Ahli Warisnya yang Tersembunyi, Pelariannya

Sudut Pandang Arini:

Keluar dari menara kaca itu, aku tidak tahu harus muntah atau tertawa. Jadi aku terus berjalan, surat cerai yang sudah ditandatangani itu menjadi api rahasia di dalam tasku.

Aku bebas. Aku juga ketakutan setengah mati.

Kembali di *penthouse*, sebuah email sudah menungguku. Itu adalah sebuah pertanda. Sebuah tali penyelamat yang telah kulemparkan untuk diriku sendiri beberapa minggu yang lalu, kini dilemparkan kembali kepadaku.

Dari: Sanggar Seni Lereng Gunung

Subjek: Lamaran Anda

Yth. Ibu Arini Maheswari,

Dengan gembira kami menawarkan Anda tempat dalam program musim gugur kami. Karya Anda menjadi favorit mutlak di antara komite seleksi. Kami membutuhkan keputusan Anda dalam waktu 48 jam. Residensi akan dimulai dalam dua minggu.

Dua minggu. Hitungan mundur empat belas hari menuju kehidupan baru.

Aku mengetik balasanku sebelum sempat berpikir dua kali.

Saya terima dengan senang hati.

Aku memesan tiket pesawat sekali jalan ke Bandung. Lalu aku mulai menghapus diriku dari kehidupan yang akan kutinggalkan.

Aku menghabiskan beberapa hari berikutnya dalam kabut, mengemasi beberapa barang yang benar-benar milikku—buku-bukuku, pakaianku, perlengkapan seniku—dan mengirimkannya ke sebuah unit penyimpanan. Sisanya hanyalah properti. Gaun-gaun desainer yang tidak pernah membuatku nyaman, perabotan dingin yang tidak pernah kupilih. Mudah untuk ditinggalkan.

Tapi kelelahan aneh telah merasuk jauh ke dalam tulangku. Aku bilang pada diriku sendiri itu karena stres. Seminggu kemudian, ketika gelombang mual menghantamku begitu keras di tengah toko perlengkapan seni hingga aku harus berpegangan pada rak agar tetap tegak, aku bilang pada diriku sendiri itu flu.

Lalu aku menghitung tanggal.

Haidku terlambat.

Rasa ngeri yang dingin, tajam, dan memuakkan menyelimutiku. Tidak. Tidak mungkin.

Aku membeli alat tes kehamilan bersama dengan pensil arangku. Tanganku gemetar begitu hebat sampai aku hampir tidak bisa membayar kasir.

Aku pergi ke studioku, satu-satunya tempat di kota ini yang benar-benar milikku. Satu-satunya tempat yang terasa aman. Aku melakukan tes dan meletakkan stik plastik kecil itu di tepi wastafel.

Tiga menit. Aku telah membongkar pernikahanku dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam, tapi sekarang aku harus menunggu tiga menit untuk mengetahui apakah aku masih terikat padanya.

Jantungku berdebar kencang, irama yang panik dan ketakutan di balik tulang rusukku. Tolong, jangan. Tolong, jangan.

Alarm di ponselku berbunyi.

Aku menarik napas dalam-dalam dan melihat.

Dua garis merah muda. Jelas sekali. Positif.

Dunia terasa miring. Aku terhuyung mundur, kakiku lemas, dan merosot ke atas bangku. Hamil. Ingatan tentang saat terakhir bersama Bima, hanya beberapa minggu yang lalu, kembali menyerbu. Itu bukan tindakan cinta. Itu dingin, terpisah. Sebuah kewajiban.

Dan sekarang itu menjadi sebuah kehidupan.

Rencana sederhanaku untuk menghilang, untuk memulai kembali sebagai Arini Maheswari, baru saja dihancurkan.

Aku tidak lagi hanya lari darinya. Aku sedang menyembunyikan anaknya.

Lanjutkan Membaca
Baca Novel Selengkapnya di Moboreader
UBuka Semua Bab
Buka Situs Resmi
Daftar Bab
Sesuaikan

Kamu Mungkin Juga Suka

Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.