Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Cinta Tak Dapat, Persahabatan Pun Retak
Cinta Tak Dapat, Persahabatan Pun Retak

Cinta Tak Dapat, Persahabatan Pun Retak

9.5
/ 10
Dalam novel romantis miliarder Cinta Tak Dapat, Persahabatan Pun Retak, dua ahli waris New York mengakhiri persahabatan demi Ella. Mia, pemilik rahasia lencana masa lalu mereka, memilih pergi ke Sisilia. Baca novel online gratis ini untuk mengungkap akhir hubungan mereka.

Ringkasan Cinta Tak Dapat, Persahabatan Pun Retak

Di New York, dua ahli waris terpandang—pembalap F1 dan genius investasi—telah bersahabat sejak kecil dan setia memakai lencana tembaga buatan Mia selama sepuluh tahun. Namun, kehadiran Ella, putri konglomerat baru, mengubah segalanya. Ketika kedua pria itu membuang lencana Mia demi pemberian Ella, Mia memilih mundur tanpa bersuara. Dia menyimpan kenangan masa lalu mereka dan menghubungi ayahnya di Sisilia untuk menerima pernikahan politik yang telah diatur.
Selengkapnya

Cinta Tak Dapat, Persahabatan Pun Retak Bab 1

Di bagian timur Kota New York ada dua ahli waris. Satu adalah maniak kecepatan yang mendominasi arena balap, satu lagi adalah aktuaris genius yang mengendalikan arus modal.

Keduanya berasal dari keluarga terpandang dan sifat mereka berbeda jauh. Namun, mereka tumbuh bersama sejak kecil dan menjadi satu-satunya sahabat sejati. Mereka pernah berebut perhatian seorang gadis, juga berselisih karena taruhan di arena balap.

Namun, saat berusia 15 tahun, mereka sama-sama menggantungkan sebuah lencana tembaga di dada. Itu adalah hasil latihan ukiran tangan dari Mia di kelas kerajinan, dengan sebuah huruf "M" yang tergores di bagian belakang.

Saat itu, Mia duduk di bangku paling belakang kelas. Tak seorang pun tahu siapa identitas dia sebenarnya. Namun, kedua laki-laki itu mengenakan lencana tersebut selama 10 tahun penuh.

Entah itu saat berdiri di podium juara F1 atau saat mengetukkan palu pada investasi triliunan di bursa, lencana tembaga murahan itu selalu menempel di dada mereka dan tak pernah tergantikan.

Sampai akhirnya muncul Ella. Putri kesayangan dari keluarga konglomerat baru.

Ella menyulam sebuah emblem kain berhiaskan benang emas dan memberikannya kepada mereka.

Kain itu cuma benda biasa yang mirip dengan pernak-pernik murahan yang dijual di pasar loak. Namun, mereka malah sama-sama melepas lencana tembaga itu dan menggantinya dengan kain murahan yang diberikan Ella.

Mia tidak mengatakan apa pun. Dia hanya diam-diam menyimpan foto lama mereka yang tercetak di sebuah koran usang.

Malam itu juga, dia menelepon ayahnya yang jauh di Sisilia. Nada bicaranya sangat tenang saat berkata, "Papa, aku menerima pernikahan politik ini."

Sudut pandang: Mia

Di seberang telepon, suara ayah terdengar penuh semangat, "Bagus! Tiga tahun lalu aku sudah ingin kamu pulang, tapi kamu bersikeras tinggal di New York. Aku akan segera pesan tempat pernikahan. Paling cepat mungkin bisa ...."

Tanpa menunggunya selesai bicara, aku langsung memotong, "Seminggu lagi saja!"

Ayah terdiam sejenak, lalu bertanya dengan ragu-ragu, "Cepat sekali? Kamu nggak ingin menjalin hubungan sama calon pasanganmu dulu?"

Aku menjawab dengan nada datar, "Nggak perlu. Ini cuma pernikahan politik. Aku akan pulang sehari sebelumnya."

Baru saja ayahku hendak bicara lagi, tiba-tiba pintu kamarku didorong terbuka. Aku spontan menutup telepon.

Ella masuk sambil memeluk setangkai besar mawar. Dengan nada ringan, dia bertanya, "Mia, kamu mau pergi jauh? Tapi minggu depan kita harus menghadiri pesta dansa, 'kan?"

Aku menatap mawar di pelukannya, lalu berkata dengan tenang, "Maaf, aku agak alergi dengan serbuk bunga. Bisa kamu keluarkan dulu bunganya?"

Usai bicara, aku beranjak membuka jendela. Namun di belakangku, aku mendengar suara tangisan. Ella menjatuhkan vas tanpa sengaja dan pecahannya berhamburan ke mana-mana.

Mawar-mawar berserakan di lantai. Dengan suara serak, dia berkata, "Mia, aku nggak tahu kalau kamu alergi serbuk bunga. Aku lihat Leo dan Max sering membelikanmu bunga, kukira kamu menyukainya. Aku benaran nggak sengaja, pecahan ini akan aku bersihkan. Tolong jangan marah padaku, ya ...."

Belum sempat dia mengakhiri kalimat, Leo dan Max yang melihat adegan itu dari luar langsung bergegas masuk.

Leo menggenggam tangan Ella dengan panik. Sementara itu, Max langsung menendang pecahan kaca ke arahku. Dalam kepanikan, salah satu serpihan kecil itu menggores kakiku. Aku refleks berlutut menahan sakit.

Namun, tak seorang pun dari mereka menoleh padaku. Di mata mereka hanya ada Ella yang tampak rapuh dan tak berdaya.

Leo yang emosinya selalu meledak-ledak, langsung menatapku penuh amarah begitu melihat setitik darah di tangan Ella. "Kenapa kamu tega memperlakukannya begitu? Dia bukan pembantumu! Setiap kali kamu sibuk, dia yang selalu membantumu merapikan rumah. Hal kecil begini saja kamu mau perhitungan?"

Max menyesuaikan letak kacamata di batang hidungnya. Sorot matanya tampak menyiratkan sedikit kekhawatiran. "Sudahlah Leo, jangan ribut dulu. Kita bawa dia ke rumah sakit sekarang."

Leo melotot padaku dengan kejam. Dia lalu menggenggam tangan Ella, berniat membawanya pergi.

Namun di ambang pintu, Ella malah berkata dengan hati-hati, "Memang agak sakit ... tapi aku nggak ingin Mia sedih. Kalian pergi lihat dia saja, tanganku ini cukup dioles obat, nggak apa-apa."

Max segera menggeleng. "Kalau sampai terinfeksi bisa repot. Lebih baik tetap dibawa ke rumah sakit."

Bahkan Leo yang biasanya keras kepala, kali ini mengangguk mengiakan.

Ella kembali menoleh padaku dengan ekspresi penuh dilema. "Tapi ... Mia sepertinya juga sedang nggak enak badan, 'kan?"

Leo tertawa sinis. "Dia takut kami menyalahkannya, makanya sengaja berpura-pura. Jangan pedulikan dia."

Max merapikan helaian rambut di pelipis Ella. Dia bahkan tidak menoleh sedikit pun padaku saat berkata, "Bagaimanapun, nggak semua orang sebaik dirimu."

Aku hanya bisa memandang punggung mereka yang perlahan menjauh. Saat itulah aku benar-benar mengerti, sudah saatnya aku pergi.

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Dari Saingan Menjadi Ipar
Dari Saingan Menjadi Ipar
Dalam novel romance Dari Saingan Menjadi Ipar, Josie Watson bertekad menceraikan Laurence Andrews yang terus menghinanya demi Rosalie Harris. Di tengah konflik modern novel ini, Josie tidak menyadari bahwa kakak Rosalie diam-diam mendesaknya pergi. Temukan kisah lengkapnya di web novel ini.
Desain Cinta Kedua
Desain Cinta Kedua
Pasca cerai dari Aaron, Jessica membuktikan kemandiriannya dalam Desain Cinta Kedua. Sebagai pengusaha sukses di genre romance modern, ia menolak tunduk pada masa lalu. Temukan kisah perjuangannya dalam billionaire romance novels ini saat sang mantan suami memohon kesempatan kedua.
DOSEN ITU SUAMIKU
DOSEN ITU SUAMIKU
Dalam novel modern DOSEN ITU SUAMIKU, Bunga harus menghadapi realita saat Ezza, suaminya, tiba-tiba mengajar di kampusnya. Temukan rahasia di balik kehadirannya dalam romance novel ini. Baca kisah lengkapnya di platform web novel kami sekarang.
KhaRisma
KhaRisma
Dalam novel romance KhaRisma, seorang pria terjebak penyesalan mendalam setelah kehilangan sosok yang mengajarinya pengorbanan. Melalui modern novel ini, ia berjuang menghadapi konsekuensi perpisahan sambil berharap bisa memutar waktu demi memperbaiki kesetiaan yang terlambat ia sadari.
Menyusui Bayi Mafia
Menyusui Bayi Mafia
Dalam Menyusui Bayi Mafia, Lea terjebak tuntutan El Zibrano yang memaksanya merawat sang putra demi imbalan besar. Novel romance ini mengisahkan perjuangan Lea menghadapi obsesi sang mafia. Simak kisah seru mereka dalam mafia romance books ini hanya di platform web novel terpopuler.
Nafsu Kakak Tiriku
Nafsu Kakak Tiriku
Dalam Nafsu Kakak Tiriku, Laily harus menghadapi ancaman saudara tirinya yang obsesif. Setelah selamat dari serangan berkat bantuan Abdi, fitnah justru memaksa mereka menikah. Simak kisah romance novel ini di web novel kami bagi yang ingin read books online free dengan plot penuh intrik.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.