Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Cinta tanpa koma
Cinta tanpa koma

Cinta tanpa koma

9.2
/ 10
Dalam novel Cinta tanpa koma, Rudi berjuang menjaga kesetiaan pada cinta pertamanya, Rindu, meski sahabatnya sendiri merebutnya. Telusuri perjalanan rintangan dan pilihan sulit dalam romance novel ini. Baca kisah modern novel yang penuh pengorbanan dan pencarian cinta sejati secara mendalam.

Ringkasan Cinta tanpa koma

Bagi Rudi, sosok Rindu adalah cinta pertama sekaligus pelabuhan terakhir dalam hidupnya. Namun, takdir berkata lain saat sahabat karibnya sendiri, Jaka, justru merebut perempuan yang ia puja tersebut. Meski hatinya hancur, Rudi mencoba tegar dan mengikhlaskan kenyataan pahit itu. Walaupun kini banyak wanita lain silih berganti datang mencoba mengisi hatinya, bayang-bayang kenangan masa kecil bersama Rindu mustahil ia hapuskan. Akankah pencarian cinta sejati Rudi berakhir bahagia?
Selengkapnya

Cinta tanpa koma Bab 1

Rindu kembali menatap tubuhnya di depan kaca sambil tersenyum-senyum kecil sesekali nampak ia memutar-mutar tubuhnya dan berlenggok ke kanan-ke kiri. Betapa bahagia rasa dalam hatinya sebuah hari yang sangat iya tunggu dan di idam-idamkan akhirnya datang jua.

Dengan gaun indah berwarna putih bermotif batik bergaya sarimpit yang iya kenakan nampak sangat cocok melekat ayu di tubuhnya. Tak lupa sanggul terpasang di atas mahkota rambut panjangnya yang biasa tergerai kini tertata rapi bak permaisuri sebuah kerajaan.

"Hem, anak Ibu jadi begitu cantik ya hari ini. Bahagianya yang mau menikah," kata sang ibu menggoda Rindu.

Rindu terus menatap cermin sambil meneliti tubuhnya dari ujung kaki hingga ujung rambut, barangkali ada kekurangan agar bisa langsung ia benahi. Hari ini adalah hari spesial sekali seumur hidup bagi Rindu, iya tak mau ada kesalahan sekecil apa pun. Iya ingin tampil begitu cantik dan perfek di depan calon suaminya Rudi.

"Sudah-sudah, wes ayu (Sudah cantik), ayo Ndok (Sebutan untuk anak cewek dari ibunya dalam bahasa Jawa dari kata Genduk) orang-orang di luar sudah menunggu. Para tamu undangan Halimatul Arsy sudah pada hadir, penghulu pun sudah datang. Jangan biarkan Mas Rudimu menunggu terlalu lama," kata Sang Ibu menuntunnya keluar kamar menuju tempat akad yang terletak di ruang tamu rumahnya.

Disana ter gelar rapi tikar rajutan pandan dengan berbagai macam hidangan di atasnya. Di samping hidangan duduklah beberapa tamu undangan.

Di tengah ruangan terdapat meja kecil tempat surat-surat pernikahan dan buku nikah yang masih kosong diletakkan.

Pak Naip dan Pak Penghulu telah hadir duduk di satu sisinya. Sedangkan sisi yang lain duduklah seorang lelaki gagah nan rupawan bernama Rudi Antoko calon suami Rindu yang sangat terpukau melihat kecantikan alami calon istrinya. Saat Rindu keluar dari kamarnya seraya memakai gaun pengantin serba putih bergaya khas suku Jawa dengan sanggul di kepala.

Rindu berjalan perlahan menghampiri Rudi lalu duduk bersimpuh di sampingnya. Membuat mata Rudi begitu takjub dan tak kunjung berkedip melihat Rindu. Seakan Rindu adalah Bidadari turun dari kahyangan mampir ke bumi untuk iya cintai.

"Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh," ucap Pak Penghulu mulai membuka acara.

"Waalaikumsalam Warahmatullahi wabarakatuh," jawab para saksi dan undangan yang hadir

"Baik mari kita mulai acara akad nikah ini," kata Pak penghulu seraya mengulurkan tangan pada Rudi. Rudi pun menyambut jabat tangan Pak Penghulu dengan rasa mantap dan tekad bulat.

"Bismillahirahmanirahim, Saya nikahkan dan kawinkan Rudi Antoko Bin Kasturi dengan Rindu Antika Binti Ahmadi dengan seperangkat alat Shalat dan uang sebesar sepuluh ribu dibayar tunai," kata Pak Penghulu mendeklarasikan akad nikah Rudi dan Rindu.

"Saya terima nikah dan kawinya Rindu Antika Binti Ahmadi dengan seperangkat alat Shalat dan uang sebesar sepuluh ribu dibayar tunai," jawab Rudi menerima ikrar sumpah setia sehidup semati bersama.

"Sah...," teriak Pak Penghulu pada seluruh saksi dan para undangan yang hadir.

Sah, Sah, Sah,

“Alhamdulillah,” teriak para undangan mengakhiri acara ijab kabul. Menandai awal baru bagi Rudi dan Rindu yang telah sah sebagai pasangan suami istri. Untuk berbagi suka dan duka bersama berbagi keluh-kesah bersama dalam mengarungi ombak samudra hidup di atas biduk perahu yang bernama rumah tangga.

Karena Indonesia masih tengah berada dalam masa pandemi jadi acara hanya diadakan sehari untuk akad sekalian syukuran tumpengan dalam bahasa Jawa. Itu pun tamu undangan dibatasi. Hanya tetangga sekitar rumah Rindu dan beberapa saudara saja dari pihak pengantin pria dan pihak pengantin wanita dengan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.

Nampak tamu yang hadir masih bercakap-cakap ditemani Rudi dan Pak Ahmadi ayah mertuanya, suasana begitu riuh kadang diselingi canda tawa di dalamnya. Tiada lupa hidangan serta bergelas-gelas kopi terhidang di hadapan para tamu undangan.

"Alhamdulillah acara berjalan lancar ya Pak Ahmadi. Cuaca pun sepertinya bersahabat terang-benderang Pak," ucap Pak RT sambil menikmati jajanan yang tersedia di sebuah piring kecil yang terletak di hadapannya.

"Ia Pak RT, Alhamdulillah Gusti Allah memberi rahmatnya sehingga acara berlangsung lancar tanpa kendala sesuatu yang berarti lagi pula ini berkat doa bapak-bapak semua," sahut Pak Ahmad juga tengah menikmati hidangan yang telah iya suguhkan untuk para tamu.

"Nak Rudi sekarang kerja dimanah?" tanya Pak RT pada Rudi yang sedari tadi hanya diam menyimak percakapan Pak RT dan Sang Mertua Pak Ahmadi.

"Saya sekarang sedang menggarap sawah Pak RT," jawab Rudi dengan penuh santun.

"Oh iya di desa Nak Rudi sedang tanam apa, sawahnya milik sendiri apa milik orang tua atau Nak Rudi menyewa?" tanya Pak RT sangat antusias dengan memberondong beberapa pertanyaan.

Iya selalu berapi-api jikalau ada anak muda yang mau bekerja sebagai petani meneruskan pekerjaan para orang tuanya terdahulu.

"Pak RT ini loh kalau bertanya suka diborong semua mbok ya satu-satu," kata Pak Ahmadi.

"Hahaha, habis saya sangat senang kalau ada pemuda yang mau bekerja di sawah melestarikan tradisi kita dahulu," ujar Pak RT.

"Sawah yang saya kerjakan milik saya sendiri kok Pak RT. Alhamdulillah tahun lalu ada rezeki untuk saya belikan sawah ya tidak luas Pak tapi saya bersyukur," kata Rudi tersenyum santun pada Pak RT.

"Bohong itu Pak sawah Nak Rudi sangat luas dua hektar," celetuk salah satu undangan yang hadir yang kebetulan pernah ikut membantu menjadi kuli disawah Rudi.

"Wah, wah, wah, ini, ini, berarti sampean (Anda) sangat beruntung Pak Ahmadi. Mendapatkan menantu yang sangat sopan dan santun serta rendah hati seperti Nak Rudi," kata Pak RT.

"Ah bukan saya yang beruntung Pak RT tapi Rindu yang beruntung mendapatkan suami seperti Nak Rudi sudah ganteng, sopan, rendah hati, sarjana pula," kata Pak Ahmadi memuji menantunya.

"Ah tidak Pak justru saya yang sangat beruntung mendapatkan istri Rindu.

Yang sangat ayu dan sangat patuh pada orang tuanya," kata Rudi kembali merendah dengan sopannya.

"Bisa saja kamu Nak Rudi," kata Pak RT sambil tertawa memukul pundak Rudi dengan niat bercanda.

"Aduh...," Rudi sontak berteriak kesakitan.

"Eh sakit ya maaf, maaf, masak juragan tidak tahan sakit, hahaha...," kata Pak RT menggoda Rudi.

Di dalam kamar Rindu tengah berganti pakaian di temani adik perempuannya Sekar yang tengah mematung memandangi kakaknya dengan tak henti-hentinya memuji kecantikan Rindu.

"Memang cantik," celetuk Sekar.

"Apa sih Dek?" sahut Rindu.

"Hehehe..., Duh senangnya Nyonya Rudi," ujar Sekar menggoda Rindu.

"Adek! kok julid ya sekarang," kata Rindu dengan gaya tolak pinggang melihat ke arah Sekar.

"Sebentar-sebentar kak," Sekar memutar-mutar tubuh Rindu.

"Memang Cantik kakakku ini pantas Mas Rudi termehek-mehek," kata Sekar terus menggoda Rindu.

"Adik....!" teriak Rensi dengan wajah cemberut karena terus di goda oleh Sekar.

"Kenapa, Ada apa Rindu?" kata Ibu Wulan yang baru masuk dari dapur.

"Ini Bu, Sekar menggoda aku terus," kata Rindu mengadu pada Ibu Wulan.

""Sekar!" kata ibu melirik pada Sekar pertanda bahwa Sekar harus menghentikan jailnya pada Rindu.

"Ia Ibu," jawab Sekar terdiam menyun.

"Sekar dengarkan Ibu Nak, Kakakmu sekarang sudah memiliki suami. Jadi kebiasaanmu yang sering merecoki Kakak kamu, yaitu sering keluar masuk kamar Kakakmu harus dihentikan sekarang. Sudah ada Mas Rudi kan takutnya nanti Masmu itu risi atau tidak enak hati," ujar Bu Wulan.

"Ah tidak Asyik ah Mas Rudi!" ujar Sekar seraya pergi mengeloyor begitu saja.

"Loh Dek, Sekar," panggil Rindu namun tidak di gubris oleh Sekar tetap pergi keluar kamar.

"Sudah-sudah, Adikmu satu itu memang begitu nanti biar Ibu yang menasihati. Sekar hanya belum dapat menerima kalau Kakak kesayangannya yang cantik satu ini di ambil Mas Rudi," kata Ibu Wulan menenangkan Rindu yang khawatir dengan Sekar yang tengah mengambek.

"Sekarang kalau Rindu sudah selesai berganti baju keluar ya Ndok temani suamimu menemui para tamu," ujar Ibu Wulan.

"Inggeh Ibu..," kata Rindu mulai melepas gaun pernikahannya untuk berganti memakai busana muslim yang telah di belikan Rudi sebagai hadiah pengantin pria terhadap pengantin wanita tadi pagi.

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Aku Tak Punya Siapapun Lagi
Aku Tak Punya Siapapun Lagi
Dalam novel romantis bernuansa misteri Aku Tak Punya Siapapun Lagi, seorang istri yang sekarat akibat gagal hati akut merelakan kuota pengobatannya demi adik angkatnya atas desakan sang suami. Baca novel online ini untuk mengungkap keputusannya menyerahkan segalanya sebelum ajal menjemput.
Akulah Cintamu
Akulah Cintamu
Dalam novel modern Akulah Cintamu, Kayra berjuang menghidupi anaknya setelah suaminya hilang misterius. Takdir mempertemukannya dengan Damar, pria yang membencinya akibat rahasia masa lalu. Ikuti kisah romance novel ini tentang penebusan dan perjuangan mencari kebahagiaan sejati.
Cinta & Pengorbanan Alya
Cinta & Pengorbanan Alya
Dalam Cinta & Pengorbanan Alya, Alya menjadi ibu pengganti demi biaya medis ibunya. Namun, kesepakatan dengan Niko sang pengusaha ini memicu dilema emosional. Baca billionaire romance novels ini di webnovel untuk mengungkap rahasia keluarga dalam kisah romance fiction books yang penuh intrik.
DOSEN ITU SUAMIKU
DOSEN ITU SUAMIKU
Dalam novel modern DOSEN ITU SUAMIKU, Bunga harus menghadapi realita saat Ezza, suaminya, tiba-tiba mengajar di kampusnya. Temukan rahasia di balik kehadirannya dalam romance novel ini. Baca kisah lengkapnya di platform web novel kami sekarang.
Istri Untuk Suamiku
Istri Untuk Suamiku
Dalam romance novel Istri Untuk Suamiku, Fatma menghadapi kanker stadium 4 dan kemandulan. Ia mendesak Satria menikah lagi demi keturunan, meski harus menghadapi kenyataan pahit tentang perasaan suaminya. Temukan kisah pengorbanan ini saat Anda read books online free di platform kami.
Jadi Wanita
Jadi Wanita
Dalam novel fantasy modern Jadi Wanita, Artisa nekat mengubah tubuh putranya, Sota, demi membuang sifat malasnya. Sota harus menghadapi transformasi drastis ini untuk bertahan hidup. Baca kisah unik ini di webnovel kami, pilihan tepat bagi pencinta fiction fantasy novels terbaik.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.