Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Belenggu Pernikahan Sang Mafia
Belenggu Pernikahan Sang Mafia

Belenggu Pernikahan Sang Mafia

8.6
/ 10
Dalam Belenggu Pernikahan Sang Mafia, Gabriel Alaric memaksa Aveline Harper menikah demi membalas dendam pada ayahnya. Aveline harus bertahan di tengah kebencian dan rahasia kelam suaminya. Temukan kisah seru ini dalam mafia romance books terbaik di platform online novel kami.

Belenggu Pernikahan Sang Mafia Bab 1

Aveline berdiri dengan tubuh gemetar di depan altar. Gaun pengantin putih yang seharusnya melambangkan kebahagiaan malah terasa seperti penjara baginya. Di sebelahnya, Gabriel Alaric berdiri dengan tatapan dingin, tanpa sedikit pun senyuman di wajahnya. Lelaki itu tampak sempurna dengan setelan jas hitam yang pas di tubuh tegapnya, tetapi dinginnya tatapan mata birunya cukup untuk membuat siapa pun merasa terintimidasi.

"Dengan ini, aku nyatakan kalian resmi menjadi suami dan istri." Suara pendeta terdengar lantang di gereja yang sepi.

Gabriel mengulurkan tangannya ke arah Aveline, bukan dengan kelembutan seorang pengantin pria, melainkan seperti memerintahkan seorang bawahan. Aveline menelan ludah, merasa tak punya pilihan lain selain menggenggam tangannya. Sentuhan dingin itu membuat tubuhnya merinding.

"Jangan terlalu senang, Aveline," bisik Gabriel dengan suara rendah yang hanya bisa didengar oleh Aveline. "Ini bukan akhir dari penderitaanmu. Ini baru permulaan."

Aveline menundukkan kepala, mencoba menahan air mata yang sudah menggenang di sudut matanya. Kenapa aku harus menikah dengan pria seperti ini? pikirnya dengan putus asa.

Ketika upacara selesai, Gabriel menarik Aveline keluar dari gereja tanpa basa-basi. Ia bahkan tidak menghiraukan tamu-tamu yang menunggu untuk memberi ucapan selamat.

"Gabriel, kita harus..." Aveline mencoba berbicara, tetapi kata-katanya terhenti ketika Gabriel menoleh tajam.

"Kita harus apa? Berpura-pura menjadi pasangan bahagia? Jangan bodoh, Aveline," ucapnya dingin. "Pernikahan ini hanya untukku, bukan untukmu."

Aveline tidak menjawab. Ia tahu setiap kata yang keluar dari mulut Gabriel selalu dilapisi racun. Mobil limousine hitam sudah menunggu mereka di depan gereja. Gabriel membuka pintu dengan kasar dan memerintahkan Aveline masuk.

Di dalam mobil, suasana sunyi terasa mencekam. Aveline duduk dengan tangan yang meremas gaunnya, sementara Gabriel sibuk dengan ponselnya. Wajah pria itu tidak menunjukkan emosi apa pun.

"Kenapa aku?" Suara Aveline akhirnya pecah di tengah keheningan. Ia memberanikan diri untuk menatap suaminya.

Gabriel mendongak dari ponselnya, menatap Aveline dengan tatapan menghina. "Kenapa kau? Karena kau adalah putri Leonard Harper, pria yang menghancurkan keluargaku."

Aveline mengerutkan kening. "Apa maksudmu? Ayahku..."

"Jangan menyebutnya ayahmu di depanku!" bentak Gabriel, suaranya bergema di dalam mobil. "Dia bukan seorang ayah. Dia monster. Dan sekarang, kau akan menanggung semua akibat dari perbuatannya."

Air mata Aveline akhirnya jatuh. Ia tidak mengerti apa kesalahannya hingga harus menjadi korban kebencian Gabriel. Tetapi ia tahu, tidak ada gunanya melawan pria itu.

Sesampainya di rumah megah Gabriel, yang lebih mirip istana, Aveline hampir tidak bisa percaya bahwa ia harus tinggal di tempat sebesar ini. Namun, suasana mencekam dari mansion itu membuatnya merasa seperti sedang berjalan menuju penjara.

Gabriel tidak menunggu lama untuk menunjukkan sikap dinginnya. "Ini kamarmu," ucapnya sambil membuka sebuah pintu. Kamar itu besar dan mewah, tetapi dingin, tanpa sentuhan kehangatan.

"Dan kau?" tanya Aveline dengan suara kecil.

Gabriel tertawa kecil, tetapi tawa itu tidak mengandung kebahagiaan. "Aku? Aku akan tinggal di kamarku sendiri, tentu saja. Jangan berpikir aku akan tidur di ranjang yang sama denganmu. Aku tidak akan pernah menyentuhmu, Aveline. Aku tidak akan menyentuh sesuatu yang kubenci."

Kata-kata itu seperti pisau yang menusuk hati Aveline. Ia menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan rasa sakit di dadanya.

"Mulai sekarang, kau hanya akan melakukan apa yang kuperintahkan," lanjut Gabriel tanpa belas kasihan. "Jangan harap ada cinta atau perhatian dariku. Kau ada di sini hanya karena aku ingin menghancurkan ayahmu. Itu saja."

Gabriel meninggalkan Aveline di kamar itu tanpa memberi kesempatan untuk membalas. Pintu tertutup dengan suara keras, meninggalkan Aveline sendirian dengan rasa hancur yang tak terlukiskan.

Aveline duduk di tepi ranjang besar itu, air matanya mengalir deras. Ia tidak tahu bagaimana ia akan menjalani hari-harinya sebagai istri Gabriel Alaric, seorang pria yang penuh kebencian dan dendam.

Namun di balik semua rasa sakit itu, Aveline berjanji pada dirinya sendiri. Jika ia harus bertahan di neraka ini, ia akan menemukan alasan di balik kebencian Gabriel. Aku akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, pikirnya dengan penuh tekad, meski hatinya masih gemetar.

Di luar kamar, Gabriel berdiri di depan pintu dengan rahang yang mengeras. Ia mendengar isak tangis Aveline, tetapi ia memaksa dirinya untuk tidak peduli.

"Ini hanya permulaan, Leonard Harper," gumamnya dengan dingin. "Aku akan membuatmu menyesali semua yang telah kau lakukan pada keluargaku."**Bab 1: Dendam yang Membara**

Aveline berdiri dengan tubuh gemetar di depan altar. Gaun pengantin putih yang seharusnya melambangkan kebahagiaan malah terasa seperti penjara baginya. Di sebelahnya, Gabriel Alaric berdiri dengan tatapan dingin, tanpa sedikit pun senyuman di wajahnya. Lelaki itu tampak sempurna dengan setelan jas hitam yang pas di tubuh tegapnya, tetapi dinginnya tatapan mata birunya cukup untuk membuat siapa pun merasa terintimidasi.

"Dengan ini, aku nyatakan kalian resmi menjadi suami dan istri." Suara pendeta terdengar lantang di gereja yang sepi.

Gabriel mengulurkan tangannya ke arah Aveline, bukan dengan kelembutan seorang pengantin pria, melainkan seperti memerintahkan seorang bawahan. Aveline menelan ludah, merasa tak punya pilihan lain selain menggenggam tangannya. Sentuhan dingin itu membuat tubuhnya merinding.

"Jangan terlalu senang, Aveline," bisik Gabriel dengan suara rendah yang hanya bisa didengar oleh Aveline. "Ini bukan akhir dari penderitaanmu. Ini baru permulaan."

Aveline menundukkan kepala, mencoba menahan air mata yang sudah menggenang di sudut matanya. **Kenapa aku harus menikah dengan pria seperti ini?** pikirnya dengan putus asa.

Ketika upacara selesai, Gabriel menarik Aveline keluar dari gereja tanpa basa-basi. Ia bahkan tidak menghiraukan tamu-tamu yang menunggu untuk memberi ucapan selamat.

"Gabriel, kita harus..." Aveline mencoba berbicara, tetapi kata-katanya terhenti ketika Gabriel menoleh tajam.

"Kita harus apa? Berpura-pura menjadi pasangan bahagia? Jangan bodoh, Aveline," ucapnya dingin. "Pernikahan ini hanya untukku, bukan untukmu."

Aveline tidak menjawab. Ia tahu setiap kata yang keluar dari mulut Gabriel selalu dilapisi racun. Mobil limousine hitam sudah menunggu mereka di depan gereja. Gabriel membuka pintu dengan kasar dan memerintahkan Aveline masuk.

Di dalam mobil, suasana sunyi terasa mencekam. Aveline duduk dengan tangan yang meremas gaunnya, sementara Gabriel sibuk dengan ponselnya. Wajah pria itu tidak menunjukkan emosi apa pun.

"Kenapa aku?" Suara Aveline akhirnya pecah di tengah keheningan. Ia memberanikan diri untuk menatap suaminya.

Gabriel mendongak dari ponselnya, menatap Aveline dengan tatapan menghina. "Kenapa kau? Karena kau adalah putri Leonard Harper, pria yang menghancurkan keluargaku."

Aveline mengerutkan kening. "Apa maksudmu? Ayahku..."

"Jangan menyebutnya ayahmu di depanku!" bentak Gabriel, suaranya bergema di dalam mobil. "Dia bukan seorang ayah. Dia monster. Dan sekarang, kau akan menanggung semua akibat dari perbuatannya."

Air mata Aveline akhirnya jatuh. Ia tidak mengerti apa kesalahannya hingga harus menjadi korban kebencian Gabriel. Tetapi ia tahu, tidak ada gunanya melawan pria itu.

Sesampainya di rumah megah Gabriel, yang lebih mirip istana, Aveline hampir tidak bisa percaya bahwa ia harus tinggal di tempat sebesar ini. Namun, suasana mencekam dari mansion itu membuatnya merasa seperti sedang berjalan menuju penjara.

Gabriel tidak menunggu lama untuk menunjukkan sikap dinginnya. "Ini kamarmu," ucapnya sambil membuka sebuah pintu. Kamar itu besar dan mewah, tetapi dingin, tanpa sentuhan kehangatan.

"Dan kau?" tanya Aveline dengan suara kecil.

Gabriel tertawa kecil, tetapi tawa itu tidak mengandung kebahagiaan. "Aku? Aku akan tinggal di kamarku sendiri, tentu saja. Jangan berpikir aku akan tidur di ranjang yang sama denganmu. Aku tidak akan pernah menyentuhmu, Aveline. Aku tidak akan menyentuh sesuatu yang kubenci."

Kata-kata itu seperti pisau yang menusuk hati Aveline. Ia menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan rasa sakit di dadanya.

"Mulai sekarang, kau hanya akan melakukan apa yang kuperintahkan," lanjut Gabriel tanpa belas kasihan. "Jangan harap ada cinta atau perhatian dariku. Kau ada di sini hanya karena aku ingin menghancurkan ayahmu. Itu saja."

Gabriel meninggalkan Aveline di kamar itu tanpa memberi kesempatan untuk membalas. Pintu tertutup dengan suara keras, meninggalkan Aveline sendirian dengan rasa hancur yang tak terlukiskan.

Aveline duduk di tepi ranjang besar itu, air matanya mengalir deras. Ia tidak tahu bagaimana ia akan menjalani hari-harinya sebagai istri Gabriel Alaric, seorang pria yang penuh kebencian dan dendam.

Namun di balik semua rasa sakit itu, Aveline berjanji pada dirinya sendiri. Jika ia harus bertahan di neraka ini, ia akan menemukan alasan di balik kebencian Gabriel. **Aku akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi,** pikirnya dengan penuh tekad, meski hatinya masih gemetar.

Di luar kamar, Gabriel berdiri di depan pintu dengan rahang yang mengeras. Ia mendengar isak tangis Aveline, tetapi ia memaksa dirinya untuk tidak peduli.

"Ini hanya permulaan, Leonard Harper," gumamnya dengan dingin. "Aku akan membuatmu menyesali semua yang telah kau lakukan pada keluargaku."

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Dari Saingan Menjadi Ipar
Dari Saingan Menjadi Ipar
Dalam novel romance Dari Saingan Menjadi Ipar, Josie Watson bertekad menceraikan Laurence Andrews yang terus menghinanya demi Rosalie Harris. Di tengah konflik modern novel ini, Josie tidak menyadari bahwa kakak Rosalie diam-diam mendesaknya pergi. Temukan kisah lengkapnya di web novel ini.
Direndahkan Oleh Keluarga Suami
Direndahkan Oleh Keluarga Suami
Dalam novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami, Jasmine berjuang di tengah hinaan keluarga elit dan pengkhianatan Ardan. Saat cinta pertama suaminya kembali, Jasmine memilih pergi demi kebahagiaan. Baca kisah romance novel ini di antara deretan billionaire romance books yang penuh konflik.
En-PD153
En-PD153
Dalam En-PD153, seorang putri keluarga terhormat dikhianati mantan pacar yang membawa wanita hamil. Menolak jadi selingkuhan, ia siap menghancurkan posisi sang billionaire gadungan tersebut. Baca billionaire romance novels dan modern novel penuh intrik ini di platform web novel kami.
Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
Dalam Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu, Rheina terjebak dalam keluarga toxic saat mencoba menyelamatkan sahabatnya. Romance novel ini mengisahkan perjuangannya menghadapi cinta segitiga rumit. Baca kisah selengkapnya di webnovel yang penuh intrik dan pilihan hidup sulit ini.
Godaan Liar Sang Ustazah
Godaan Liar Sang Ustazah
Dalam romance modern berjudul Godaan Liar Sang Ustazah, seorang wanita menghadapi dilema moral dan rindu yang rumit. Kisah ini mengeksplorasi sisi gelap kehidupan dan pencarian jati diri. Temukan realita tersembunyi dalam web novel ini sebagai pilihan fiction books dewasa yang reflektif.
I Fall Endlessly
I Fall Endlessly
Dalam novel I Fall Endlessly, Neva Zetrix berjuang mempertahankan bayinya di hadapan Brian Anderson. Kisah romance novel ini mengikuti pengorbanan Neva menghadapi sang konglomerat dalam balutan billionaire romance books yang penuh tekanan hidup dan pilihan sulit di dunia modern.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.