Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Aku Bukan Pembantu Kalian
Aku Bukan Pembantu Kalian

Aku Bukan Pembantu Kalian

9.2
/ 10
Dalam romance modern Aku Bukan Pembantu Kalian, seorang istri melawan balik keluarga ipar yang parasit. Saat suami tak berdaya, ia menyusun strategi cerdik demi kenyamanan rumahnya. Baca kisah web novel ini tentang perjuangan harga diri dan batas kesabaran dalam fiksi romance.

Ringkasan Aku Bukan Pembantu Kalian

Sudah lebih dari tujuh bulan lamanya rumah tanggaku terusik oleh kehadiran keluarga ipar yang berperilaku layaknya benalu. Di rumahku sendiri, mereka justru memperlakukanku dengan semena-mena seperti seorang pelayan. Suamiku merasa tidak tega untuk mengusir mereka secara langsung, sehingga aku terjebak dalam situasi sulit. Namun, kesabaranku kini telah habis. Aku memutuskan untuk menyusun rencana cerdik agar mereka merasa tidak betah dan segera pergi selamanya.
Selengkapnya

Aku Bukan Pembantu Kalian Bab 1

Sebelum baca klik berlangganan dulu ya

****** ******

AKU BUKAN PEMBANTU KALIAN

"Rin, buruan dong masaknya! Laper banget nih aku. Kamu nggak dengar dari tadi Kayla nangis terus? Ya karena aku lapar jadi ASI ku kan jadi encer. Cepetan dong masaknya!"

Pagi ini, kakak iparku, Kak Sarah kembali mengomel. Padahal jam di dinding masih menunjukkan pukul setengah enam pagi, masih terlalu dini juga untuk sarapan pagi. Meski kutahu dia memang saat ini juga sedang menyusui putra bungsunya-Bobby-yang saat ini masih berusia satu tahun. Sedangkan selepas shalat subuh aku sudah membuatkan segelas susu hangat untuknya, Mas Dimas dan dua putrinya kembarnya, Dewi dan Devi yang kini berusia lima tahun.

"Iya cepetan dong Tante, Devi juga lapar banget nih," ucap Devi yang diamanini pula oleh saudara kembarnya, Dewi.

Sebetulnya kedua keponakanku ini sangatlah cantik. Rambut lebat, bermata coklat, hidung mancung dan berkulit putih bersih, namun sayang Mbak Sarah tak pernah perhatian pada mereka, hingga penampilan mereka kelihatan dekil. Tak jarang akulah yang memandikan mereka dan mendandani mereka, padahal di usia segitu harusnya mereka sudah bisa mandiri.

Entah didikan seperti apa yang diberikan oleh Mbak Sarah dan Mas Rusli pada mereka berdua, hingga mereka tumbuh menjadi anak yang malas, manja dan berbuat apapun sesuka hatinya.

"Sabar ya sebentar lagi mendidih, kalian mandi dulu sana. Nanti pas selesai mandi makanannya pasti sudah matang," bujukku pada mereka.

"Malas banget ih pagi-pagi kok mandi. Mending nonton tivi, yuk Dev kita nonton tivi dulu. Jangan lama-lama ya Tante!" Kali ini gantian Dewi lah yang berujar padaku.

Pemandangan seperti ini sudah tujuh bulan terakhir terjadi di rumahku. Sejak Mbak Sarah dan keluarganya pindah ke rumah ini. Mereka tinggal di sini karena memang sudah tak memiliki tempat tinggal lagi. Mas Rusli yang seorang pemborong bangkrut karena telah di tipu temannya senilai ratusan juta, padahal uang tersebut adalah pinjaman dari banyak tempat. Dengan terpaksa akhirnya mereka menjual semua aset dan rumah untuk mengembalikan semua pinjaman itu.

Sementara rumah peninggalan mertua sudah di jual dua tahun yang lalu, dan hasil penjualannya di bagi dua, untuk Kak Sarah dan juga suamiku. Namun pembagian itu sedikit tak adil, suamiku hanya mendapat tiga puluh persen saja dari hasil penjualan rumah itu. Dari hasil uang itu dan sedikit tabungan, kami membangun rumah ini. Rumah mungil di tanah peninggalan orang tuaku, dengan tiga kamar tidur di dalamnya.

Sesungguhnya aku tak pernah keberatan bila mereka tinggal bersama kami, namun sikap mereka seolah aku ini adalah pembantu di rumahku sendiri. Tak sedikitpun mereka menghargai kami sebagai tuan rumah di sini. Apapun yang mereka inginkan kami harus selalu menurutinya, kalau tidak maka Kak Sarah akan mengungkit jasanya pada suamiku dulu. Karena selama dua tahun mereka membiayai kuliah Mas Johan suamiku, setelah bapak mertua meninggal dunia. Padahal selama dua tahun Mas Johan juga bekerja sampingan untuk membantu biaya kuliahnya itu.

Sementara suamiku, tak bisa berbuat apapun. Karena dia sangat sayang pada kakak perempuannya itu. Apalagi dulu ketika Ibu mereka meninggal, saat keduanya masih kecil, Ibunya berpesan agar Mas Johan selalu menjaga Mbak Sarah. Aku pun menjadi serba salah di sini.

Pekerjaan mereka setiap hari hanyalah malas-malasan saja. Mulai dari makan sampai cuci baju aku lah yang mengerjakan, padahal di rumahku ini juga telah ada mesin cuci, namun mereka lebih suka meletakkan pakaian kotor mereka di kamar mandi. Karena risih akhirnya akulah yang mencuci pakaian mereka.

Kerjaan Mbak Sarah dan Mas Rusli hanyalah menonton tivi dan bermain ponsel saja, dan ketiga anaknya di biarkan begitu saja mengobrak-abrik rumahku. Mereka memainkan apapun yang mereka mau, dan tak pernah mau mengembalikan ke tempatnya semula. Bungkus makanan ringan dan permen berserakan di mana-mana, begitu pula bekas diapers pun tergeletak begitu saja .

Pemandangan seperti itu yang selalu aku lihat saat aku pulang dari pasar, karena aku memang mempunyai toko sembako kecil di sana.

Lelah? Jangan tanya lagi, apalagi aku tak punya karyawan di sana. Meskipun begitu saat sampai di rumah aku harus tetap membereskan semuanya, karena jika tak kubereskan hari itu juga, maka besok ya rumah akan nampak seperti tempat pembuangan sampah.

Mbak Sarah selalu berkilah bahwa dia capek semalaman menyusui dan momong si kecil, saat aku memintanya membantu pekerjaan rumah. Jadi selama tujuh bulan di sini, tak pernah sekalipun dia memegang gagang sapu atau tanganya basah terkena sabun pencuci piring. Dia juga selalu menyalahkan aku yang telah menikah dengan adiknya selama tiga tahun, namun hingga kini belum mempunyai anak. Karena memang sesungguhnya dari dulu dia tak pernah menyukaiku, hanya karena aku seorang yatim piatu dan miskin. Dan saat itu dia telah menjodohkan Mas Johan dengan temanya yang berstatus janda kaya raya beranak satu. Tetapi Mas Johan tidak mau dan tetap memilih untuk menikahiku.

Setelah menikah , dia pun tak pernah bersikap baik kepadaku, bahkan terkesan jijik. Dulu dia tak akan pernah mau makan apapun yang kuhidangkan, jijik dan akan membuat sakit perut, katanya. Tapi kini malah semua makanan buatanku masuk ke perutnya, namun rasa sombong dan bencinya kepadaku tetap ada, padahal kini dia hanya numpang di rumahku.

Tak beda jauh dengan suaminya, saat Mas Johan menanyakan apakah dia tak ingin kembali bekerja? Jawabanya simple sekali, "aku masih trauma!"

Lalu sampai kapan aku harus terus menjadi pembantu mereka?

Next?

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
Ketika ayah jarang pulang, aku hanya tinggal berdua dengan ibu tiri yang menganggapku anak sendiri—tapi kebiasaannya berpakaian seksi mengganggu pikiranku. Di tengah kisah cintaku pada Rania, teman SMA-ku, hubungan rumit ini mempertemukan aku pada godaan terlarang. Sebuah dark romance novel yang menegangkan tentang hasrat, keluarga, dan cinta yang tak semestinya. Baca gratis di PinesDramas.
ASI untuk Pak Guru
ASI untuk Pak Guru
Jenara Atmisly harus menghadapi tantangan hormon galaktorea yang mengganggu studinya. Dalam romance novel modern ini, sebuah insiden tak terduga di sekolah membawa sang siswi berprestasi ke dalam hubungan rumit dengan gurunya. Baca selengkapnya dalam ASI untuk Pak Guru di platform web novel.
Dosa Berbalut Cinta
Dosa Berbalut Cinta
Dalam novel Dosa Berbalut Cinta, Saschya terjebak dalam pernikahan penuh kekerasan oleh Adnan. Di tengah siksaan fisik dan trauma, masa lalunya kembali muncul membawa harapan. Ikuti kisah romance modern ini di platform webnovel kami dan baca romance stories terbaik lainnya secara gratis.
KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
Dalam romance modern KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU, Randika harus memilih antara cintanya pada Andini atau ambisi Lily Wijaya yang ingin memanfaatkannya demi pengakuan keluarga. Kehadiran Junot menguji loyalitas mereka dalam web novel penuh intrik keluarga dan pengkhianatan ini.
Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
Dalam novel misteri Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku, seorang putri disiksa penculik hingga tewas demi melindungi ayahnya yang justru membencinya. Baca novel online gratis ini yang menyajikan kisah tragis penuh ketegangan, rahasia kelam, dan penyelidikan horor yang mematikan.
My Bad Boss
My Bad Boss
Dalam novel My Bad Boss, Xaiver Narendra Maximilian harus menghadapi tantangan saat prinsipnya goyah oleh Adeeva Adelia. Ikuti perjalanan romansa penuh dinamika ini dalam billionaire romance novels pilihan. Baca kisah seru mereka hanya di platform web novel terbaik saat ini.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.