Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Bukan Mauku Menjomlo
Bukan Mauku Menjomlo

Bukan Mauku Menjomlo

9.4
/ 10
Dalam novel Bukan Mauku Menjomlo, Hasmi Azzahra berjuang menghadapi stigma perawan tua di desanya. Suster cantik ini memilih selektif mencari pasangan hidup di usia 30-an. Simak kisah romance modern ini dalam koleksi fiction books kami dan temukan perjuangannya mencari jodoh sejati.

Ringkasan Bukan Mauku Menjomlo

Menjadi wanita lajang di atas usia 30 tahun membuat Hasmi Azzahra sering mendapat julukan perawan tua dari lingkungan sekitarnya. Sebagai suster yang tinggal di kampung, ia harus menghadapi nyinyiran tetangga dengan mental baja. Hasmi enggan terburu-buru memilih pasangan karena baginya pernikahan adalah komitmen panjang yang sangat krusial. Meski ingin segera bertemu jodoh yang masih dalam perjalanan, ia tetap santai menghadapi status jomlo yang dianggapnya bukan sebuah aib.
Selengkapnya

Bukan Mauku Menjomlo Bab 1

Jomlo 1

"Pagi Pak Sarif," Aku menyapa riang Pak Sarif, satpam yang sudah paruh baya di rumah sakit ini.

"Eh, Neng Hasmi. Masuk pagi, ya?" balasnya ramah.

"Masuk malam, Pak. Hehehe ... ya, iyalah, Pak. Kalau jam segini udah di sini, pasti masuknya pagi. Gimana sih, Pak."

Pak Sarif tergelak renyah menanggapi selorohanku yang sebenarnya garing.

"Kirain masuk angin, Neng."

"Kembung, dong."

Kembali Pak Sarif pun tergelak, lalu mempersilahkan aku pergi setelahnya. Kalau tetap di sana, aku yakin pembicaraan kami akan memanjang dan akan menimbulkan keterlambatan masuk kerja.

Bukan apa-apa, Surat peringatan sama potongan gaji bukan Author yang menanggungnya. Jadi, sebelum dompetku meringis gara-gara potongan gaji, lebih baik aku sadar diri dan .... mundur, Kapten!

Aku melangkah riang ke kawasan rumah sakit, yang sudah hampir lima tahun ini menjadi tempatku mengais rezeki. Diiringi lagu Jaran Goyang, yang mengalir lancar jaya dari headset yang menempel di telinga. Sesekali aku pun menggoyangkan pantat teposku, mengikuti musik yang terdengar..

Jurus yang sangat ampuh.

Teruji terpercaya.

Tanpa anjuran dokter.

Tanpa harus muter-muter.

Cukup siji solusinya.

Pergi ke mbah dukun saja.

Langsung tembak.

Mbah saya putus cinta ....

Hihiy ... mantap ... tarik mang!

"Memang mantul, nih, lagu. Bagus buat bangun mood." Aku bermonolog di sela-sela langkahku.

Sesekali, mulutku pun juga ikut bersenandung riang mengikuti lagunya. Namun. Aku melakukannya dengan cara berbisik. Takutnya aku mendadak viral, gara-gara meng-cover lagu dari Via Vallen. Sedangkan suaraku sendiri tak beda jauh dengan sang penyanyi asli. Ya ... kalau diibaratkan. Via Vallen itu nilai suaranya sepuluh. Kalau aku jelas kebalikannya, alias nol satu. Kan, beda tipis doang. Hehehehe ....

Apa salah dan dosaku sayang.

Cinta suciku kau buang-buang.

Lihat jurus yang kan kuberikan.

Jarang goyang ... jaran goy ….

Jedug!

Bruk!

"Wadaw! Pantat gue!" seruku refleks. Aku baru saja hendak berbelok ke arah koridor menuju loker, tapi justru tak sengaja menabrak sesuatu akibat terlalu asik manggut-manggut menikmati musik dari headseat.

Mungkin saja tembok, terasa keras. Eh, tapi ... sejak kapan ada tambahan tembok di koridor begini? Kok, aku baru tahu.

"Are u okay?"

Temboknya bisa ngomong! Ih, serem, ya? Jangan-jangan itu tembok jadi-jadian lagi. Atau .... Hiiyyy. Pemikiranku justru membuat bulu kuduk bergidik sendiri, bayangan yang terlintas di kepala membayangkan kemungkinan makhluk astral yang baru saja kutabrak.

"Hei, Kamu tidak apa-apa, kan? Ada yang terluka?" tembok jadi-jadian itu bersuara lagi

Aku mengerjap beberapa kali meyakinkan diri, sebelum memberanikan diri mendongak untuk melihat tembok apa yang bisa berbicara itu.

"Kamu?!"

"Bapak?!"

Refleks aku dan tembok … eh, orang itu pun berseru dengan kompak.

Ladalah! Ternyata temboknya Pak Pengacara! Ya, cocoklah kalau begitu. Karena memang orang ini terlihat seperti tembok yang bisa ngomong. Kenapa aku bisa mengatakan hal seperti itu? Tentu saja karena Pengacara si Daddy, alias suaminya Dokter Karina memang mirip dengan tembok, baik wajah dan kelakuannya. Datar, lempeng, dan kaku.

Kurang mirip bagaimana lagi? Dia memang seperti batu diberi nyawa.

Mengetahui apa yang sudah kutabrak, aku berusaha bangun dengan susah payah. Karena tembok yang bisa ‘bicara’ ini, bener-bener tidak ada kepekaan sama sekali. Seperti mengulurkan tangan atau membantuku bangun atau yang lainnya. Paling tidak agar dia terlihat seperti pria pada umumnya.

Namun, sayangnya si pengacara itu malah diam saja dan membiarkanku ngedeprok di lantai mirip suster ngesot.

Menyebalkan sekali, kan?

Pada akhirnya aku memilih berdiri sendiri dengan tangan kanan mengusap kening, yang masih terasa agak pening. Sementara tangan kiriku mengelus-elus pantat tepos, yang baru saja berciuman dengan lantai.

Please, jangan pernah kalian praktekan. Bukannya terlihat kasihan, yang ada nanti kalian malah dikasih pisang sama yang lihat. Hehehehe ....

Oke skip! Aku hanya becanda saja. Ojo baper, okeh!

"Ngapain liat-liat? Naksir? Ngomong, Bos!" sindirku sinis ketika sudah berdiri tegak. Namun, pria itu masih tetap tak bereaksi apa pun.

"Mimpi!" balasnya singkat, padat, dan menyakitkan.

Tanpa minta maaf, minta nomor telpon, minta makan, apa lagi minta nomor rekening. Pria itu justru pergi begitu saja, sangat menyebalkan, kan?

"Huh, dasar tembok! Gak pernah sekolah! Bukannya minta maaf abis nabrak orang. Malah maen kabur aja. cowok apaan itu?" gerutuku kesal.

Bukan gerutuan lagi yang terlontar, karena aku sengaja meninggikan suara, berharap manusia tembok itu mendengar keluhanku barusan. Hanya ingin tahu saja, apa telinganya masih berfungsi dengan baik atau tidak?

Pria itu berhenti melangkah. Namun, tetap terdiam dalam posisi yang sama. Tidak berbalik ke arahku sama sekali.

Alhamdulilah ....

Itu brarti telinganya masih berfungsi normal. Semoga saja setelah ini dia pasti akan minta maaf.

"Sepertinya ada yang bersuara, tapi ... dari mana, ya?"

What the ....

Dia mendadak buta atau bagaimana? Bisa-bisanya dia bicara seperti itu, setelah apa yang sudah terjadi antara kami. Haish! Kenapa bahasanya jadi begitu, ya?

Ralat! Maksudnya setelah apa yang terjadi barusan dan ... Hello! Aku bukan makhluk tak kasat mata! Meski tubuhku kecil dan imut, tetap saja aku bisa terlihat.

Ah, Dasar Pengacara sialan!

Kekesalanku semakin meningkat drastis. Apa lagi setelahnya, si manusia tembok itu kembali melanjutkan langkah tanpa dosa tanpa menoleh. Aku pun hanya bisa mengeram kesal di tempatku.

"Dasar kampret! Kirim ajian semar mesem juga dah, nih. Biar jadi bucinnya Hasmi sekalian!" gerutuku yang juga memilih melanjutkan langkah pada tujuan awalku.

Alansyah Hermawan namanya. Pengacara kepercayaan Pak Arjuna, suaminya Dokter Karina, yang sering aku panggil si daddy.

Jangan salah paham! Panggilan itu tidak ada maksud apa pun. Aku hanya suka memanggilnya seperti itu, karena menjadi saksi hidup dalam perjalanan kisah cinta Dokter Karina dan Pak Arjuna. Untuk cerita lebih detailnya, baca saja di novel mereka, ya?

Karena hal itulah yang membuatku sering bersinggungan dengan Alan. Di mana saat itu, dia adalah orang yang dipercaya menyelesaikan kasus yang menimpa Dokter Karina.

Berawal dari keisenganku yang terus menggodanya karena gemas dengan wajah datarnya. Kami pun jadi seperti Tom and Jerry sekarang tiap kali bertemu. Melihat tampilan Alan yang dingin sekaligus kaku, kupikir sifatnya juga akan seperti karakter tokoh di dalam novel yang sering kalian baca. Sayangnya prediksiku salah besar, karena dia akan selalu dengan senang hati membalas semua keisenganku padanya.

Lidah pria itu lebih tajam dan pedas mengalahkan bubuk cabe merk Bon Cabe. Membuatku ingin ambil mie rebus dan telor untuk melengkapinya sekaligus.

"Tumben tuh muka pagi-pagi udah butek? Abis di putusin pacar atau abis ketemu penagih hutang?" Salah satu teman sejawatku menyindir saat bertemu di loker.

"Gimana gak butek, kalau pagi-pagi udah ketemu tembok dikasih nyawa. Nyebelin!"

"Siapa? Pak Alan maksud lo?"

"Bukan."

"Lalu?"

"Calon Bucinnya Hasmi!"

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Dinodai keluarga suami
Dinodai keluarga suami
Dalam romance novel Dinodai keluarga suami, Anisa Rahma terjebak di rumah Seno Bagaskara. Di tengah kemewahan billionaire romance books ini, ia harus menghadapi ancaman dari ipar dan adik suaminya sendiri. Akankah Anisa mampu bertahan dari pengkhianatan ini? Baca selengkapnya di webnovel ini.
I Fall Endlessly
I Fall Endlessly
Dalam novel I Fall Endlessly, Neva Zetrix berjuang mempertahankan bayinya di hadapan Brian Anderson. Kisah romance novel ini mengikuti pengorbanan Neva menghadapi sang konglomerat dalam balutan billionaire romance books yang penuh tekanan hidup dan pilihan sulit di dunia modern.
MENYUSUI MAFIA KEJAM
MENYUSUI MAFIA KEJAM
Dalam MENYUSUI MAFIA KEJAM, Alena Adriani terjebak sebagai jaminan utang orang tuanya pada penguasa kriminal. Mafia novel ini mengisahkan perjuangan Alena mencari jawaban di balik pengkhianatan keluarganya. Baca romance novel penuh aksi ini untuk mengungkap rahasia masa lalu yang kelam.
Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
Dalam Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam, seorang pria terperangkap di hutan angker penuh fenomena gaib. Genre mystery story ini membawa pembaca mengungkap rahasia kecelakaan bus misterius. Baca horror novel ini untuk melihat pertaruhan nyawa demi sebuah kebenaran.
Misteri matinya teman-temanku
Misteri matinya teman-temanku
Dalam Misteri matinya teman-temanku, satu per satu nyawa hilang secara tragis tanpa jejak. Sang pembunuh cerdik mengincar siapa pun yang menyakiti tokoh utama. Ungkap teka-teki mematikan dalam mystery story dan horror novel mencekam ini melalui platform read novels online terbaik.
Penantian Yang Tak Kunjung Kembali
Penantian Yang Tak Kunjung Kembali
Novel romantis miliarder Penantian Yang Tak Kunjung Kembali mengisahkan seorang istri yang memilih bercerai dan pergi membawa putranya setelah sang suami terus mengabaikan mereka. Saat sang direktur panik mencari keberadaan mereka, keputusan untuk pergi selamanya telah bulat.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.