Di kantor Kenzo tidak konsen mengerjakan pekerjaannya seperti biasa, dia selalu terbayang bayang dengan ucapan Silvi yang mengingikan Istri seutuhnya. Perkataan Silvi seperti kaset rusak berputar putar di otaknya. Dokumen yang seharusnya sudah selesai di periksanya malah menumpuk di depan sama sekali tak tersentuh.
Brugh...!!
"Kenzo membuang semua benda di depannya."
sial..!!
Untuk apa aku memikirkan dia, ini bahkan bukan kali pertama dia mengatakan hal ini. Tidak !! Tidak, aku tidak boleh begini sama saja aku menghianati Silva kalau begini caranya.
Maafkan aku sayang, aku bersalah tidak seharusnya aku memikirkan dia.
"Alvaro mengusap foto kebersamaan Silva dan dirinya yang terpajang di mejanya."
Tok...!! tok...!!
Masuk !! "Saut Kenzo dengan suara dinginnya."
"Sani sekretaris Kenzo sangat terkejut melihat keadaan ruangan tuannya yang begitu berantakan tidak seperti biasa."
Tuan, saya ingin mengingatkan rapat akan segera dimulai. Semua sudah berkumpul menunggu tuan di ruang meating "ucap Sani menyampaikan tujuannya datang kesini."
Hm...Baik lah saya akan kesana. Bereskan semua ini. "Kenzo berlalu pergi meninggalkan Sani yang berdiri depannya."
"Apa yang terjadi padanya tidak biasanya tuan marah ini", gumam Sani dalam hati.
Ahh...ia aku harus mengingatkan mereka semua untuk tidak melakukan kesalahan, sepertinya suasa hati Bos tidak baik. "Sani dengan cepat meraih ponselnya memberitahu kabar ini di group kariawan tidak ingin salah satu diantara mereka jadi korban pelampiasan emosi Bosnya."
*
Kenzo berjalan ke ruang meating dengan wajah masamnya, semua sudah ada disana dan Kenzo sudah di tunggu di sana.
Cepat mulai ! "Suara Kenzo terdengar dingin terlihat jelas saat ini suasana hati Bos sedang tidak baik baik saja, untungnya mereka semua sudah mengetahui hal ini karna salah di antara mereka membaca pesan dari Sani."
Baik, tuan "saut Evan assisten Kenzo."
Meeting tidak berjalan lancar ada saja yang mengganjal di hati Kenzo padahal mereka semua sudah bekerja keras dan berusaha tidak berbuat kesalahan tapi tetap saja salah di mata Kenzo.
Apa ini ? Apa ini yang kamu sebut Profosal, ini sampah. Ganti !! Aku tak menggajimu hanya untuk membuat sampah seperti ini. Ulangi !! bawakan hasil pada ku setelah makan siang, aku tak ingin menunggu lama. Jika kamu tak mampu angkat kaki dari perusahaan ini, Aku masih bisa mencari orang yang lebih berkompoten dari mu.
"Kenzo membuang Profosal dari team Desain itu, kerja keras mereka selama dua minggu ini tidak ada artinya di mata Kenzo."
Baik, tuan. "Tunduk ketua team Desain tak berani membantah."
Mana lagi, cepat aku sibuk bukan hanya ini saja pekerjaanku. "ucap Kenzo dingin."
Mereka semua bergantian menyerahkan hasil kerja keras mereka selama dua minggu ini, tapi tidak ada satupun yang di terima Kenzo, semua di buang tepat di depan mata mereka.
Apa begini hasil kerja kalian semua "pekik Kenzo, suaranya terdengar nyaring di ruangan itu."
Ulangi!! Aku tak ingin melihat sampah seperti itu lagi, Setelah jam makan siang semua harus sudah terkumpul di mejaku, pastikan kalian tidak melakukan kesalahan lagi. Jika kalian tak mampu hanya mengerjakan hal kecil seperti ini saja bagaimana bisa kalian mengerjakan yang lebih besar dari ini, aku semakin meragukan kemampuan kalian semua.
Evan !! Selesaikan sisanya, aku muak melihat kalalian semua.
Baik, Tuan.
"Kenzo berlalu pergi meninggalkan mereka semua, dengan perasaan dongkol di hatinya."
"Bisik bisik terdengar setelah Kenzo sudah berjalan jauh keluar", Apa yang terjadi ? Aku rasa ini sudah tidak ada ke kurangan lagi, kenapa masih di tolak juga "tanya salah satu di antara mereka."
Aku tidak tau mungkin saja ada kesalahan, Ya sudah kita Revisi saja dari pada kita di pecat kamu mau ? "Saut ketua teamnya."
Tidak, aku masih butuh biaya hidup. Walau Bossnya killer tapi gaji disini menjanjikan, aku tak ingin kehilangan kesempatan ini dimana lagi aku mendapatkan gaji sebesar ini "Sautnya tidak ingin di pecat, karna memang gaji di Perusahaan Kenzo sangat besar bandingkan Perusahaan lain."
Ya, sudah sekarang kembali lah, perbaiki kesalahan kalian, pastikan jangan ada yang terlambat mengumpulkannya, ingat jangan membuat kesalahan lagi sepertinya suasana Bos sedang tidak baik hari ini.
"ucap Evan mengambil alih meating setelah kepergian Kenzo."
"Mereka semua pun bubar meninggalkan ruang meating kembali ke ruangannya masing masing."
*
Kenzo berlalu pergi keluar untuk menenagkan diri, pikiranya terasa kalut sampai dia tidak bisa berfikir rasionalis. Sebenarnya Profosal tadi sudah bagus kesalahanya hanya sedikit saja tapi karna pikiran Kenzo yang di penuhi nama Silvi membuatnya emosi seperti tadi menjadikan dia tidak profesional. Padahal sebelumnya dia tidak pernah seperti itu.
Kenzo menyetir mobilnya sendiri denga kecepatan tinggi dia membelah jalanan seperti pembalap, dia menyalip setiap mobil yang di depannya, Tujuan Kenzo saat ini cafe langgananya dulu bersama Silva kekasihnya.
Sampai disana Kenzo memesan minuman kesukaan Silva, di hatinya hanya ada Silva dan Silva bahkan semua kebiasan Silva selalu di ingatnya tidak sekalipun dia melupakan tentang Silva yang sudah tiada.
Apa yang terjadi padaku, kenapa aku memikirkannya. "gumam Kenzo yang masih saja mengingat perkataan Silvi padahal dia sudah di cafe langganan mereka dulu, biasanya kalau Kenzo pusing dia akan selalu kesini dan pikir akan tenang jika sudah ada disini."
Apa aku sudah terlalu keras kepadanya? tapi aku tidak bisa jika menjadikannya istri yang seutunya, aku tak ingin membuat Silva sakit hati, aku tak ingin jadi pria brengsek.
Sama saja aku menyakiti Silvi jika aku menyentuhnya tapi aku tak mencintainya. Aku tak ingin jadi lelaki pengecut.
Kenzo berperang dengan pikirannya sendiri, tidak menemukan jawapan atas pertanyaannya dan juga tidak membuat pikirannya menjadi tenang, yang ada semakin runyam.





