Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Ditalak Tiga Lewat Telepon
Ditalak Tiga Lewat Telepon

Ditalak Tiga Lewat Telepon

8.3
/ 10
Dalam novel Ditalak Tiga Lewat Telepon, Atira harus menghadapi kenyataan pahit diceraikan secara sepihak saat anaknya hilang dan mertuanya koma. Romance novel penuh misteri ini mengisahkan perjuangannya bangkit dari keterpurukan demi menemukan keadilan dalam kisah modern novel yang emosional.

Ringkasan Ditalak Tiga Lewat Telepon

Atira merupakan sarjana yang memilih melepas karier demi mengabdi sepenuhnya sebagai istri. Namun, pengorbanannya dibalas pahit saat sang suami menjatuhkan talak tiga hanya melalui telepon. Cobaan kian berat karena ia sudah berbulan-bulan tidak dinafkahi, ibu mertuanya dalam kondisi koma, dan anak sulungnya hilang diculik. Di tengah kehancuran ini, mampukah Atira bangkit menghadapi takdir dan membuktikan ketangguhannya pada dunia? Simak perjuangan emosionalnya hanya di sini.
Selengkapnya

Ditalak Tiga Lewat Telepon Bab 1

“Apa maksudnya, Mas?” tanya Atira saat mendengar ikrar talak dari suaminya melalui sambungan telepon. Ia berharap jika dirinya sedang mendapatkan prank saja tepat di hari ini, hari ulang tahunnya.

“Kurang jelas? Selama hidup bersamamu Aku tak pernah bahagia. Oleh sebab itu aku memutuskan untuk mentalak kau detik ini juga,” jawab Bayu, lelaki yang telah membersamainya selama delapan tahun dan memberi Atira dua orang anak lelaki.

“Mas, ikrar talak itu enggak bisa dipermainkan. Walaupun bercanda, tapi jika kata talak sudah diucapkan maka jatuhlah talak untuk istri. Apa kau sadar dengan ucapanmu, Mas?” cicit Atira dengan air mata yang telah menganak sungai. Ia pun menerima telepon dari suaminya dengan terduduk lemas di lantai rumah.

“Saya enggak main-main, Tira. Saya tegaskan sekali lagi bahwa saya mentalakmu, bahkan... sekalian saja saya talak kau dengan talak tiga. Mulai detik ini kau bukan lagi istriku dan tak akan pernah lagi jadi istriku” jawab Bayu dengan suara yang lebih kencang.

Bagai disambar petir di siang bolong, Atira luruh di lantai.

“Mas! Huhuhuhuhu!” Atira meraung meratapi nasibnya yang seperti terjatuh ke dasar lautan. Akhirnya Ia terkulai lemas dan berada diantara sadar tak sadar. Ponsel yang sedari tadi ia pegang pun terjatuh dari genggamannya.

“Tira... Tira, ada apa, Nak?” bu Asih segera datang menghampiri Atira. Wanita paruh baya yang baru datang dari warung itu shock saat mendapati Atira terkulai lemas di lantai kamarnya.

“Tira, kenapa?” tanya bu Asih panik. Ia pun bergegas membantu Atira agar terduduk atau sekedar bangun dari lantai, tapi ia tak cukup kuat. Atira menangis lemah dalam keadaan setengah pingsan.

“Tolong!” bu Asih berteriak berharap tetangganya ada yang akan mendengar meskipun kemungkinannya kecil. Sedangkan Dafa yang sedari tadi mengekorinya ke warung masih sangat kecil dan tak akan mengerti. Hanya Davin, cucu pertamanya yang sudah cukup besar dan bisa dimintai pertolongan, namun bocah lelaki itu sedang berada di sekolah.

“Mamah!” cicit Daffa seraya mendekati Atira dan berusaha memeluknya.

"Bu!" sahut Atira lemah, sedangkan tangannya kanannya memegangi tangan Daffa dengan lembut.

"Kenapa, Nak?" tanya bu Asih sambil mengelus pucuk kepala Atira. "Sebentar, ibu ambilkan minum ya!" ucap bu Asih seraya hendak berdiri.

"Bu!" panggil Atira yang kini memegang pergelangan tangan bu Asih. Ia menolak mertuanya untuk beranjak.

"Ada apa Nak? bicara sama ibu!" pinta bu Asih dengan air mata yang mulai menggenang di pelupuk matanya. Ia pun mengurungkan niatnya untuk pergi mengambilkan minum.

Atira sangat menyayangi bu Asih layaknya ibu kandung sendiri. Ia yang memang sudah tak memiliki orang tua, hanya memiliki bu Asih sebagai sosok ibu baginya.

"Mas Bayu. huhuhuhuhu... " ucap Atira sambil menggeleng-gelengkan kepala. Hatinya sangat sesak mengingat kata-kata talak barusan.

"Bayu kenapa Atira? Bayu kenapa?" tanya bu Asih yang mulai khawatir dengan keadaan Bayu.

"Mas Bayu, Bu!" tangis Atira semakin kencang. Dadanya kembang kempis menahan luka sayatan yang baru saja ia terima.

"Tira, bicara sama ibu! Ada apa sama Bayu?" bentak bu Asih. Ia tak sabar ingin mengetahui apa yang terjadi dengan Bayu.

“Mas Bayu. huhuhuhuhu." Atira terus menyebut nama Bayu. Kali ini ia memukul-mukul dadanya sendiri.

Melihat hal itu, bu Asih semakin merasa takut dengan kabar apa yang belum disampaikan oleh Atira mengenai Bayu.

Bu Asih begitu merindukan Bayu yang sudah hampir 3 tahun bekerja di Jepang. Satu tahun belakangan, Bayu mengaku jika dirinya kabur dari tempat ia bekerja dan terlunta-lunta di negara orang sehingga selama 6 bulan setelahnya ia hanya bisa mengirimkan uang sebanyak satu juta saja. Selebihnya, ia sudah tak mampu mentransfer uang walau satu rupiah pun. Bahkan, 3 bulan terakhir ia pun hilang kontak.

“Tira... ada apa, Nak?” tanya bu Asih sambil mengusap setiap air mata yang mengalir deras dari sudut mata Atira.

“Mamah!” Daffa ikut memeluk Atira, meskipun ia belum mengerti dengan apa yang terjadi. Anak 5 tahun itu hanya takut saat melihat Atira memukul-mukuli dadanya sendiri.

“Atira, anakku. Ada apa?” tangis bu Asih bertambah pecah mendapati sikap menantunya yang tak kunjung menceritakan kesedihannya. Ia betul-betul takut dengan kabar yang akan disampaikan oleh Atira.

“Mas Bayu, Bu. Mas Bayu. Huhuhuhuhu!” Tangis Atira semakin kencang. Air matanya pun semakin deras bercucuran, sedangkan kepalanya terus ia geleng-gelengkan untuk menolak apa yang terjadi padanya.

“Kenapa sama Bayu? Bukankan Bayu telpon mau transfer uang buat anak-anak?” tanya bu Asih yang mulai menerka-nerka apa yang terjadi.

Atira masih menangis dengan tubuh yang lemah. Ia terus menggelengkan kepalanya meskipun pelan. “Mas Bayu, Bu! Huhuhuhuhu!”

“Tira, bicaralah! Jangan buat Ibu bingung!” air mata bu Asih pun bertambah deras saat melihat menantu satu-satunya yang selalu menemani, dalam keadaan yang menyedihkan. Ia pun terus mengusap setiap air mata yang jatuh di pipi Atira dan membiarkan air matanya sendiri terjatuh.

“Aarrggggghhhhh...!” Atira tiba-tiba berteriak seolah ingin melepaskan beban yang teramat berat di hatinya.

Daffa ikut menangis saat Atira berteriak kencang. Ia takut jika ibunya akan pergi jauh seperti ayahnya.

Begitu pun dengan Bu Asih, ia pun tersentak kaget saat Atira berteriak. “Tira, kamu kenapa, Nak?” tangisnya pun semakin keras saat mendengar Atira berteriak. “Tira sayang, bicara sama Ibu, Nak!” bu Asih terus mengelus setiap inchi wajah Atira. Kasih sayangnya memang sangat besar kepada menantunya itu. Bagaimana tidak, Atira yang notabene seorang sarjana mau menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya setelah dinikahi Bayu yang waktu itu kerja serabutan. Karena perekonomian mereka tetap sulit dan hampir selalu mengandalkan uang pensiun ayah Bayu sebagai pensiunan guru yang diterima bu Asih setiap bulannya, akhirnya Bayu memutuskan untuk mengadu nasib ke negri orang.

Awal keberangkatan, Bayu rutin mengirim uang 5 juta per bulan untuk Atira dan anak-anaknya, dua juta untuk ibunya, bu Asih. Di awal kontrak sebagai pekerja pabrik di Jepang, Bayu mendapatkan gaji kotor setara 18 juta rupiah. Kisaran besar biaya hidup di negri sakura itu pun berbanding lurus dengan besar pengeluaran sehingga Bayu hanya bisa mengirimkan sepertiga dari gajinya.

Sebenarnya Bayu bisa saja menyelesaikan pendidikan sampai jenjang perguruan tinggi seperti yang diharapkan almarhum ayahnya, namun Bayu sempat terombang-ambing dengan kenakalan remaja sehingga ia hanya bisa menyelesaikan studi SMPnya saja. Ijazah SMA yang menjadi bekal untuk berangkat ke Jepang pun ia raih setelah mengambil paket C yang ia selesaikan setelah memiliki Davin, anak pertamanya. Itupun dengan biaya dari ibunya.

Setelah Atira berteriak kencang, kini ia pun lebih tenang, meskipun tangannya masih saja memukul-mukul dadanya.

“Bu, Mas Bayu menceraikan Atira.” Akhirnya kalimat itu keluar dari mulut Atira.

“Apa? Hah?”

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Dewa Itu Adalah Patungku
Dewa Itu Adalah Patungku
Dalam Dewa Itu Adalah Patungku, Melinda merawat patung beruang yang ternyata inkarnasi dewa perkasa. Web novel bergenre fantasy romance ini mengikuti transformasi sang dewa saat Melinda dewasa, memicu ketegangan dan takdir baru. Baca fiction fantasy novels ini untuk mengungkap misteri di baliknya.
Godaan Liar Sang Ustazah
Godaan Liar Sang Ustazah
Dalam romance modern berjudul Godaan Liar Sang Ustazah, seorang wanita menghadapi dilema moral dan rindu yang rumit. Kisah ini mengeksplorasi sisi gelap kehidupan dan pencarian jati diri. Temukan realita tersembunyi dalam web novel ini sebagai pilihan fiction books dewasa yang reflektif.
KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
Dalam romance modern KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU, Randika harus memilih antara cintanya pada Andini atau ambisi Lily Wijaya yang ingin memanfaatkannya demi pengakuan keluarga. Kehadiran Junot menguji loyalitas mereka dalam web novel penuh intrik keluarga dan pengkhianatan ini.
Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
Dalam novel romantis Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan, Cherish dikhianati saat Diego pergi di hari pernikahan mereka demi wanita lain. Baca Novel Online ini untuk melihat perjuangan Cherish mengakhiri hubungan di tengah penyesalan Diego yang memohonnya kembali.
KhaRisma
KhaRisma
Dalam novel romance KhaRisma, seorang pria terjebak penyesalan mendalam setelah kehilangan sosok yang mengajarinya pengorbanan. Melalui modern novel ini, ia berjuang menghadapi konsekuensi perpisahan sambil berharap bisa memutar waktu demi memperbaiki kesetiaan yang terlambat ia sadari.
MENYUSUI MAFIA KEJAM
MENYUSUI MAFIA KEJAM
Dalam MENYUSUI MAFIA KEJAM, Alena Adriani terjebak sebagai jaminan utang orang tuanya pada penguasa kriminal. Mafia novel ini mengisahkan perjuangan Alena mencari jawaban di balik pengkhianatan keluarganya. Baca romance novel penuh aksi ini untuk mengungkap rahasia masa lalu yang kelam.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.