Dipaksa Melayani CEO-Cinta Satu Malam

Walau tangannya kesakitan, Sefia menggerakkan tubuhnya terus, sehingga pergerakannya mengganggu pria asing itu.

Plak! Sebuah tamparan dilayangkan dengan mulus ke pipi Sefia sehingga wanita itu merasakan nyeri akibat bibirnya yang sobek.

"Diam!" perintah pria itu dengan suara yang lantang.

Baru saja Sefia diam dan menahan sesungukkan, senjata pria itu berhasil mendobrak masuk menembus tubuhnya yang tidak siap.

Bab 3

"Arghhhh!" jerit Sefia kesakitan karena senjata pria itu selaras dengan tinggi badannya.

Sefia meliukkan tubuhnya ke atas, menahan kesakitan yang menembus jantung sehingga dadanya membusung, gerakannya malah menambah gairah sang pria untuk melumatnya.

"Sa-sakit!" pekik Sefia sambil berlinang air mata. Kedatangannya ke apartemen Wisnu hari ini telah menjadi hari tersial baginya.

Senjata milik pria asing ini lebih besar dan lebih panjang daripada milik Wisnu yang pernah merengut keperawanannya dulu.

Dengan pasrah, Sefia membiarkan tubuh pria itu berpacu di atasnya. Ia tidak dapat melawan lagi. Tubuhnya juga sudah kehilangan banyak tenaga.

Setelah yakin Sefia tidak bergerak dengan liar lagi, sang pria pelan-pelan melepas ikatan tangan Sefia. Bekas memerah pada pergelangan Sefia yang sudah lecet, tidak sanggup dihiraukan lagi karena kesakitan di bagian bawah melebihi apa yang Sefia bayangkan.

Sefia hanya mampu menarik sprei dengan erat menahan kesakitan pada sekujur tubuhnya. Air mata mengalir dengan deras membasahi sprei.

Pria itu bukan hanya mencumbu, ia mengigit dengan liar dan meninggalkan bekas yang membiru di berbagai tempat. Ketiak Sefia bahkan dihisap dengan brutal sehingga lecet.

Bila Sefia bergerak sedikit atau pun berusaha menutup dadanya, maka sebuah tamparan akan dilayangkan kembali.

Pria itu tetap mencium paksa bibir Sefia yang sudah robek, walau ikut mengecap dar*h dari luka bibir wanita malang tersebut.

Sambil berpacu dalam goyangannya, pria berwajah Asian itu menjambak rambut Sefia dengan keras seolah-olah itu menambah gairahnya.

Hampir satu jam, tubuh Sefia dipacu dengan berbagai gaya panas yang membuat wanita itu seperti boneka mainan s*ks.

Tidak mampu Sefia ingat lagi berapa kali benih ditanamkan dalam rahimnya. Ia hanya menatap kosong dan jijik ke arah lain seperti patung yang sedang dipakai.

"Terkutuk! Aku benar-benar menjadi pelacur dalam waktu 1 malam," rintih Sefia sambil menutup matanya dengan tubuh yang masih berguncang-guncang karena pria asing itu bermain di atasnya.

Dalam pikiran wanita itu hanya satu.

"Aku akan memb*nuh pria ini setelah ia tertidur!"

"Aku juga akan memb*nuh Wisnu dan Cyntia, wanita tidak tahu balas budi!"

Sefia menahan kesakitan yang teramat memilukan atas pelecehan yang dialaminya saat ini.

Sampai entah berapa lama, ia pun pingsan.

Entah berapa lama Sefia pingsan karena tidak tahan melayani pria dengan hasrat tinggi melebih yang pernah ia rasakan bersama Wisnu, sang kekasih yang baru saja mengkhianatinya.

"Arghh," pekik Sefia menahan sakit pada bagian sensitifnya walau belum sepenuhnya sadar. Wanita cantik itu terbangun dan merasa remuk pada tubuhnya.

Pandangan Sefia berkunang-kunang sebelum apa yang dilihat di depannya lama kelamaan menjadi semakin jelas. Pelan-pelan Sefia bangkit dan terduduk di ranjangnya dengan masih memegang selimut putih yang terbuat dari sutra tipis dan halus.

Ia tidak menemukan bayangan orang lain di ruangan yang luas itu.

Cahaya matahari pagi masuk dari jendela kaca yang berada di hampir semua sisi ruangan yang mewah itu. Sefia menyadari bahwa hari sudah pagi dan dia baru menyadari pelecehan yang dialaminya semalam.

"Astaga! Aku menikah hari ini!" pekik Sefia. Kedua matanya melebar dengan sebelah tangannya menahan kepalanya yang masih pusing.

Lanjutkan Membaca
Baca Novel Selengkapnya di Moboreader
UBuka Semua Bab
Buka Situs Resmi
Chapters
Customize

Kamu Mungkin Juga Suka

Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.