Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
BLIND HEART
BLIND HEART

BLIND HEART

9.7
/ 10
Demi biaya wisuda, Silvana bekerja sebagai pengasuh Max Elgort, seorang buta yang temperamental. Dalam billionaire romance novels ini, Silvana harus menghadapi masa lalu kelam sang majikan. Ikuti kisah BLIND HEART, sebuah modern novel yang penuh dengan rahasia dan pilihan hidup sulit.

Ringkasan BLIND HEART

Silvana, mahasiswi tingkat akhir, berjuang mencari penghasilan tambahan demi melunasi biaya wisuda dan membantu ayahnya. Alih-alih merawat anak kecil, ia justru terjebak menjadi pengasuh Max Elgort, pria berkuasa yang kehilangan penglihatan dan memiliki perangai kasar. Di tengah bentakan Max, Silvana mulai menaruh hati pada majikannya itu. Namun, Max masih terbelenggu janji masa lalu kepada mendiang kekasihnya yang tewas dalam kecelakaan tragis penyebab kebutaannya.
Selengkapnya

BLIND HEART Bab 1

Bab I

Namaku Silvana Larasati, seorang mahasiswi keguruan yang sedang pusing memikirkan skripsi, ditambah lagi biaya wisuda yang jumlahnya membuat kepalaku pusing tujuh keliling.

Aku bukan berasal dari kalangan keluarga berada, Ayah hanya seorang pengrajin kayu biasa, sementara Ibu membuka usaha gorengan kecil-kecilan. Meski begitu, aku tetap bersyukur, kedua orangtua ku masih mampu menyekolahkan empat anaknya meski harus diimbangi dengan lauk seperti tahu dan tumis kangkung.

Hidup bermewah-mewahan bukanlah gaya kami, tak memikirkan beli beras untuk esok hari saja, Ibu sudah sangat mengucap syukur.

Hari ini, aku diterima bekerja sebagai babysitter di rumah salah satu orang kaya, tak jauh dari tempat tinggal kami. Aku harus melakukan itu untuk meringankan beban Ayah dalam mencicil biaya wisudaku. Tak masalah, karena aku hanya bekerja selama beberapa jam saja.

Kulangkahkan kaki melewati gerbang yang menjulang tinggi setelah dipersilahkan oleh seorang petugas keamanan, dan aku disambut oleh seorang pria tinggi tanpa ekspresi yang kemarin mewawancarai ku.

"Mari ikuti saya," ucapnya tenang.

Aku mengekor di belakangnya seraya mengagumi keindahan bangunan ini yang terlihat seperti istana. Bahkan, kutebak marmer yang kupijak ini harganya lebih mahal daripada biaya wisudaku.

Kami berbelok menuju halaman belakang yang menyediakan sebuah kolam renang luas berhias taman kecil di sudutnya. Aku terpaku saat mendapati dada telanjang seorang pria yang sedang bersantai di pinggiran kolam. Rambut basahnya mengalirkan butiran halus yang mengalir ke tubuh liatnya. Tanpa terasa, aku menelan ludah susah payah demi membendung jiwa yang resah karena godaan iman di depan mata.

"Tuan, pelayan anda telah tiba," ucap pria itu penuh penghormatan.

Pelayan? Siapa maksudnya? Aku? Tapi, bukankah yang harus ku asuh adalah seorang anak kecil?

"Tunggu dulu, maksudmu akulah pelayannya?" tanyaku memastikan.

Pria yang membawaku ke sini mengangguk, dan hal itu cukup membuatku terkejut.

"Kau membawa seorang wanita, Jo?" Pria berambut tembaga itu menggeram kasar.

Laki-laki bernama Jo itu menghela napas panjang. "Saya yakin kali ini berbeda, Tuan," sahutnya tegas, tapi masih sangat terdengar sopan.

Dengusan keras pria itu sebagai sahutan, sebelum ia kembali bersuara. "Terserah padamu, beritahu semua tugasnya, dan jika dia berani berulah, aku akan memenggal kedua kakimu!" ancamnya tajam.

Aku berjengit kaget karena kekejaman pria itu, bagaimana bisa ia mengucapkan ancaman semengerikan itu tanpa beban. Hatiku mulai gelisah, mengasuh seorang bayi besar saja sudah menjadi masalah tersendiri bagiku, apalagi harus ditambah dengan kekejaman yang tampak nyata ada dalam diri pria yang akan kulayani ini.

Ah, aku merasa sebutan itu terlihat binal sekali, tapi tugasku memang melayaninya 'kan? Meski bukan dalam hal intim seperti yang sering orang lain pikirkan.

"Uhm, apa ... apa aku bisa memikirkannya sekali lagi?" ucapku berusaha menawar, aku harus memikirkannya matang-matang, takut tak akan sanggup menjalani tugas berat ini.

Meski aku mengakui gaji yang ditawarkan luar biasa besar, hanya dengan bekerja sebulan saja aku bisa melunasi semua biaya kelulusanku. Tapi sayangnya di kontrak itu tertulis, aku harus bekerja selama tiga bulan lamanya.

"Apa kau lupa telah menandatangani surat perjanjian itu, Nona?" tanya Jo datar, sementara pria bersurai lembab itu menggeram marah.

"Usir saja jika memang dia tak ingin bekerja di sini!" hardiknya kasar.

Aku sampai mundur selangkah karena suara kerasnya. Ya, benar. Surat perjanjian sialan itu telah aku tandatangani tanpa berpikir panjang karena tergiur gaji yang fantastis. Jika kupikir ulang, akulah yang bodoh. Karena seingatku Jo memang tak menyebutkan seorang anak kecil yang harus ku asuh, ia hanya menjelaskan bahwa aku akan ditempatkan sebagai pengasuh. Itu saja.

Namun, bukankah tetap saja itu penipuan? Seharusnya dia memberitahuku akan bekerja menjadi seorang pelayan, itu akan lebih mudah untuk kumengerti.

"Saya akan mengurusnya, Tuan," tutur Jo sopan, setelahnya ia mengisyaratkan aku untuk kembali mengikutinya.

Aku menurut, berjalan melewati kursi pria itu yang sedang memejamkan mata. Kulirik otot keras yang terpampang membentuk kotak-kotak di perutnya. Seketika, lututku terasa lemah tak berdaya. Aku mendengus jengkel, dasar lutut murahan.

Jo membawaku ke sebuah kamar luas yang terasa begitu kosong karena hanya terisi sebuah kasur king size di tengah ruangan, satu buah lemari kecil di sebelahnya, serta ruang bersekat yang kuduga adalah walk in closet.

"Ini adalah kamar Tuan Max," ujar Jo, membuyarkan fokusku dalam hal meneliti isi ruangan ini. Aku mengernyit, jadi pria tadi bernama Max.

"Jangan sesekali menyentuh apa pun di sini tanpa seizinnya," tambah pria itu lagi.

Aku mengangguk, lagipula memang tak ada hal menarik yang menggoda untuk kusentuh.

"Tugasmu adalah datang setiap jam lima pagi, menyiapkan keperluan Tuan Max sebelum berangkat bekerja, termasuk membuat makanan untuknya. Setelah dia pergi, kamu boleh pulang, tapi ketika sore hari kamu harus kembali dan menyiapkan keperluan serta makan malam untuk Tuan Max, dan kamu boleh pulang setelah dia tertidur atau dirinya sendiri yang menyuruhmu untuk pulang. Paham?" ujar Jo panjang lebar.

Aku yang mendengar rentetan kalimat yang keluar dari mulut pria itu merasa tercengang. Kenapa pekerjaanku lebih mirip tugas seorang istri? Lagipula kenapa bayi besar itu tak melakukan hal itu sendiri, menyiapkan keperluan saat ia pergi ke kantor bukanlah hal sulit, jika menganai sarapan atau makan malam sudah pasti ada pelayan yang ia gaji di rumah ini. Lalu, keberadaanku sekarang untuk apa?

"Apa kamu mengerti?" Suara pria itu terdengar lebih tajam, mungkin karena aku yang masih bungkam tak memberi jawaban.

Aku menarik napas panjang. "Kenapa tugasku aneh sekali?" tanyaku heran.

Dia mengangkat sebelah alis. "Bagian mana yang kamu anggap aneh?"

"Maksudku ... maksudku kenapa pekerjaanku malah seperti tugas seorang istri?" cetusku akhirnya.

Jo mengerutkan dahi, pandangannya menghunus tajam. "Jangan mimpi!" dengusnya, mulai terlihat jengkel.

Hei, aku tak sedang ingin bermimpi. Tipe pria idamanku adalah yang baik dan penyabar, sangat berbanding terbalik dengan sikap pria tadi yang tak jauh seperti kelakuan iblis.

"Kamu bisa mulai bekerja besok," ujarnya, lalu bersiap meninggalkanku. Mau ke mana dia? Aku tak tahu jalan keluarnya.

"Hei, apakah upah yang kuterima benar seperti yang tertera di kontrak?" tanyaku memastikan. Aku tentu tak mau setelah mengambil resiko sebesar ini, tapi upah yang kuterima tidak sebanding alias mengecewakan.

Lagi-lagi ia mendengus, tatapannya terlihat tajam. "Tuan Max tidak akan pernah berbohong soal itu," sahutnya ketus.

Aku mencebikkan bibir, kenapa dia langsung merasa tersinggung? Aku kan memang harus berhati-hati, jaman sekarang ini banyak penipu di mana-mana, bukan hanya dari kalangan biasa saja, melainkan orang kaya pun melakukannya.

"Satu hal lagi," ucapnya sambil berbalik, kembali menatapku dengan mata tajam. "Kau harus merahasiakan dari siapapun kenyataan bahwa Tuan Max buta," ujarnya dingin.

Seketika aku terpaku, dengan hati mendadak ngilu. Pria dengan rupa sesempurna itu ternyata memiliki kekurangan yang sangat memprihatinkan. Sugguh aku tak mengangka hal itu. Pantas saja ia memerlukan pelayan untuk mengurus segala keperluannya.

*****

TO BE CONTINUED

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
ASI untuk Pak Guru
ASI untuk Pak Guru
Jenara Atmisly harus menghadapi tantangan hormon galaktorea yang mengganggu studinya. Dalam romance novel modern ini, sebuah insiden tak terduga di sekolah membawa sang siswi berprestasi ke dalam hubungan rumit dengan gurunya. Baca selengkapnya dalam ASI untuk Pak Guru di platform web novel.
Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa adalah romance novel tentang Nalula yang dikhianati kekasihnya saat terpuruk. Dengan dukungan keluarga billionaire kandungnya, ia memulai misi balas dendam. Simak kisah serunya di web novel ini untuk melihat takdir akhir sang pengkhianat.
Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
Dalam Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali, seorang wanita dikhianati tunangannya setelah berkorban nyawa. Romance novel penuh intrik modern dan action ini mengikuti misinya meninggalkan masa lalu yang hancur demi martabat baru. Baca kisah seru ini di platform web novel kami.
Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
Dalam Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu, Rheina terjebak dalam keluarga toxic saat mencoba menyelamatkan sahabatnya. Romance novel ini mengisahkan perjuangannya menghadapi cinta segitiga rumit. Baca kisah selengkapnya di webnovel yang penuh intrik dan pilihan hidup sulit ini.
Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
Dalam novel romantis misteri Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku, seorang wanita dipaksa menyerahkan tunangannya di hari pernikahan demi kakaknya yang sekarat. Saat disekap orang tuanya agar tidak mengacau, ia justru dibunuh dengan kejam. Baca novel online gratis ini untuk mengungkap misteri tragisnya.
Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
Dalam novel misteri Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku, seorang putri disiksa penculik hingga tewas demi melindungi ayahnya yang justru membencinya. Baca novel online gratis ini yang menyajikan kisah tragis penuh ketegangan, rahasia kelam, dan penyelidikan horor yang mematikan.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.