DON'T PLAY GAMES WITH ME. Part.2

Bab. 1

Ada bisikan lembut..

" Adiba sayang, kita sudah sampai di mall. bangunlah.."

"Ya, Syden ".

Nyamannya menggeliat,

"cantikmu Adiba kalau bangun tidur , matamu berkedip-kedip seperti anak kecil ".

Keluar dari mobil , syden langsung memeluk bahuku . Pelan-pelan kulepaskan pelukan Syden , tak kuhiraukan Syden yang keheranan dengan sikapku . Jalan berdampingan saja sudah bagus , aku juga tidak mengharuskan Syden selalu memeluk bahuku tiap jalan ke mall. Baru saja masuk mall , bau harum menyeruak masuk ke dalam hidung tapi sudah ada yang berbisik..

" Aku mau peluk kamu , Adiba tapi kenapa kamu tolak ?. Kamu mau semua laki mengagumi kecantikanmu , mentang-mentang kamu makin cantik di masa kehamilanmu ini ".

Langsung kuhentikan langkahku tapi tetap saja ada yang melanjutkan bisikan ..

" Aku ini suamimu , bangga punya istri hamil yang cantik tapi kamu malu dipeluk suamimu yang jelek ini , Adiba ".

Aku masih tetap diam tidak mau melawan meskipun mendengar bisikan Syden karena aku sadar diri kalau aku hamil dan mau memberikan rasa nyaman pada janin di rahimku . Masih terdengar bisikan ...

" Lihatlah.. kamu selalu menjadi pusat perhatian dimanapun kamu berada meskipun kamu hamil . Bangga kamu Adiba jadi perempuan cantik ".

Langsung kulihat wajah Syden yang berdiri tegak di sampingku , sambil menekan rasa kesalku.. aku tetap tersenyum sambil menyentuh pipi Syden ...

" Pulang saja , yuk ".

Kubalikkan badan berjalan ke luar pintu , Syden langsung memeluk bahuku..

" Adiba , ayo kita belanja sekalian makan siang ".

Kutatap wajah Syden , tetap sambil berusaha tersenyum , aku menggeleng ...

" Adiba dan si mungil mau pulang , kalau syden mau di mall ini... Tidak apa-apa biar Adiba pulang naik taxi saja ".

Kutatap melangkah sambil mengelus-elus perutku , syden langsung memelukku sambil berbisik ..

" Maafkan aku, Adiba sayang . Aku cemburu kamu menjadi pusat perhatian semua orang dan kamu berjalan sendiri mengabaikan aku suamimu ".

Aku melepaskan diri dari pelukan Syden , tetap sambil tersenyum..

" Adiba sekarang mau pulang . Bolehkah , Syden ?".

" Tapi kita belum makan siang dan belum belanja perlengkapan bayi buat anak kita , Adiba sayang ".

Aku tetap menggelengkan kepala .

" Silahkan Syden makan siang dan beli perlengkapan bayi , Adiba tetap mau pulang ".

Syden menatapku ..

" Maafkan aku , Adiba sayang . Aku mau kita makan siang bersama "

" Adiba makan di rumah saja , kalau Syden mau makan di mall ini .. Adiba tungguin saja ".

" Aku mau sekarang kita makan siang bersama si mungil ini , Adiba sayang ".

Syden mengelus-elus perutku , kusingkirkan tangannya dari perutku.

Malas mulutku berdebat dengan laki Russia yang sedang bersamaku.

Syden benar-benar keras kepala , kalau sudah maunya pasti sulit dicegah . Kulihat Syden mengeluarkan ponsel dari saku celananya.

" Aku mau telpon orang tuamu dan beritahu beliau berdua kalau kamu menolak makan siang bersamaku padahal kita resmi suami istri dan kamu sedang mengandung anakku . Bagaimana , Adiba sayang ?".

Aku tetap diam lihat Syden yang menelpon abu ummu , kudengarkan saja syden melapor ke abu ummu langsung Syden memberikan ponselnya padaku , kudengar suara lembut keibuan Ummu .

" Adiba anak cantik kesayangan abu ummu , Syden suamimu mengatakan kamu menolak makan siang . Ingat nak ... Seorang istri harus melayani suaminya dengan baik apalagi kamu sedang hamil . Ayo Adiba jangan keras melawan suami yang berniat baik mengajakmu makan siang bersama , ingatlah ada anak titipan Alloh di rahimmu , Adiba anakku ".

"Iya , ummu ".

Kukembalikan ponsel ke tangan Syden langsung ponsel dimatikan , dimasukkan kedalam saku celananya lagi . Kubiarkan Syden memeluk bahuku daripada nanti mengadu lagi ke ummu . Syden tertawa girang , bercerita tentang hal-hal yang dianggpnya lucu tapi tetap kuabaikan ceritanya , terserah mau cerita apa ... Malas aku mendengarnya .

" Kita makan di sini saja , Adiba sayang ".

Syden menunjuk restoran di depan , kami masuk ke restoran dan duduk di dekat pintu masuk . Seorang pelayan membawa daftar menu makanan memberikan pada kami.

Malas aku memilih menu makanan , kuberikan daftar menu makanan ke tangan Syden.

" Syden saja yang pilih menu makanan , Adiba malas pilih . Cepatlah pilih , kasihan pelayannya lama berdiri menunggu ".

Syden melihatku , memilih beberapa menu makanan minuman . Kulirik pelayannya tersenyum mengambil daftar menu makanan kemudian berlalu meninggalkan kami.

" Adiba sayang , aneh sekali sikapmu . Ada masalah apa ?".

Belum sempat kujawab pertanyaan Syden , tiba-tiba ada yang menyapa ..

" Mr. Syden.. ".

Kami menoleh ke asal suara yang menyapa ternyata sepasang suami istri yang tersenyum ramah . Syden langsung berdiri dari tempat duduknya..

" Mr . Xavier ... Mari gabung bersama kami ".

Suami istri itu berjalan mendekati kami .

" Kenalkan ini Adiba istriku , dia sedang hamil anak pertama kami ".

Aku berdiri , tersenyum pada mereka .

" Cantik sekali istrimu meskipun hamil , Mr. Syden . "

Kami berempat duduk , Syden memanggil pelayan yang berdiri di dekat meja kasir . Setelah menulis pesanan makanan , pelayan tersebut berlalu meninggalkan meja kami .

" Mrs . Syden kenalkan ini Carmen istri saya ".

Kami bercakap-cakap sambil menunggu makanan minuman yang kami pesan . Alhamdulillah , tak lama kemudian 2 pelayan datang membawa pesanan makanan minuman . kubisikkan pada pelayan..

" Tolong bungkuskan seperti ini untuk nanti kami bawa pulang ".

Pelayan tersenyum ramah sambil mengangguk . Kami berempat asyik makan . Selesai makan kami masih berbincang-bincang . Ponsel Syden berdering , terdengar syden menjawab telpon ..

" Ya , bu .. sebentar lagi kami pulang ".

Syden menutup ponselnya sambil berkata ....

" Adiba istriku ini kesayangan ibuku sejak kami belum menikah sampai sekarang , apalagi sekarang dia hamil cucu pertama buat ibuku dan almarhum ayahku . Makin besar perhatian dan sayangnya ibuku padanya ".

Mrs. Xavier tersenyum , menyentuh pipiku ...

" Merampok hati suami itu mudah tapi merampok hati mertua itu sulit . "

Kami tertawa mendengar ucapan Mrs. Xavier .

" Mrs. Xavier , Adiba belum merampok hati ibuku tapi ibuku sudah memberikan hatinya pada Adiba . Ibuku tadi menelponku hanya

menanyakan kenapa Adiba belum pulang. Mrs. Xavier , ibuku lebih menyayangi Adiba daripada menyayangiku ".

Mr dan Mrs . Xavier tertawa terbahak-bahak. Aku hanya tersenyum , dengan lirih kujawab..

" Ibu saya jauh di Pakistan , otomatis saya selalu dekat dengan ibunya Syden yang tulus menganggap saya sebagai anak daripada sebagai menantu karena beliau tak punya anak perempuan ".

Mrs Xavier memelukku ..

" Anda benar-benar lembut , pantaslah jika ibu mertua menyayangi anda , Mrs . Syden ".

" Terima kasih , Mrs. Xavier ".

Syden berdiri ...

" Aku ke kasir dulu ".

Setelah membayar di kasir , Syden kembali ke meja kami . Mr dan Mrs. Xavier berpamitan .

" Terima kasih atas makan siang ini , selanjutnya besok jam 7 malam kalian harus makan malam di rumah kami . ".

Mrs . Xavier mengelus-elus perutku.

" Aku mau memasakkan makanan lezat untuk si kecil ini juga ".

"Terima kasih atas ketulusan anda , Mrs. Xavier ."

Kami berempat berjalan keluar dari restoran . Syden mencium keningku ..

" Kita belanja perlengkapan bayi , Adiba sayang ".

" Adiba mau istirahat di rumah , lelah seharian jalan , Syden ."

Mrs Xavier mengelus-elus perutku.

" Mr . Syden , saya dulu pernah keguguran waktu hamil 5 bulan karena terlalu banyak aktifitas, kecapekan , kurang istirahat . Ada baiknya Mrs. Syden jangan kecapekan , Mr. Syden ".

Syden terkejut..

" Iya , Mrs. Xavier . Kami tunda dulu belanja perlengkapan bayi "

Daftar Bab
Sesuaikan
Bab Berikutnya

Kamu Mungkin Juga Suka

Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.