Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Dendam Cinta Sang Mafia
Dendam Cinta Sang Mafia

Dendam Cinta Sang Mafia

8.3
/ 10
Dalam novel Dendam Cinta Sang Mafia, Milea kabur demi menghindari pernikahan paksa. Elvan, putra bungsu keluarga mafia, bertekad memburu Milea untuk membalas penghinaan terhadap kakaknya. Temukan kisah penuh intrik dalam mafia romance books ini melalui platform online novel kami.

Dendam Cinta Sang Mafia Bab 1

Sang mentari nampak sudah menyembunyikan diri di kaki langit sebelah barat. Sinarnya yang keemasan, membuat setiap orang akan meresapi kedamaian dalam hidup.

Namun, tidak dengan Milea. Dengan langkah gontai, gadis itu berjalan masuk ke dalam rumah kecilnya, kemudian berlalu meraih pintu kamarnya.

"Milea, Ayah mempunyai satu permintaan."

Seorang pria berusia sekitar 50 tahun, berkata dengan lantang kepada seorang gadis muda di hadapannya.

Milea yang masih membawa tas di bahunya itu segera menoleh ke arah sang ayah. Gadis cantik berkulit putih itu bahkan belum berganti pakaian karena baru saja pulang dari bekerja.

"Aku capek, Yah. Besok aja," sahut Milea sembari memutar knop pintu kamarnya.

Ia berniat untuk membersihkan diri dan segera beristirahat.

"Milea, besok kamu harus menikah."

Duarrr.

Mata Milea terbelalak lebar. Perkataan sang ayah membuat tubuhnya gemetar ketakutan. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh ayahnya itu. Sadarkah ia dengan perkataanya barusan?

Milea segera membalikkan badan dan menatap tajam ke arah ayahnya.

"Apa maksud Ayah? Aku harus menikah dengan siapa? Enggak, aku belum siap untuk menikah, Yah."

Bertubi-tubi pertanyaan dilontarkannya kepada sang ayah yang suka semena-mena terhadapnya.

"Ayah kalah main judi, dan Ayah sudah nggak punya uang lagi untuk membayar hutang-hutang ke Tuan Alexander. Jadi, ayah terpaksa menerima tawarannya ini." Ayahnya Milea yang bernama Hendra itu berkata dengan entengnya.

Kali ini Milea terkejut bukan main mendengar pengakuan dari ayahnya.

"Apa, Yah? Jadi Ayah menjualku? Ayah ingin menikahkanku dengan Tuan Alexander?" tanya Milea histeris.

"Tidak. Ayah tidak menjual kamu, Nak. Ayah hanya ingin membuat kehidupanmu menjadi lebih baik. Jika kamu menjadi istrinya, maka hidupmu akan terjamin. Selain itu, hutang-hutang Ayah juga akan lunas. Jadi, ini adalah kesempatan yang bagus, Milea." Hendra berusaha untuk mempengaruhi pikiran putrinya.

"Enggak, Yah. Tuan Alexander tu sudah punya dua istri. Aku nggak sudi jadi istri ketiga dari pria tua itu. Lagipula dia itu lebih pantas menjadi ayahku daripada menjadi suamiku." Milea bersikeras untuk menolak permintaan gila dari ayahnya.

Plakk.

Sebuah pukulan melayang di wajah gadis cantik berambut panjang itu, hingga membuatnya jatuh tersungkur.

Milea memegangi sudut bibirnya yang tampak mengalirkan darah segar. Ia meringis karena merasakan sakitnya pukulan dari sang ayah, sosok yang selama ini membesarkannya seorang diri.

Ya, selama ini Milea hanya hidup berdua saja dengan ayahnya. Ibunya pergi meninggalkan mereka berdua sejak Milea masih berusia dua tahun. Mungkin ibunya memang sudah tak tahan dengan tabiat buruk Hendra yang suka berjudi dan mabuk-mabukan.

"Ayah tidak mau tahu. Pokoknya besok kamu harus menikah dengan Tuan Alexander. Titik."

Milea lalu berusaha untuk berdiri. Sembari memegangi wajahnya yang lebam, ia menatap tajam kepada sang ayah yang berdiri berkacak pinggang.

"Aku nggak mau menikah, Yah. Aku nggak ingin terlibat dengan perjudian dan hutang-hutang Ayah itu. Selama ini aku sudah berusaha keras untuk mencukupi semua kebutuhan kita. Aku kerja jadi buruh pabrik, tapi Ayah? Setiap hari Ayah hanya menghabiskan waktu untuk berjudi dan mabuk-mabukan. Ayah sama sekali nggak mau berusaha untuk mencari pekerjaan. Aku lelah dengan semua ini, Yah," papar Milea dengan mata berkaca-kaca.

"Hah?"

Hendra menatap putrinya itu dengan murka. Dia tidak menyangka bahwa Milea bisa berkata lancang kepadanya.

Plakk, plakk.

Berkali-kali dihujaninya wajah Milea dengan tamparan. Kini wajah cantik itu telah membiru dan berlumuran darah.

Namun, hati ayahnya itu tampaknya memang sudah sekeras batu. Ia sama sekali tak berbelas kasih kepada sang putri.

"Ayah tidak mau tahu. Pokoknya besok kamu harus menikah, atau kamu akan mengalami hal yang lebih menyakitkan daripada ini," ancam ayahnya dengan nada kasar.

Hendra tak mempedulikan lagi keadaan Milea. Ia segera menuju ke kamar dan membanting pintu sekeras-kerasnya.

Brakk.

"Ayah!"

Milea memekik keras. Hatinya merasa sangat merana karena permintaan ayahnya yang tak masuk akal itu.

Tak dapat ditahannya lagi, air mata yang sedari tadi ditahannya kini telah meleleh membasahi wajah yang penuh luka.

"Huhuhu. Aku belum siap menikah, Ayah," isak Milea, seraya menelungkupkan wajah diantara kedua telapak tangannya.

Malam itu berlalu dengan ratap tangis dari sang gadis bermata indah.

"Kenapa ayah tega? Apa salahku?"

Karena merasa kelelahan dan kesakitan, akhirnya Milea pun mulai terlelap dengan kedua matanya yang tampak sembab.

Keesokan harinya ....

Tok, tok, tok.

"Milea, buka pintunya!"

Suara Hendra membangunkan Milea dari mimpi. Dia buru-buru membukakan pintu karena takut ayahnya itu akan mengamuk lagi seperti tadi malam.

Krekk.

Pintu pun terbuka. Dengan takut-takut, Milea menatap ayahnya yang sedang berdiri di balik pintu dengan berkacak pinggang.

Namun, bukan itu yang membuat ia tercengang. Melainkan beberapa wanita yang berada di balik tubuh ayahnya. Mereka terlihat sedang membawa barang-barang di tangannya.

"Cepat mandi dan bersiap-siap. Mereka semua akan segera meriasmu," titah Hendra dengan kasar.

Mata Milea terbuka lebar-lebar. Tubuhnya menjadi gemetar, dan jantungnya berdegup sangat kencang.

Benarkah apa yang didengarnya barusan?

"Apa, Yah? Apa maksudnya ini?"

Hendra tampak mendengus kesal. Segera didekatinya sang putri yang masih tampak kebingungan.

"Hari ini kamu akan menikah. Jadi para wanita ini yang akan merias kamu," terang Hendra menjelaskan.

"Apa, Yah? Ayah pasti bercanda kan? Ayah nggak sungguh-sungguh menjualku kan? Huhuhu," tangis Milea pecah seketika.

Dia terduduk di ambang pintu sambil menutup wajahnya yang telah berurai air mata.

Hendra berjongkok dan membantu putrinya itu untuk berdiri.

"Maafkan Ayah, tapi ini semua demi kebaikan kamu. Sebenarnya Ayah sangat menyayangimu. Sekarang pergilah bersiap-siap. Cup." Herman memeluk Milea dan memberikan satu kecupan di pucuk kepala putrinya.

Setelah itu, ia pun berlalu meninggalkan Milea bersama para MUA.

"Ayah, jangan tinggalkan aku!"

Namun, ayahnya itu tak menggubris perkataanya. Milea berusaha untuk berlari dan mengejar sang ayah, tetapi tubuhnya telah lebih dulu dihadang oleh beberapa wanita perias itu.

"Ayo bersiap-siap dulu, Nona," ajak salah seorang wanita.

"Tapi, Bu.... Aku nggak ingin menikah," sahut Milea dengan wajah memelas.

"Sudahlah. Ini kan permintaan ayah kamu dan juga Tuan Alexander. Kami ditugaskan oleh beliau untuk merias kamu. Jadi, kamu harus menuruti perkataan kami."

"Tapi, Bu ...."

Para wanita itu menarik Milea dengan paksa. Mereka melucuti pakaian gadis malang itu dan segera membersihkan tubuhnya.

Mereka lalu memakaian gaun pengantin berwarna putih di tubuh Milea. Serta memoles wajah gadis cantik itu dengan riasan yang natural, tapi tetap elegan.

Milea terlihat begitu cantik, terlebih ketika rambut hitamnya itu dibentuk sanggul, dan hanya menyisakan sedikit helai yang menjuntai di samping telinganya.

Untuk menyempurnakan penampilan Milea, para MUA itu memasangkan sebuah mahkota di kepalanya. Tak lupa mereka juga memasangkan perhiasan pada tubuh gadis itu.

Setelah itu, mereka pun memakaikan sepasang sepatu berwarna emas di kakinya.

Perfect. Milea bak seorang putri raja yang akan dijemput oleh pangerannya.

Para perias lalu memeluk Milea dan menciumi gadis jelita itu.

"Sekarang kamu sudah siap untuk menikah."

Pilih Bab

CH. 1
CH. 2
CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Desain Cinta Kedua
Desain Cinta Kedua
Pasca cerai dari Aaron, Jessica membuktikan kemandiriannya dalam Desain Cinta Kedua. Sebagai pengusaha sukses di genre romance modern, ia menolak tunduk pada masa lalu. Temukan kisah perjuangannya dalam billionaire romance novels ini saat sang mantan suami memohon kesempatan kedua.
Dewa Itu Adalah Patungku
Dewa Itu Adalah Patungku
Dalam Dewa Itu Adalah Patungku, Melinda merawat patung beruang yang ternyata inkarnasi dewa perkasa. Web novel bergenre fantasy romance ini mengikuti transformasi sang dewa saat Melinda dewasa, memicu ketegangan dan takdir baru. Baca fiction fantasy novels ini untuk mengungkap misteri di baliknya.
Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa adalah romance novel tentang Nalula yang dikhianati kekasihnya saat terpuruk. Dengan dukungan keluarga billionaire kandungnya, ia memulai misi balas dendam. Simak kisah serunya di web novel ini untuk melihat takdir akhir sang pengkhianat.
Direndahkan Oleh Keluarga Suami
Direndahkan Oleh Keluarga Suami
Dalam novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami, Jasmine berjuang di tengah hinaan keluarga elit dan pengkhianatan Ardan. Saat cinta pertama suaminya kembali, Jasmine memilih pergi demi kebahagiaan. Baca kisah romance novel ini di antara deretan billionaire romance books yang penuh konflik.
Gairah Liar Uncle Sam
Gairah Liar Uncle Sam
Dalam novel Gairah Liar Uncle Sam, Shila terjebak dalam hubungan terlarang dengan pamannya sendiri di bawah atap yang sama. Membawa genre romance modern, kisah ini menguji batas kesetiaan keluarga dan risiko dari rahasia gelap. Baca romance stories ini selengkapnya di web novel kami.
Godaan Liar Sang Ustazah
Godaan Liar Sang Ustazah
Dalam romance modern berjudul Godaan Liar Sang Ustazah, seorang wanita menghadapi dilema moral dan rindu yang rumit. Kisah ini mengeksplorasi sisi gelap kehidupan dan pencarian jati diri. Temukan realita tersembunyi dalam web novel ini sebagai pilihan fiction books dewasa yang reflektif.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.