Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Dosen Duda Anak 1
Dosen Duda Anak 1

Dosen Duda Anak 1

9.2
/ 10
Dalam novel romance Dosen Duda Anak 1, Alva menghadapi pilihan sulit saat takdir mengikatnya dengan anak sang dosen. Terjebak antara logika dan perasaan tak terduga, ia harus menentukan masa depannya. Baca kisah lengkapnya di web novel modern ini sekarang.

Ringkasan Dosen Duda Anak 1

Pertemuan tak terduga antara Alva dan anak dari dosennya sendiri menjadi awal mula ikatan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Di tengah dinamika kehidupan kampus, benih asmara yang tak diinginkan justru tumbuh secara perlahan dan sulit untuk diabaikan. Kini, Alva terjebak dalam dilema besar mengenai arah masa depannya. Haruskah ia membuka hati dan menerima kehadiran seorang duda sebagai pendamping hidupnya? Sebuah kisah tentang pilihan dan ketulusan cinta.
Selengkapnya

Dosen Duda Anak 1 Bab 1

Alva Klara anak yatim piatu sejak umur enam tahun yang di asuh oleh keluarga teman ayahnya. Nicoland dan Nora orang tua angkat Alva yang memiliki satu putri tidak berbeda jauh umurnya dengan Alva. Mereka kuliah sudah semester tujuh yang sebentar lagi akan disibukkan dengan skripsi.

Kini mereka berdua sedang di taman mengerjakan tugas untuk diberikan kepada dosen. Meskipun mereka berbeda jurusan tetapi mereka sering bersama yang kadang orang lain berpikir mereka saudara kandung.

Disela-sela mereka mengerjakan, ada saja hal yang dibicarakan entah menanyakan yang mereka kerjakan sulit atau hanya mencairkan suasana.

Di meja kotak tak hanya penuh buku, kertas serta laptop. Minuman dan cemilan ikut memenuhi meja. Sampai tangan kecil menghentikan aktivitas kedua wanita dewasa itu dan menatap bocah kecil meminum boba rasa coklat milik Alva yang masih tersisa setengah lagi.

Menatap anak kecil laki-laki yang sudah menghabiskan minumnya. Si kecil yang merasa diperhatikan mendongak dan terseyum manis memperlihatkan pipi chaby.

"Makasih Kak," ucapnya lalu pergi begitu aja tanpa mau menunggu respons kedua wanita yang sedari tadi memerhatikannya.

Keempat bola mata itu menatap bocah yang berlari setelah minum, membuat mereka tertawa melihatnya. Alva geleng-geleng kepala dengan melirik bobanya habis tanpa sisa. Sedangkan Nartalie tidak bisa menahan tawanya.

"Itu anak siapa? Bisa-bisanya dibiarin berkeliran, untung masih sekitar kampus kalau keluar dan terjadi sesuatu gimana?" Pertanyaan itu keluar dari bibir tipis Nartalie.

"Sutt, jangan bicara begitu!" tegur Alva tidak suka.

"Bocah lucu. Kamu liat tadi dia jalan kek susah sama berat badannya sendiri," kata Alva dengan kekehannya.

Nartalie kembali tertawa lepas mengingat itu. Mahasiswa-mahasiswi yang berada di taman menatap ke arah bangku Alva karena tawa Narthalie. Mereka mengatakan maaf lalu kembali menyelesaikan tugasnya.

Tak lama mereka melanjutkan tugas anak kecil itu kembali lagi dengan ponsel yang dipegang. Seperti memberi kode, ia berdiri di dekat kursi yang kosong samping Alva sembari memainkan ponsel.

Alva menghela napas dengan kedua bibir tebal terangkat, "Duduk Cil," suruh Alva dengan suara lembut. Sang empu menatap tidak suka karena di panggil 'Cil.'

"Aku bukan bocil, nama aku Gar," protes anak kecil itu tidak terima. Alva mengangguk tidak mau memperpanjang masalah.

Alva dan Narthalie kembali melanjutkan pekerjaan yang sudah dua kali diganggu oleh orang yang sama dan masih kecil. Sebenernya bukan diganggu tapi karena kehadirannya membuat fokus mereka teralihkan.

Si kecil tidak bisa diam, bermain ponsel dengan suara berisik dari kedua bilah dan suara ponselnya membuat konsentrasi kedua wanita ini menatap jengah.

"Kecilin itu suara ponselnya sama jangan berisik," Narthalie bersuara dengan suara kesal. Menatap anak kecil itu tajam menunjukan raut tidak bersahabat.

Alva menatap anak kecil yang bernama Gar itu dengan mengkerut karena diomel malah asyik sendiri tidak memedulikan Narthalie.

Sahabat Alva semakin geram dengan tingkah bocil satu ini yang entah asal usulnya siapa.

"Anak siapa sih? Nyebelin banget perasaan. Gak tahu apa lagi pusing," gerutu wanita dewasa dengan memasang wajah menahan amarah.

"Heh bocil, pergi mainnya sama yang lain aja sana! Disini kita butuh ketenangan," usir Narthalie tak ingin berbasa-basi lagi.

Tetapi Gar masih diam seakan tidak mendengar ada yang berbicara dengannya. Ia masih memainkan ponsel tanpa mau menuruti permintaan Narthalie.

Puncak amarahnya sudah meledak, Narthalie merampas ponsel dari tangan si kecil mungil dan menyimpan di meja. "Kalau mau di sini jangan berisik!" Narthalie memberikan peringatan yang sudah ke berapa kalinya.

Dengan santai si kecil mengambil ponsel di atas meja dan menambah suara ponsel full. Lalu meledek Narthalie sembari mengelurkan lidah, mengejek.

Nathalie membulatkan kedua matanya tidak terima dan kembali merebut ponsel Gar, kini Gar memengangnya dengan erat membuat Narthalie harus menarik dengan sekuat tenaga. Saat ponsel Gar sudah ditangannya, kini ia tersenyum mengejek.

Gar berdiri mendekati Nathalie dan langsung saja mengingit tangan kecil Narthalie sekuat tenaga sampai wanita itu berteriak kencang. Alva terkejut dengan apa yang dilakukan bocah kecil itu dan tanpa sadar bibirnya tersenyum tipis. Saat teriakan sang sahabat terdengar kembali Alva sadar dari lamunan dan menarik Gar agar terlepas dari mengigit sahabatnya.

"Aku bisa kena rabies ini," gumam Narthalie menatap bekas gigitan anak kecil yang tidak main-main. "Dasar kanibal," serunya menatap Gar dengan berbagai emosi dalam dirinya dengan waktu yang bersamaan.

Alva menarik anak itu agar menghadapnya, ia memegang kedua bahu untuk tidak bergerah. "Lain kali kamu jangan gitu lagi ya! Kalau kamu mau main sama kita bilang dan jangan ganggu orang lain yang sedang belajar, okay?" Kata Alva dengan lembut dan tangan kanan digunakan mengacak rambut yang mirip Oppa-oppa di Korea.

Tanpa sadar Gar menganggukan kepalanyan kecil dan menatap Alva senang juga dalam. Alva tersenyum melihat Gar menyetujui apa yang dirinya bicarakan.

Anak kecil bertubuh gempal menatap Alva dengan raut yang menggemaskan. Alva tidak bisa menahan lagi dan mencubit pipi chaby bocah satu ini yang sudah mengganggu kami dan melukai tangan sahabatnya.

Tiba-tiba Gar memeluk Alva sembari mengumamkan kata 'Bunda' tepat di telinga Alva dengan suara lirih dan menahan tangis. Alva lagi dan lagi membulatkan kedua matanya mendengar samar apa yang diucapkan anak kecil dalam pelukkannya.

Pikirannya lanjut memikirkan kenapa menangis dan mengatakan Bunda sembari menelirik dirinya. Tangisan Gar pecah karena tidak kunjung mendapatkan respons dari wanita dewasa yang dipeluk.

Saat itu Alva kembali sadar ke dunia yang nyata, dirinya dipeluk anak kecil dengan tangisan belum mereda. Diusapnya kepala Gar sayang mencoba memberi ketenangan. Ketika sudah tenang ada sesosok laki-laki dewasa menghampiri kami, kedua wanita dan satu anak kecil yang masih memeluk Alva posesif.

"Gar," panggilnya pelan memastikan dia anak yang sedang dicari.

Sang empu memutar kepala melihat siapa yang memanggilnya lalu kembali memeluk Alva dengan menenggelamkan wajah di dada Alva, nyaman.

"Hey, sini sama Papah." Laki-laki itu medekat mencoba mengambil Gar dari Alva.

"Gak mau, Gar mau sama Bunda." Si kecil menolak dan terus bergerak agar laki-laki itu tidak mengendong dirinya. Alva sedikit kewalahan karena pemberontakan Gar, ia mengucap punggung si kecil agar tenang dan memberitahukan tidak akan di ambil alih oleh laki-laki tersebut.

"Mangkannya Pak, kalau punya anak tuh urus yang bener jangan di suruh keluyuran sendiri. Gimana kalau nih anak keluar kampus dan terjadi hal yang tidak diinginkan?" semprot Narthalie dengan kesal mengingat si kecil mengganggu dan menggigit tangannya.

"Ouh ya, kasih makan anak yang bener juga masih kecil udah mau jadi kanibal." Narthalie kembali bersuara.

"Iya nanti saya beritahukan Bapaknya, maaf dengan semua kenakalan Gar." Laki-laki itu meminta maaf.

Narthalie megkerutkan dahinya, "Anda kan Bapaknya kenapa pake dibilangin ke Bapaknya lagi?"

Saat laki-laki itu akan protes Narthalie tidak mau mendengarkan omong kosong dan menyela, "Saya gak mau denger alasan Anda tidak mau mengakui anak sendiri. Kalau gak mau punya anak ya jangan buat lah!"

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Akulah Cintamu
Akulah Cintamu
Dalam novel modern Akulah Cintamu, Kayra berjuang menghidupi anaknya setelah suaminya hilang misterius. Takdir mempertemukannya dengan Damar, pria yang membencinya akibat rahasia masa lalu. Ikuti kisah romance novel ini tentang penebusan dan perjuangan mencari kebahagiaan sejati.
CINTA DI MUSIM SEMI
CINTA DI MUSIM SEMI
Dalam novel CINTA DI MUSIM SEMI, David dan Arina berjuang menyatukan visi hidup mereka di tengah dinamika modern. Romance novel ini mengeksplorasi cara mereka saling memahami demi mempertahankan kebahagiaan. Temukan kisah mereka melalui platform read novels online gratis sekarang.
DOSEN ITU SUAMIKU
DOSEN ITU SUAMIKU
Dalam novel modern DOSEN ITU SUAMIKU, Bunga harus menghadapi realita saat Ezza, suaminya, tiba-tiba mengajar di kampusnya. Temukan rahasia di balik kehadirannya dalam romance novel ini. Baca kisah lengkapnya di platform web novel kami sekarang.
Istri yang Dihancurkan Mereka
Istri yang Dihancurkan Mereka
Dalam Istri yang Dihancurkan Mereka, seorang komposer kehilangan segalanya saat suami dan anaknya lebih memilih menyelamatkan wanita lain. Romance novel ini mengisahkan pengkhianatan pahit yang memicu aksi balas dendam. Baca kisah fiksi modern ini untuk melihat bagaimana ia menghancurkan sangkar mereka.
Janda Bertemu Dengan Duda
Janda Bertemu Dengan Duda
Dalam Janda Bertemu Dengan Duda, Sonia mencoba bangkit dari duka bersama anak-anaknya di apartemen baru. Di sana, ia bertemu Yudha yang juga kehilangan pasangan. Romance novel modern ini mengisahkan perjuangan dua jiwa menyembuhkan luka dalam balutan romance stories yang realistis.
Nafsu Kakak Tiriku
Nafsu Kakak Tiriku
Dalam Nafsu Kakak Tiriku, Laily harus menghadapi ancaman saudara tirinya yang obsesif. Setelah selamat dari serangan berkat bantuan Abdi, fitnah justru memaksa mereka menikah. Simak kisah romance novel ini di web novel kami bagi yang ingin read books online free dengan plot penuh intrik.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.