Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Belenggu Adik Ipar
Belenggu Adik Ipar

Belenggu Adik Ipar

9.5
/ 10
Dalam novel Belenggu Adik Ipar, Nara menemukan puluhan testpack misterius milik suaminya, Juan, saat hamil besar. Romance modern ini mengungkap misteri perselingkuhan di balik angka-angka aneh pada benda tersebut. Simak kisah pengkhianatan ini di web novel pilihan pembaca.

Belenggu Adik Ipar Bab 1

"kali ini kamu temenin aku cek kandungan ya, Mas. Masak selama 9 bulan aku sendirian terus sih periksa kandungannya." Ujarku agak merengek pada Mas Juan, laki-laki yang sudah membersamaiku selama 1 tahun lamanya. 

Ku lihat pantulan wajahnya pada cermin rias yang saat ini juga memantulkan wajahku, sayangnya pria itu tetap tidak bergeming dan masih sibuk sendiri dengan ponselnya. Satu detik, dua detik berlalu. Mas Juan tetap tidak bergeming dari tempatnya.

"Mas,,," tergurku lagi. 

Drrtt ...

"Ya Hallo, Ada apa, Re?" Ucapnya pada seseorang yang tengah melakukan panggilan disebrang sana. 

Padahal lebih dulu aku yang ingin bertegur sapa dengan suamiku itu, tapi dia malah lebih tanggap dengan ponselnya dari pada istrinya sendiri.

"Oh, ok deh. Kamu siap-siap aja dulu." 

Klik ...

Mas Juan mematikan sambungan telponnya, seraya melihat ke arahku. Dengan gerak cepat ia nampak buru-buru merapikan berlembar-lembar kertas yang ia pangku barusan. Yang katanya ingin mengoreksi UTS para mahasiswanya, tapi yang ku lihat dia sangat sibuk bermain ponsel dari pada mengoreksi lembaran ujian itu.

"Mas, mau kan temenin aku. Kali ini saja," ucapku memohon. Masih berusaha membujuk Mas juan untuk mengantarku, sebagai calon Ayah aku ingin dia bisa melihat dan tau kondisi anaknya didalam perutku ini. Ya, meskinpun hanya sebatas gambar tiga dimensi, setidaknya dia bisa merasakan hadirnya. Seperti aku yang selalu meneteskan air mata, saat mendengar detak jantungnya dan juga melihatnya bergerak-gerak dilayar monitor saat USG. 

"Kemana, Ra? Mas sibuk hari ini," lagi dan lagi jawabannya tetap sama. Setiap kali ku ajak kemana pun tetap dengan alasan yang sama, kadang aku berpikir benarkah Mas Juan menikahiku dengan senang hati, atau karena terpaksa??? Karena selama pernikahan kami, dia tidak pernah mau diajak kemana pun olehku, bahkan kami tidak pernah jalan kemana pun bersama kecuali acara keluarga. 

Padahal, dulu dia yang tiba-tiba saja langsung mengajak nikah. Hanya karena tidak sengaja bertemu dan kebetulan waktu itu kami tengah bersama Ibu kami masing-masing, dan saat itu pula Ibuku langsung setuju tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu dariku. 

Aneh memang, tapi ya inilah kisah cinta kami. Aku juga tidak bisa menolak, selain karena usia yang sudah menginjak 25 tahun, sedangkan saat itu teman-temanku rata-rata sudah menikah semua. Mas Juan juga tampan, badannya eksotis. Siapa wanita yang bisa menolak kemolekan badannya itu, aku pun jadi klepek-klepek meski hanya pertama kali bertemu. 

Sayangnya, perkenalan yang begitu singkat tanpa berusaha mengenal satu sama lain, aku jadi tidak tau bagaimana karakter sebenarnya suamiku ini. Mas Juan tipikal pria yang baik, dia tidak pernah kasar padaku. Dia selalu mengiyakan apa yang aku pinta, sayangnya dia tidak bisa seperti pria lainnya. Seperti halnya romantis atau merayakan hari special bersamaku. 

"Ra, kok malah bengong sih? Mas berangkat dulu ya!" Ujarnya padaku. Saking asiknya melamun aku sampai tidak sadar ternyata priaku ini sudah siap dengan penampilan casualnya. 

"Lho, Mas. Mau kemana? Ajakan ku yang tadi gimana?" Tanyaku penuh harap. 

"Kan Mas udah bilang kalau hari ini, Mas sibuk." Jawabnya sambil membenarkan lengan baju yang ia lipat ke atas.

"Ini hari minggu loh, Mas. Hari libur, sibuk ngapain sih? Masak nemein istri cek kandungan, gak punya waktu terus." Bujukku padanya, entah kenapa hari ini aku sangat ingin Mas Juan ikut untuk memeriksakan kandunganku. Karena hari perkiraan lahirku semakin dekat, dan lagi aku masih bingung apakah mau melahirkan secara normal atau cesar.

Kebanyakan orang berkata, melahirkan normal itu sakit. Tapi, ada juga yang bilang cesar pemulihannya juga lama. Jadi aku ingin Mas Juan membantuku memilih proses mana yang harus aku pilih. 

"Bentar doang kok," 

"Kamu sendiri aja ya! Kan biasanya juga sendiri," 

Hah, tak ada gunanya lagi merengek. Toh jawabannya tetap saja sama. 

"Kamu mau kemana sih, Mas? Sibuk apa?" Tak mau lagi menaruh harap, aku hanya ingin tau kesibukan apa yang ingin dilakukan oleh Mas Juan dihari libur begini. Biasanya dia paling enggan kemana-mana dihari libur, lebih suka menghabiskan waktu untuk tidur seharian. 

"Rea minta anter buat beli perlengkapan kuliahnya, Ra. Bentar lagi dia kan lulus." Imbuhnya padaku.

"Hah, apa? Nganterin Rea beli perlengkapan kuliah," 

"Ujian nasional aja belum, Mas. Udah mau beli perlengkapan kuliah! Belum juga daftar, iya kalau lulus kalau nggak kan harus ngulang dulu."

"Kamu kok ngomong gitu sih, Ra. Rea itu adik aku, harusnya kamu ngomong yang baik-baik buat dia bukan malah bilang yang jelek-jelek begitu."

"Ya aku gak bermaksud buat ngomong yang jelek-jelek, Mas. Tapikan harusnya Rea lebih ke mempersiapkan diri buat ikut ujian dari pada urusan kuliah dulu," 

Ku lihat Mas Juan menarik nafas pelan, aku harap dia bisa mengerti apa yang aku maksudkan bukan ingin mendoakan yang tidak baik untuk adiknya itu. 

"Rea cuma mau beli Hp baru, Ra. Hp nya yang lama udah penuh. Jadi dia minta buat dibeliin Hp baru, sekalian aja aku ajak ke tempatnya biar dia langsung milih, Hp apa yang kiranya bisa dia pakek jangka panjang sampek kuliah."

"Udah ya, Mas berangkat dulu. Kamu hati-hati ke Dokternya, pesen ojol yang udah biasa anter kamu ke Dokter." 

Ku rasakan tangan kekar menyentuh pundakku, ada bias wajah Mas Juan pada cermin riasku. Perlahan ia mendekatkan wajahnya pada samping leherku seraya berkata, "Mas udah transfer uang jajan buat kamu, kemarin waktu seminar dikampus, Mas dapet bonus." 

Cup ...

Dia mengecup lembut ubun-ubunku. Syukurlah dia tidak lagi mempermasalahkan ucapan ku barusan tentang Rea, aku takut dia tersinggung dan menganggap aku terbebani jika dia memberikan sesuatu pada Rea. 

Ya, sejak awal menikah. Mas Juan memang sudah menjelaskan bawah separuh dari gajinya akan ia berikan pada Ibu dan Rea, karena memang Mas Juan adalah tulang punggung keluarga. Bapak mertua meninggal saat Mas Juan masih berusia 6 tahun, jadi aku tidak pernah mempersalahkan soal gaji. Toh aku juga harus mengerti, jika ada Ibu dan Adik yang menjadi tanggung jawab Mas Juan bukan hanya aku istrinya. 

"Mas berangkat dulu ya!" Aku hanya mengangguk seraya tersenyum melepas kepergian suamiku itu. Namun, sebelum menutup pintu tiba-tiba ada sesuatu yang terjatuh dari tas yang biasanya Mas Juan pakai.

"Mas ..." Panggilku mencoba memberi tau Mas Juan jika barangnya ada yang jatuh. 

Brak ...

Pintu tertutup rapat, tanpa menunggu lama akupun memungut benda yang terjatuh dari tas Mas Juan tadi. Dan betapa terkejutnya aku, saat tau jika yang  ada digenggamanku saat ini adalah ...

"Testpack siapa ini? Kenapa sebanyak ini dan ..." Aku membolak-balikkan Testpack yang terbungkus plastik ditanganku. 

"Kenapa ada angka yang tertera disetiap testpacknya." 

"Aku tidak pernah memiliki testpack sebanyak ini," Tak terasa hati ini bergemuruh, gelisah dan kecewa. 

"Apa mungkin, Mas Juan ada main dibelakang ku?"

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku adalah novel Modern、Romansa、Remaja yang sangat adiktif. Baca Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku dan temukan cerita penuh emosi, cinta, konflik, dan twist tak terduga. Cocok untuk penggemar Modern dengan update bab terbaru.
ASI untuk Pak Guru
ASI untuk Pak Guru
Jenara Atmisly harus menghadapi tantangan hormon galaktorea yang mengganggu studinya. Dalam romance novel modern ini, sebuah insiden tak terduga di sekolah membawa sang siswi berprestasi ke dalam hubungan rumit dengan gurunya. Baca selengkapnya dalam ASI untuk Pak Guru di platform web novel.
Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa adalah romance novel tentang Nalula yang dikhianati kekasihnya saat terpuruk. Dengan dukungan keluarga billionaire kandungnya, ia memulai misi balas dendam. Simak kisah serunya di web novel ini untuk melihat takdir akhir sang pengkhianat.
Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong
Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong
Pasca pengkhianatan suami, Ratih Apsari terlibat malam tak terduga dengan Derryl Dariawan. Dalam romance novel ini, Ratih harus menghadapi kenyataan bahwa pria tersebut adalah CEO barunya. Meski terhalang perbedaan usia, billionaire romance ini menguji logika dan hatinya untuk memilih.
Kurang dari tiga
Kurang dari tiga
Dalam novel Kurang dari tiga, Raka berjuang mempertahankan posisinya sebagai kekasih Cherry yang lebih memprioritaskan Nadia. Hubungan modern ini penuh konflik kecemburuan yang membawa mereka pada situasi tak terduga. Baca romance novel ini untuk melihat pilihan sulit dalam kisah lgbt book ini.
Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
Dalam Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam, seorang pria terperangkap di hutan angker penuh fenomena gaib. Genre mystery story ini membawa pembaca mengungkap rahasia kecelakaan bus misterius. Baca horror novel ini untuk melihat pertaruhan nyawa demi sebuah kebenaran.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.