Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Bodyguard I'm In Love
Bodyguard I'm In Love

Bodyguard I'm In Love

9.7
/ 10
Dalam Bodyguard I'm In Love, Jhon Christy rela menjadi pengawal di Rusia demi mendekati Aleta Louison. Melalui genre romance modern ini, ia berambisi mengubah sang gadis psikopat menjadi normal. Baca kisah pengabdian ekstrem ini di web novel yang penuh aksi dan rintangan berbahaya.

Ringkasan Bodyguard I'm In Love

Jhon Christy terobsesi pada Aleta Louison sejak pandangan pertama. Seiring waktu, perasaan itu berkembang menjadi cinta yang begitu mendalam sekaligus mengerikan. Demi mendekati sang pujaan hati, Jhon rela meninggalkan kehidupan mewahnya dan pergi ke Rusia untuk bekerja sebagai bodyguard. Fokus utamanya kini hanya satu: mendampingi Aleta setiap saat. Ia bertekad menyembuhkan sisi psikopat dalam diri Aleta dan mengubahnya menjadi gadis normal melalui kehadirannya yang konstan.
Selengkapnya

Bodyguard I'm In Love Bab 1

Di tengah padatnya pusat kota Moscow, di atas hamparan tanah rata dan di bawah langit ke-7. Pria entah-berantah, tak tau kapan dan darimana ia muncul, tiba-tiba menodongkan benda hitam berisi timah panas, atau sebut saja pistol.

Dorrr.

Suara tembakan terdengar nyaring, memporak-porandakan semua umat. Mereka yang tampak seperti tentara semut dari ketinggian 3000 kaki, berhamburan kesana-kemari.

Aaa … tolong … tolong …

Ibu …

Ayah …

Hanya sekali tembakan ke atas sana, para manusia tersebut sudah tak kalap. Tiada seorangpun yang tidak melarikan diri, terkecuali seseorang di balik kamar telepon umum.

Di luarnya orang-orang sibuk menyelamatkan jiwa dan raga, tapi ia malah bercanda-tawa bersama suara di seberang sana.

"Iya … iya, di depan mataku sedang ada peperangan, Bu," katanya, sambil menghitung setiap detik yang ia habiskan.

"Tentu saja ramai, Bu. Suaramu sampai terdengar tidak jelas."

57 … 58 … 59.

"Sudah yah, Bu. Koinku hanya cukup untuk satu menit saja. Telepon akan segera berakhir, dahhh."

Sang pria menghela lega, seakan beban terberat yang ia panggil telah hilang.

Ia berdiri lama, memperhatikan setiap orang yang melalui pintu kamar telepon umum di depannya. 

Kemudian, seorang pria seumuran berhenti tepat di depan pintu. Pria itu berjaket tebal serta terdapat kamera yang ia kalungi. Ia memberi kode supaya pintu kamar telepon umum dibuka.

Dan kini di dalam kamar tersebut terisi dua manusia saling memfokuskan diri pada kekacauan kota.

"Hei!" Sapa pembawa kamera. 

"Aku Jhon Christy, seorang penulis terbaik di Negeri rempah-rempah," ucap pria bernama Jhon, memperkenalkan diri.

"Kau tau aku akan menanyai namamu?"

"Aku akui semua orang ingin bertanya, tapi kau termasuk paling beruntung."

"Aku?" Tunjuknya pada dada sendiri.

"Iya, karena aku sendiri yang memperkenalkan bukan teman atau teman dari temanku."

Si pembawa kamera meringis kecil, antara mentertawakan atau menyambut kelucuan Jhon Christy.

"Baiklah, selamat tinggal."

Tanpa ada perbincangan lain, Jhon Christy mendorong gagang pintu. Suasana kacau yang belum mereda ia lalui amat santai. Saking santainya, ia mampu mengambil sebatang rokok yang tersimpan rapi dalam saku kemejanya. Kemudian kepulan tipis membumbung tinggi secara perlahan.

"Pria yang aneh," lontar si pembawa kamera. 

Kekacauan belum usai, dari kejauhan mulai terdengar sirene mobil Polisi. Tak terhitung jumlah mereka, semuanya datang dari segala arah hingga mengepung jalanan kota.

Si pembawa kamera menyempatkan diri mengambil beberapa jepretan sebelum akhirnya ia diminta keluar untuk mengungsi oleh Polisi.

Teknologi terbilang canggih. Seluruh dunia pun mendengar kabar teror di tengah kota melalui pemberitaan layar TV masing-masing.

Begitup Jhon Christy, ia tahu menaung ketika kejadian berlangsung. Namun, seperti yang lain, ia juga menonton pemberitaan tersebut hanya untuk mencari sosok dirinya yang tertangkap kamera.

"Hem, mengapa tidak terlihat?" Pikirnya terdengar menyayangkan.

Tok … tok …

"Tuan Jho!"

Mendengar ketukan pintu sekaligus nama legendnya disebut, Jhon bergegas bangkit dan membuka pintu selebar ukuran kepalanya.

"Nyonya Maria …" sapa Jhon.

Wanita berparas ayu, tubuh berisi, kulit kemerahan serta rambut pirang tergerai. Mengangkat baki berisi semangkuk mie panas. "Pesananmu," ucapnya.

"Oh wah, terimakasih, Nyonya Maria," balas Jhon, mengambil alih semangkuk mie panas dari baki Nyonya Maria, "katakan kalimat ajaibnya!"

"Pria gagah pemegang kendali …" suara Nyonya Maria menggoda.

Lantas Jhon merogoh saku celana, mengeluarkan selembar uang kertas berangka 100 Rubel Rusia. "Ambil ini."

Nyonya Maria menerima penuh suka-cita, ia membungkuk setengah badan lalu berbalik pergi.

Jhon menutup pintu, kembali duduk bersila di depan TV, sembari menyeruput makanan panjang dan berkuah tersebut.

"Hem, sang pembawa kamera?"

Jhon tak menduga jika si pembawa kamera yang saat kejadian sempat bertanya dengannya, ternyata bisa selamat dari serangan teroris.

"Menarik," celetuknya begitu saja.

**

Kekacauan telah berakhir, menyisakan kerusakan tanpa ada korban. Jhon menapaki jalan yang sama seperti kemarin atau lebih tepatnya jalan pasti untuk ia lalui menuju tempatnya bekerja dan lokasi hunian. 

"Selamat pagi, saya Jhon Christy. Lulusan Universitas Indonesia tahun 2015, sudah bekerja di kantor perhubungan antar negara sampai terakhir satu bulan lalu sebelum saya memutuskan pindah ke sini."

"Jhon Christy …" ulang pria berdasi hitam, berwajah hitam legam dan berambut hitam memanjang. "Refrensi pengalamanmu sangat baik dan luamyan, kau bisa memilih bidang lain yang lebih nyaman. Misal saja kau hanya perlu duduk dan memerintah, tapi kenapa kau ingin bekerja sebagai bodyguard?"

"Karena aku merasa kasihan jika keberanian dan keahlian bela diriku tidak terpakai."

Sontak jawaban Jhon Christy membuat pria legam di depannya tertawa terbahak-bahak. Baginya, jawaban Jhon Christy sebuah lelucon, padahal Jhon menjawab jujur apa adanya.

"Sepakat!!" Selesai tertawa, pria legam pemilik ID card bertuliskan Romis, mengulurkan tangan kanannya pada Jhon. Dan mereka saling berjabat tangan.

"Terimakasih, Pak Romis."

**

Hari ini juga Jhon mulai menjalankan profesinya. Sebagai karyawan baru, Jhon memasuki tahap pemula dalam menjadi bodyguard. Yakni menjaga orang-orang kelas bawah/menangani kasus paling ringan.

Contohnya seperti yang saat ini Jhon lakukan. Ditemani sekaligus dibantu Pak Romis, Jhon mengawal rombongan pekerja legal untuk transit pesawat tanpa halangan.

Kenapa mereka dikawal?

Alasannya, terlalu sering kasus penembakan liar pada pekerja legal tersebut. Jadi pemerintah Negara meminta para bodyguard mengawal mereka sampai ke dalam pesawat yang mereka tumpangi.

Wush …

Pesawat membumbung tinggi, meninggalkan gulungan angin dari baling-baling yang membuat rambut panjang Pak Romis berterbangan.

"Pakai ini!" Sebuah ikat rambut merah muda Jhon ulurkan.

Pak Romis sempat terdiam, terpaksa Jhon sendiri yang mengikatkan ikat rambut darinya.

"Jangan biarkan kutu di rambut anda menemukan sarang baru," ucap Jhon datar.

Pak Romis tertawa renyah, ia menepuk-nepuk pundak Jhon. "Aku lupa, putri kecilku telah merampas ikat rambutnya."

Kini mereka berdua berjalan keluar bandara. Mereka tampak gagah berani, kacamata hitam memukau serta setelan jas menjadikan semua mata terkagum-kagum.

Brammm.

Derung mesin mobil kedengarannya tak nyaman di telinga, Jhon tidak menduga jika fasilitas kendaraan untuk bekerjanya sangat jauh dari ekspetasi. Mungkin karena Jhon masih memasuki tahap pemula. 

Berbeda fasilitas untuk bodyguard kelas utama. Kendaraan mereka bukan main-main. Yakni sebuah Lamborghini hitam mengkilap dengan kaca dan ban anti peluru.

"Bagaimana hari pertamamu?" Tanya Pak Romis, mengepulkan asap rokok.

"Terasa datar dan tak menantang." 

"Maka kau butuh sesuatu agar kau merasa tertantang."

"Iya," jawab Jhon menambah kecepatan mobil.

"Belokan mobilnya ke sisi kanan … lurus terus … kiri … kurus … kiri, berhenti!!"

Cittt …

Gedung para petarung, ucap Jhon dalam hati ketika kepalanya menjulur keluar jendela mobil.

"Kau lolos tahap awal, selanjutnya tubuhmu akan dilatih di sana sebelum tahap ketigamu."

"Bagus, aku suka ini."

"Tunggu apa lagi …" kode Pak Romis, menyuruh Jhon masuk ke gedung tersebut.

Tanpa ada rasa keraguan, Jhon mendorong pintu mobil. Ia melangkah pasti menuju pintu pembatas dirinya dari sekelompok orang yang akan membuat ia mandi keringat. 

"Selamat datang, Jhon Christy."

Jhon tertegun, tatapannya tertuju pada semua orang. Ia tak menduga jika para pelatih di sini bertubuh tiga kali lipat lebih besar darinya.

"Pakai ini!" 

Ia dilempari setelan baju dan celana pendek, tak lupa sepasang sarung tangan petinju.

Di hadapan semua orang, Jhon Christy melepas satu-persatu pakaian yang melekat ditubuhnya, terkecuali celana dalam.

"Oh, wah!" Degup kagum peserta bodyguard wanita, melihat roti sobek Jhon Christy mengkilap terkena lampu penerangan. 

Semua ini ku lakukan untukmu, Aleta. Hati Jhon berucap.

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Aku Tak Punya Siapapun Lagi
Aku Tak Punya Siapapun Lagi
Dalam novel romantis bernuansa misteri Aku Tak Punya Siapapun Lagi, seorang istri yang sekarat akibat gagal hati akut merelakan kuota pengobatannya demi adik angkatnya atas desakan sang suami. Baca novel online ini untuk mengungkap keputusannya menyerahkan segalanya sebelum ajal menjemput.
I Fall Endlessly
I Fall Endlessly
Dalam novel I Fall Endlessly, Neva Zetrix berjuang mempertahankan bayinya di hadapan Brian Anderson. Kisah romance novel ini mengikuti pengorbanan Neva menghadapi sang konglomerat dalam balutan billionaire romance books yang penuh tekanan hidup dan pilihan sulit di dunia modern.
Istri Untuk Suamiku
Istri Untuk Suamiku
Dalam romance novel Istri Untuk Suamiku, Fatma menghadapi kanker stadium 4 dan kemandulan. Ia mendesak Satria menikah lagi demi keturunan, meski harus menghadapi kenyataan pahit tentang perasaan suaminya. Temukan kisah pengorbanan ini saat Anda read books online free di platform kami.
Jebakan Cinta SANG MANTAN
Jebakan Cinta SANG MANTAN
Dalam romance novel Jebakan Cinta SANG MANTAN, Nada nekat menjebak Ivander dalam pernikahan modern demi menebus dosa masa lalu. Di tengah kebencian yang mendalam, mampukah pengorbanannya meluluhkan hati sang mantan? Simak kisah penuh intrik ini di web novel kami sekarang.
KhaRisma
KhaRisma
Dalam novel romance KhaRisma, seorang pria terjebak penyesalan mendalam setelah kehilangan sosok yang mengajarinya pengorbanan. Melalui modern novel ini, ia berjuang menghadapi konsekuensi perpisahan sambil berharap bisa memutar waktu demi memperbaiki kesetiaan yang terlambat ia sadari.
Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
Dalam Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan, Mira Aditya terjebak perjodohan pahit dengan Rafiq Jaya yang memiliki istri rahasia. Menghadapi pengkhianatan di modern novel ini, Mira harus memilih antara bertahan atau mencari kebebasan. Baca kisah selengkapnya di romance novel penuh intrik ini.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.