinya.

"Do you want more, Baby?" tanya Brian dengan setengah menggoda.

"Yes. Do it now, Brian."

Brian tersenyum penuh kemenangan, dia tahu istrinya itu sangat menginginkannya malam ini. Saat Zura hanya memanggilnya tanpa embel-embel 'mas', gelora di dalam Zura benar-benar terbakar.

Brian kembali mengecupi istrinya. "Are you sure, Baby?" Hembusan hangat napas Brian mengenai kulit leher Zura, membuat wanita itu menggelinjang. Merasa geli dan juga nikmat secara bersamaan.

"Yes. I want you!"

Bagi Brian, Azzura adalah perpaduan antara kelembutan dan juga ganas secara bersamaan, Sikapnya sehari-hari memang sangatlah lembut. Selalu memperlakukan Brian dengan penuh kasih sayang. Tetapi saat seperti ini, dia akan berubah menjadi sangat liar, hingga Brian tak yakin jika itu adalah orang yang sama.

Namun, Brian sangat menikmati jika istrinya sedang berada di mode liar seperti ini. Karena Zura akan jadi sangat seksi.

Brian menarik napas panjang, dia melepas pelukannya lagi. Kali ini dia menatap Azzura dengan raut wajah kesal. Azzura semakin bingung.

"Kamu kenapa, Mas?"

"Aku akan menghukummu, Sayang. Jika kamu masih saja menyuruhku untuk menikah lagi, maka aku akan menyiksamu seperti ini.

Setelah mengucapkan hal itu, Brian meninggalkan Azzura yang kini hanya bisa bengong. Dia masih menginginkan sentuhan lagi. Oh, sungguh dia sangat ingin rasa rindunya akan terobati.

Dengan perasaan yang campur aduk, Azzura terduduk di tepi kasur, dia menangis.

"Aku juga tak ingin berbagi cinta, Mas. Tapi ...."

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Cinta Dalam Hati
Cinta Dalam Hati
Dalam novel Cinta Dalam Hati, Tania, pengacara berani yang melawan mafia perdagangan manusia, terjebak perjodohan paksa dengan rival masa kecilnya, Yudi. Simak aksi seru dan intrik dalam romance modern ini. Baca kisah selengkapnya di web novel ini sekarang!
CINTA DI MUSIM SEMI
CINTA DI MUSIM SEMI
Dalam novel CINTA DI MUSIM SEMI, David dan Arina berjuang menyatukan visi hidup mereka di tengah dinamika modern. Romance novel ini mengeksplorasi cara mereka saling memahami demi mempertahankan kebahagiaan. Temukan kisah mereka melalui platform read novels online gratis sekarang.
Dinodai keluarga suami
Dinodai keluarga suami
Dalam romance novel Dinodai keluarga suami, Anisa Rahma terjebak di rumah Seno Bagaskara. Di tengah kemewahan billionaire romance books ini, ia harus menghadapi ancaman dari ipar dan adik suaminya sendiri. Akankah Anisa mampu bertahan dari pengkhianatan ini? Baca selengkapnya di webnovel ini.
Hijrah Cinta Sang Casanova
Hijrah Cinta Sang Casanova
Dalam romance novel Hijrah Cinta Sang Casanova, Bobby berjuang menaklukkan hati Claudia yang skeptis karena masa lalunya. Meski didukung mertua, Claudia harus menghadapi rahasia besar sebelum dan sesudah pernikahan. Baca kisah modern novel ini tentang pilihan hidup dan konsekuensi masa lalu.
Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
Dalam Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder, pewaris Grup Nelson membalas pengkhianatan mantan kekasihnya. Nikmati billionaire romance novel ini saat ia mengubah martabatnya menjadi kekuatan. Baca webnovel seru tentang balas dendam dan kemewahan yang tak terbatas sekarang.
LEMBAYUNG CINTA
LEMBAYUNG CINTA
Dalam modern novel LEMBAYUNG CINTA, Rangga terjebak obsesi mendalam untuk memiliki Davina. Ia menyusun berbagai rencana demi memancing perhatian sang wanita dan memenangkan hatinya. Ikuti perjuangannya dalam romance stories ini untuk melihat sejauh mana ia mengejar cintanya.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.