Baby CEO: Kehamilan yang Tak Diinginkan

Musik menghentak terdengar memekakkan telinga, bersama kelap-kelip lampu berbagai warna yang membuat silau mata. Dua orang pria duduk di lantai dua, menatap sekumpulan manusia yang tengah menikmati kehidupan malam ibu kota.

“Selamat atas peresmian perusahaan barumu, Hans. Dirgantara Artha Graha, itu nama yang luar biasa.”

Pria yang dipanggil Hans mengangguk, mengangkat gelasnya untuk bersulang. 

“Aku sudah lama menantikannya. Ini impianku sebelum menikah, memiliki perusahaan yang kelak bisa kuberikan pada anak-anakku.”

“Di antara semua gadis yang ada di sini, mana yang ingin kau kencani?” Pria dengan kemeja navy memicingkan mata, mencari mangsa terbaik yang bisa dihadiahkan kepada sahabatnya malam ini. 

Setelah terpisah hampir empat tahun, bukan hal berlebihan jika dia ingin mempersembahkan sesuatu yang lain dari biasanya. One night stand, malam panas yang tidak akan terlupakan sepanjang hidup. Dosa terindah yang pasti ada di dalam kepala setiap pria.

“Tidak satu pun,” jawab Hans sambil menggeleng. Senyum merekah di wajahnya, sama sekali tidak tertarik dengan permainan yang ditawarkan. 

“Ayolah, Hans. Berapa usiamu? Kau bahkan belum pernah melakukannya. Itu memalukan. Orang-orang akan berpikir milikmu tidak bisa berguna sebagaimana mestinya.”

“Sial!” Hans tertawa tanpa suara, meninju pria bernama Felix yang sudah merendahkannya. Mereka saling mengenal sejak kecil, bahkan tumbuh di lingkungan yang sama. Pewaris tunggal masing-masing keluarga yang bergelimang harta. Melontarkan cemooh sepele seperti itu adalah hal yang biasa.

Yang membuat keduanya berbeda adalah gaya hidup yang dijalani setelah mereka dewasa. Felix sangat menikmati kebebasannya, bermain dengan setiap wanita setiap malam tanpa memikirkan konsekuensinya. Dia tahu betul cara menggunakan harta miliknya untuk memanjakan korban sebelum diajak menghabiskan malam bersama.

Sebaliknya, Hans menjaga dirinya dari hal-hal serupa. Petuah sang ibu membentuk pribadinya menjadi pria yang bertanggung jawab, tidak akan menanam benihnya sebelum ada ikatan pernikahan yang diikrarkan. 

Meskipun tinggal di Inggris selama tiga setengah tahun, tak membuat Hanson Dirgantara mengikuti trend pergaulan bebas di sana. Dia memilih fokus melanjutkan studinya, juga mengembangkan usaha yang sekarang sudah terlihat hasilnya, perusahaan yang semakin meroket prospeknya.

“Felix, kau tahu Mama tidak akan menerima gadis sembarangan menjadi menantunya. Itu artinya, aku juga tidak bisa bermain-main dengan sembarangan wanita. Berhentilah mengajakku mencicipi mereka. Kalau kau mau, ambil saja.”

Felix tertawa, menghabiskan minuman di gelasnya sekali teguk. Tanpa dijelaskan sekalipun, dia hafal tabiat Kuina, ibu kandung Hans yang pengaturannya seperti seorang Queen. Wanita yang disiplin dan tidak bisa dibantah meskipun sebenarnya memiliki perangai yang lembut.

“Jadi, bagaimana caramu mendapatkan pendamping hidup? Perjodohan bisnis atau kencan buta?"

Hans menggeleng, “Tidak keduanya. Mama membebaskanku memilih sendiri."

"Lantas?" Satu alis Felix naik, menakar seberapa jauh kisah asmara Hans. Selama ini, tidak ada satu pun wanita yang berhasil menarik perhatiannya.

"Ada seseorang yang kusuka, tapi sulit untuk didekati.”

“Heih?! Siapa?” Degup jantung Felix berdetak lebih cepat. Dua puluh lima tahun mengenal Hans, baru kali ini dia mendengar pria itu tertarik pada lawan jenis.

"Apa aku mengenalnya?" kejar Felix semakin penasaran.

Hans mengangguk samar sebelum menjawab, "Evalia Ayu Lesmana. Aku yakin kau masih mengingatnya.”

Kening Felix berkerut seketika. “Gadis di kelas bahasa itu?”

Hans mengangguk. Senyum simpul tidak bisa disembunyikan dari kedua sudut bibirnya. Namun, hal yang sebaliknya terlihat dari wajah Felix yang tidak percaya dengan kenyataan yang ada.

Ingatannya terlempar jauh pada memori saat pertama kali bertemu dengan Eva. Atap plafon terjatuh akibat gempa membuat Hans dan beberapa mahasiswa terluka. Secara kebetulan, Eva—yang merupakan mahasiswa kedokteran tahun pertama, menolong Hans dengan membersihkan dan membalut luka di dahinya. Sejak saat itulah benih-benih cinta tumbuh di hati seorang Hans Dirgantara. Cinta pada pandangan pertama. Tahun-tahun berlalu, ternyata rasa itu masih ada.

“Dia hanya gadis yatim piatu, masuk ke kampus kita dengan beasiswa penuh. Bukan golongan orang berada.” Felix menyuarakan isi kepalanya.

“Apa masalahnya? Dia cantik dan baik. Mama akan menyukainya.”

Felix meraup wajahnya, kesulitan mencari kata yang tepat untuk menyadarkan Hans dari asmara yang mulai menggerogoti kewarasannya. Menyatukan dua orang berbeda kasta tidak semudah bayangan sahabatnya.

“Gadis itu terlalu dingin, tidak tertarik pada pria. Bagaimana bisa kamu menyukainya?!”

Bukannya tersinggung dengan kalimat Felix, Hans justru tertawa. “Bukankah kami sama? Aku juga tidak tertarik pada sembarang wanita?”

Felix sudah membuka mulutnya, ingin menyanggah kalimat Hans yang tengah dimabuk cinta. Namun, dia sadar hal itu sia-sia saja. Pemikiran lain justru terlintas di kepala.

"Bagaimana caramu menarik perhatiannya? Dia akan menolakmu seperti penolakan sebelum-sebelumnya."

"Hmm, untuk itulah aku datang padamu. Kau paling mengerti cara untuk menaklukkan wanita."

Felix terkekeh lirih. Seringai miring terlihat di bibir tipisnya, menatap Hans dengan seribu satu ide licik di dalam kepala.

“Buatlah dia hamil! Kamu pasti akan mendapatkannya.”

“Felix, kita sudah membahasnya. Kau tahu aku tidak akan melakukan hal-hal seperti itu.”

Hans menyingkir dari hadapan sahabatnya, menatap lantai dansa yang semakin ramai sesak oleh manusia. Dia sama sekali tidak setuju dengan pemikiran sesat itu. Baginya, wanita adalah makhluk Tuhan yang harus dimuliakan, bukan sebaliknya. Kehormatan wanita sudah selayaknya diberikan hanya kepada suami sahnya, bukan orang lain yang belum memiliki ikatan di depan agama, juga negara.

“Oh, ayolah, Hans. Aku bisa mengatur semuanya jika kamu bersedia.”

"Tidak. Aku punya cara sendiri. Kau hanya perlu sedikit membantuku."

Hans mulai menjelaskan rencananya, tetapi dia tidak menyadari adanya raut tidak puas di wajah Felix. Diam-diam, pria itu menyusun siasat lain dan bersumpah akan menaklukkan Eva untuk Hans dengan cara lain!

Chapters
Customize
Next Chapter

Kamu Mungkin Juga Suka

Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.