CAUGHT IN A BAD CHARACTER

Satu minggu lagi pesta ulang tahun kedewasaan Sally di adakan. Para Bangsawan sebenarnya tidak sudi membuang waktu untuk menghadiri pesta dari Iblis jahat. Kalau bukan karena nama belakangnya adalah Fedelian, Sally yakin Sallyana asli sudah di giling menjadi serpihan daging manusia oleh orang-orang.

Mengingat dia bukan Sallyana asli, maka dia harus merubah pemandangan orang terhadapnya lebih dulu. Sally berjalan menyusuri lorong rumah lantai dua, sialan, rumah ini selebar istana kerajaan. Mau pergi ke kamar jalan kaki rasanya seolah sedang berjalan dari kompleknya ke komplek sebelah.

Maid di Mansion Fedelian mengetahui insiden kecelakaan Nona Muda mereka. Para pembantu bernafas lega mengetahui kebenaran bahwa Nona kehilangan ingatan akibat kepalanya terhantuk anak tangga berulang kali.

Hal terbaik adalah Nona Muda tidak lagi membuat ulah. Nona Muda berubah menjadi kucing kecil jinak penurut. Sering berdiam diri di perpustakaan menghabiskan waktu dengan membaca.

Baron Fedelian mendengar semua kegiatan Sally dua hari terakhir. Ayah beranak tiga itu akhirnya bisa tersenyum lepas, "Putriku berubah menjadi baik. Bukankah ini hal bagus?"

Kepala Pelayan menyentuh dada kirinya, menunduk sambil menjawab sopan, "Duke benar. Namun ada sesuatu yang membuat saya khawatir."

"Katakan padaku."

"Nona menjadi pendiam, hanya berbicara bersama Sana. Jarang keluar melihat lingkungan luar. Seolah mengunci diri sendiri dari banyak orang. Memang sifat Nona berubah jinak, tetapi kita tidak bisa membiarkan Nona menyendiri."

"Benar, aku tidak memikirkan hal ini. Kalau begitu, adakan makan malam keluarga hari ini. Biarkan Jake kembali ke rumah, jangan sampai Zeron tidak ikut makan nanti malam."

"Semua akan saya urus dengan baik. Duke bisa tenang mengurus sisa pekerjaan."

Kepala Pelayan- Rezef Bahail keluar dari ruangan kerja resmi Duke. Kalian mungkin berpikir Rezef adalah pria tua, maka kalian salah. Rezef seumuran dengan Zeron. Ayahnya sakit keras dan harus pensiun dari pekerjaan. Mewajibkan dia bekerja menjadi Kepala Pelayan lebih awal.

Ketika berbelok ke lorong menuju area dapur, Rezef tidak sengaja melihat Sally sedang membaca buku sambil berjalan. Dari awal, dia mempunyai kesan buruk terhadapnya, walau begitu, sebagai pelayan. Rezef tidak bisa melampaui batas.

"Nona Muda."

"Oh?" Sally berhenti membaca buku. Menelisik pria tinggi di depannya. Rambut hijau rapi, bola mata sehijau daun mangga muda, paras tampan baby face. "Kau... Rezef Bahail?"

Rezef sedikit terkejut, tersenyum formal, "Benar, saya merasa tersanjung anda mengingat nama saya."

Sally menutup buku di tangannya, kemudian memeluknya. Mendongak mengamati setiap sisi wajah Rezef, dunia ini terlalu memanjakan. Pria berstatus pelayan saja mempunyai paras setampan malaikat!

Rasa sakit karena tidak bisa menikahi pria tampan di kehidupan sebelumnya mendadak hilang. Eyang! Cicitmu sangat ingin membuka Harem!

"Karena Rezef tampan, aku jadi mudah mengingatnya." Sally membalas ngawur. Dia ingin akrab dengan semua jenis ketampanan. Kecuali ketampanan kepala babi seperti Zeron contohnya di ikuti empat tokoh utama pria.

Rezef tertawa kecil.

Tawanya membuat jantung dan ginjal Sally ketar-ketir tidak karuan. Silau! Silau!

"Nona Muda memang berubah setelah kehilangan ingatan. Saya harap anda lekas mendapatkan ingatan anda kembali."

"Terima kasih atas harapan baik dari Rezef."

Kepala Pelayan muda tersebut tersenyum semakin dalam. Di masa lalu, Sallyana jarang memanggil namanya. Di mata Sallyana, Rezef dan keluarganya tidak lebih dari anjing peliharaan Baron Fedelian. Jadi sebagai putri bungsu Baron, dia bersikap kurang ajar.

Sally harus meminta maaf. Kepala Pelayan ini tipikal anjing amat setia dan di jamin tidak akan pernah berpikiran menggigit tangan yang telah memberinya makan. "Em... Rezef?"

Rezef terpaksa mendorong keinginan pergi secepatnya ke dapur untuk memerintahkan koki memasak hidangan lebih banyak malam ini. "Ya, Nona? Ada yang bisa saya lakukan untuk anda?"

"Tidak, tidak, bukan itu." Sally menggantung di tengah jalan kemudian melanjutkan berbicara lembut, "Aku minta maaf."

Pria itu mematung. Mata hijaunya yang enak di pandang melebar tak percaya. Rezef terbatuk, "Nona, kenapa anda meminta maaf?"

"Aku mendengar cerita dari Sana tentang masa laluku. Bukankah aku pernah menyakitimu dengan kata-kata burukku? Karena itu aku ingin meminta maaf, aku tidak memaksamu memaafkan aku. Jadi jangan merasa terpaksa atau terbebani, titip salam pada Tuan Bahail, semoga lekas sembuh. Jangan sungkan mencari aku jika Rezef membutuhkan bantuan."

"B-baik. Terima kasih atas kemurahan hati anda. Saya hampir lupa memberitahu tahu ini, nanti malam akan di adakan makan malam resmi keluarga. Duke berharap Nona semakin dekat dengan kakak-kakak anda."

Sally menangis darah dalam diam. Ayah, kau serius tidak ingin membuang anakmu ini ke dua harimau lapar?

Buru-buru merubah ekspresi menyedihkan diwajahnya. Sally tersenyum ceria, mata lebarnya menyipit terlihat khas orang wilayah timur. "Oke, sampai jumpa Rezef."

***

Ruangan kamar temaram cahaya nampak remang-remang di bawah bayangan malam. Seorang gadis duduk di atas lingkaran sihir aneh yang baru saja dia gambar memakai darahnya sendiri.

Sally melantunkan mantra sihir sesuai di buku panduan kuno yang dia temukan pagi tadi di perpustakaan. Sebelumya dia yakin buku ini tidak ada di sana, namun karena buku ini tiba-tiba hadir seolah menunggu untuk dia ambil. Dengan senang hati Sally membawanya ke kamar.

Sihir di dalam tubuhnya adalah sihir hitam, lalu buku kuno tersebut merupakan buku khusus berisi sihir mengenai bangsa Iblis yang sudah lama punah di bantai oleh Dewi Cahaya.

Cahaya dan udara melonjak keluar dari lingkaran sihir, Sally menyatukan kedua tangan di depan dada. Fokus mengucapkan mantra berulang kali, tidak lupa mengatur energi spiritual yang bergolak di dalam darahnya.

Menurut alur novel, Sally tidak pernah membangkitkan kekuatan apapun semasa hidup. Tetapi sekarang alur novel banyak berubah akibat ulahnya. Persetan dengan alur bedebah yang menakdirkan dia mati muda!

Sekarang buku kuno sihir hitam hadir, Sally perlu membangkitkan kekuatan Iblis apapun konsekuensinya. Sally harus menjadi kuat demi dirinya sendiri. Selagi dia kuat, maka tidak akan ada yang bisa melukainya.

Lingkaran asap hitam mengelilingi tubuh Sally. Aroma darah kematian menyembur keluar dari tubuh Sally. Kelopak matanya terbuka, menunjukan pupil semerah darah bersinar terang di dalam ruangan.

Bayangan hitam muncul tepat di depannya. "Kau yang membangkitkan aku?"

Sally mendongak, meluruskan pandangan pada bayangan hitam yang membentuk tubuh seorang pria gagah tinggi. "Siapa kamu?"

Bayangan hitam menekuk salah satu kakinya ke lantai, "Saya memberi salam kepada Nyonya."

Sally terkejut. Ia melepas tautan kedua tangannya. Merangkak seperti bayi mendekati bayangan hitam, kepalanya meneleng ke samping. "Nyonya? Aku Tuanmu?"

"Ya."

"Spesies apa kau ini?"

"Iblis."

Bibir mungil Sally mencebik. "Aku tahu kau Iblis. Mana mungkin aku memanggil binatang suci dengan sihir hitamku. Eh, di buku menjelaskan jika sihir hitam tidak bisa membuat kontrak dengan binatang melainkan hanya bisa membuat kontrak dengan Iblis. Tapi Iblis sudah lama punah, darimana kau datang? Dan jenis tingkatan apa kau ini?"

"Anda melahirkan kembali jiwa saya. Semua Iblis musnah di bantai oleh Dewi Cahaya, saya sebagai Iblis setengah Dewa tidak bisa musnah total. Jiwa saya masih berkeliaran menunggu Tuan yang bisa membantu saya bangkit."

"Setengah Iblis? Tunggu dulu, bukannya Iblis tidak boleh menjalin hubungan dengan Tuhan? Mungkinkah Raja Iblis menjebak salah satu Dewi tercantik lalu melakukan ehem-ehem dan terbentuklah dirimu?"

"Benar."

"Lantas siapa Ibumu?"

"Dewi Cahaya."

Sally menjatuhkan rahang ke bawah. "Oke, oke. Mari bahasa hal penting, hal terbaik apakah yang bisa kau lakukan untukku?"

Bayangan hitam terdiam. Lalu membuka bibirnya, berkata, "Saya bisa memuaskan anda."

Sally membuka mulutnya lebar-lebar, spontan memeluk tubuhnya. Dia masih perawan! Kalaupun ingin menciptakan pengalaman liar bersama seorang pria, dia tidak akan memilih seorang Iblis! Kesuciannya hanya untuk sang suami!

"Aku sangat jelek! Kau akan muak jika menyentuh aku, belum lagi di tubuhku terdapat tato kutukan tidak jelas. Dan benar, aku Tuanmu! Hempas semua pikiran kotor dari kepalamu!"

Veen terdiam. Tugas dari Iblis adalah memuaskan semua keinginan sang Tuan tanpa terkecuali. Tidak tahu alur kata-kata Sally, Veen hanya bisa menjawab datar, "Anda perempuan tercantik di dunia ini."

"Aku tahu kau tidak punya mata. Tapi kau terlalu muji."

"Saya bisa melihat."

"Matamu ... bagaimana bisa melihat tanpa menggunakan mata?"

"Semua indra di tubuh saya masih lengkap, hanya saja membutuhkan beberapa waktu untuk bisa kembali ke bentuk manusia non-transparan. Meskipun saya terlihat bagaikan bayangan tidak berindra, saya sebenarnya mempunyai mata juga."

Di saat Sally mangut-mangut menerima informasi. Tanpa gadis itu sadari, bayangan hitam bergerak memudar menjadi kabut tebal yang memutari tubuhnya.

"Woy! Apa yang sedang kau lakukan? Bukankah aku sudah bilang jangan lecehkan aku?! Sialan! Dasar Iblis!"

Teriakan Sally sangat keras terdengar sampai ke luar. Sana menunggu cemas di depan pintu. Kedua tangannya menempel pada pegangan emas, siap mendorong kapan saja saat di panggil oleh Sally.

Naya berlari mendekati Sana, bertanya heran, "Gangguan jiwa Nona kumat?"

Sana menggeleng, sesaat kemudian mengangguk, kemudian menggeleng lagi. Dia tidak bisa berpikir jernih. "Aku tidak tahu! Aku tidak tahu! Nona melarang aku masuk ke dalam sebelum di panggil! Nona berteriak seolah berbicara dengan seseorang yang mencoba menyakitinya! Aku sangat takut!"

"Bodoh! Kau seharusnya mendorong pintu itu!" Naya berteriak berang. Mengambil ancang-ancang, menggosokkan kaki ke lantai sebelum berlari kencang membentur pintu.

Duak!

Tubuh Naya terpental jauh menabrak dinding. Mulutnya mengeluarkan tegukan darah. Organ internal di dalam tubuhnya serasa hancur menjadi ribuan kepingan kecil.

Maid lain bergegas berdatangan satu-persatu. Mereka sedang mempersiapkan hidangan untuk makan malam keluarga satu jam mendatang.

Kebisingan di sekitar kamar Nona Muda menarik perhatian semua orang.

Maid berambut abu-abu berteriak ketakutan, "Lihat asap hitam itu! Asap hitam keluar dari celah bawah pintu!" Dia terjatuh ketakutan. Sihir Hitam adalah hal tabu mengerikan di Kekaisaran Elda karena Kekaisaran sendiri menganut Sihir Cahaya. Kebalikan dari Sihir Hitam.

Sana menutup mulutnya menangis, kedua tangannya menggedor pintu kamar brutal. "NONA! NONA! ANDA MENDENGAR SAYA TIDAK?! TOLONG BUKA PINTUNYA! TOLONG BUKA PINTUNYA!"

Aria membantu Naya berdiri. Ikut bergidik ngeri melihat pemandangan asap hitam keluar dari celah pintu Nona Muda mereka.

Naya bersuara lemah, "Cepat panggil, Duke! Nona bisa saja terluka di dalam!"

"Kau harus di obati sesegera mungkin!"

"Aku masih bisa menahannya! Keselamatan Nona sangat penting!"

"Baiklah, aku pergi dulu!"

Aria berlari menuju ruangan kerja Duke, di tengah jalan dia berpapasan dengan Zeron dan Jake. Maid itu memberitahu keduanya tentang kondisi misterius Sallyana. Baru kemudian melanjutkan berlari ke ruang kerja Duke.

Sesampainya di sekitar kamar Sallyana lagi, Aria berjalan mundur menemani Naya. Menatap cemas pada kamar tertutup yang masih mengeluarkan asap hitam berbau darah menyengat.

Baron ketakutan, "Sallyana!" Ia mengeluarkan cahaya dari kedua tangannya, di ikuti Zeron dan Jake dari belakang.

Mereka bertiga berusaha mendobrak pintu dengan memanfaatkan reaksi tolak-menolak antara Sihir Hitam dan Sihir Cahaya. Pintu setebal apapun tidak bisa menahannya.

Di dalam kamar, bayangan hitam tak henti-hentinya memutari tubuh lemah Sallyana. Seakan tidak memahami rasa sakit dari Tuan barunya.

"Cukup.... Sakit... Hentikan..." Sally merintih putus asa. Rasa sakit ini melebihi rasa sakit ketika dia mengalami kecelakaan di kehidupan sebelumnya.

"Ini terasa sakit karena jiwa anda bukan dari dunia ini."

Deg!

Sally meremat kepala sekuat tenaga, perban putih yang semula melilit wajahnya, terjatuh ke atas lantai. Sisi buruk rupa miliknya perlahan menghilang, kulit kering di wajahnya mengelupas dan terjatuh menjadi tetesan cairan hitam.

"Ini bukan kutukan melainkan segel. Selama ini di tubuh anda tidak terdapat reaksi sihir karena kekuatan anda tersegel. Rasa sakit dari pembukaan segel lebih menyakitkan karena jiwa anda bukan pemilik asli tubuh ini. Saya tidak peduli siapa anda sebenarnya karena sekarang kontrak telah terjadi antara jiwa saya dan jiwa anda."

Lima menit berlalu bagaikan lima tahun. Sally kehabisan nafas, tubuhnya terkulai lemas tidak sadarkan diri. Lingkaran sihir hitam di lantai menghilang di telan asap.

Pintu terdobrak, bahkan salah satu pintu berakhir copot dari tempatnya tak kuasa menahan dua kekuatan saling menolak.

"Putriku!" Baron berlari mendekati putrinya di dekat ranjang.

Sana berlari masuk menyalakan cahaya di ruangan. Mendadak seluruh ruangan terlihat bercahaya.

Zeron bersandar di dinding dengan malas, menatap punggung Ayahnya dari belakang. Tidak cemas sama sekali, malah berharap bisa melihat adiknya mati.

Lalu Jake? Dia tidak menampilkan ekspresi apapun. Wajahnya sedatar papan tulis sekolah.

Baron takjub menatap wajah duplikat dari istrinya. Sesaat dia berpikir di dalam pelukannya adalah perempuan yang paling dia cintai di dunia ini.

Sana merosot di dekat Baron, membelalak memandang perempuan menakjubkan di pangkuan Duke. "Nona... Nona... Apakah dia Nona? Duke, kulit Nona lebih bersih, wajah Nona juga sembuh..." Lirihnya terharu.

Sally membuka kelopak mata, tersenyum menyenangkan, "Ayah... Aku baik-baik saja."

Ya! Dia harus baik-baik saja! Sekarang dia punya kekuatan, jangan lupakan bayangan Iblis yang telah menjadi anak buahnya! Hahaha!

Kalimat "Halo, Selamat Datang Tokoh Utama Pria." Seakan-akan muncul di atas kepala kecil Sally. Dia sebentar lagi pasti bisa menendang pantat siapapun di antara lima tokoh utama pria yang berani membully-nya!

Lanjutkan Membaca
Baca Novel Selengkapnya di Moboreader
UBuka Semua Bab
Buka Situs Resmi
Chapters
Customize

Kamu Mungkin Juga Suka

Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.